Game Eksklusif PlayStation 'Horizon Hunters Gathering' Dirombak Total Usai Respons Playtest Buruk
Sony merombak total game Horizon Hunters Gathering dari model live-service menjadi multiplayer co-op tradisional akibat masukan negatif pemain.
Other

Game Eksklusif PlayStation 'Horizon Hunters Gathering' Dirombak Total Usai Respons Playtest Buruk

Aldonov Danoza - Jumat, 21 Agustus 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sony Interactive Entertainment dilaporkan tengah melakukan perubahan besar terhadap Horizon Hunters Gathering, proyek game co-op terbaru besutan Guerrilla Games. Proyek yang sebelumnya dikembangkan dengan konsep layanan langsung (live-service) tersebut kini dirombak total akibat respons kurang memuaskan dari komunitas dalam sejumlah sesi playtest tertutup.

Informasi kejutan ini pertama kali diungkap oleh jurnalis industri ternama dari Bloomberg, Jason Schreier, pada 19 Agustus 2026.

Menurut laporan tersebut, Guerrilla telah memutar arah pengembangan Horizon Hunters Gathering sejak Juni lalu untuk mengurangi atau mengeliminasi elemen live-service secara menyeluruh.

PlayStation 6 Belum Punya Tanggal Rilis, Sony Masih Hadapi Krisis Komponen

Perubahan Konsep Menjadi Co-op Tradisional dan Batas Waktu Evaluasi

Schreier membeberkan bahwa Sony memilih untuk tidak membatalkan proyek ini secara langsung, melainkan mengarahkannya menjadi pengalaman multiplayer co-op yang lebih tradisional.

Rencana baru tersebut akan memfokuskan game pada skala permainan yang lebih kecil serta menyajikan struktur mode cerita yang jauh lebih jelas bagi para pemain.

Guna membuktikan kelayakan konsep baru ini, tim pengembang di Guerrilla Games diberikan batas waktu hingga Desember mendatang untuk mencapai target milestone yang telah ditentukan.

Baca Juga :

Game Eksklusif PlayStation 'Horizon Hunters Gathering' Dirombak Total Usai Respons Playtest Buruk

PlayStation 6 Belum Punya Tanggal Rilis, Sony Masih Hadapi Krisis Komponen

PS5 Edisi Terbatas Marvel’s Wolverine Hadir dengan Desain Battle Yellow dan Adamantium

Keputusan final jajaran eksekutif Sony mengenai kelanjutan atau pembatalan total Horizon Hunters Gathering akan sangat bergantung pada hasil evaluasi akhir tahun tersebut.

Ubisoft Yakin Era Digital PlayStation Tak Akan Guncang Industri Game

Dampak Sesi Pengujian dan Perubahan Evaluasi Strategi Sony

Sebelum laporan restrukturisasi ini mencuat, Guerrilla sebenarnya telah menggelar dua kali sesi playtest tertutup pada Februari dan Mei 2026. Sesi tersebut sempat memperkenalkan tiga karakter Hunter awal—Rem, Sun, dan Axle—serta mode Machine Incursion dan Cauldron Descent.

Namun, masukan negatif dari para penguji internal justru memaksa Sony menghentikan ambisi live-service game ini.

Langkah drastis ini turut mencerminkan evaluasi besar-besaran yang tengah dilakukan Sony terhadap portofolio game multiplayer milik mereka.

Pasca-kegagalan mematikan dari game Concord pada 2024 lalu, Sony menjadi jauh lebih berhati-hati dan enggan memaksakan game live-service yang dinilai tidak memiliki prospek bisnis berkelanjutan, meski mereka sempat memetik kesuksesan besar lewat Helldivers 2.

PlayStation Tuai Kritik Usai Putuskan Hentikan Produksi Game Fisik

Pengaruh Terhadap Pengembangan Game Utama Horizon 3

Proses reboot Horizon Hunters Gathering ini juga berdampak pada pengerjaan sekuel utama single-player dari waralaba tersebut. Schreier mengungkapkan bahwa saat ini hanya ada tim kecil di Guerrilla yang ditugaskan untuk mengerjakan tahap perencanaan awal untuk Horizon 3.

Dengan dialihkannya sebagian staf pengembangan ke proyek lain, masa depan Horizon Hunters Gathering kini berada di titik krusial.

Jika versi co-op tradisional ini berhasil memenuhi ekspektasi pada Desember nanti, pemain mungkin akan mendapatkan game perburuan mesin dengan skala yang lebih padat dan fokus.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait