Sesuatu yang tak biasa tengah terjadi di dalam skuad PUBG Mobile Bigetron by Vitality (BTR). Nama Made Rendy Dwi Krisna Putra alias Reizy, sang In-Game Leader (IGL) berpengalaman yang selama ini menjadi sosok sentral BTR, perlahan menghilang dari rotasi utama tanpa adanya pengumuman perpisahan resmi.
Keheningan tersebut memicu berbagai tanda tanya di tengah komunitas esports Tanah Air mengenai status sang veteran di dalam tim.
Pernyataan Ko Ed dan Sinyal "Jembatan yang Bisa Hancur"
Awal mula isu ini mencuat ke publik berhembus melalui sesi TikTok Live CEO Bigetron Esports, Edwin Chia alias Ko Ed. Sesi siaran langsung yang cenderung spontan tersebut menjadi wadah Ko Ed menyampaikan dinamika persiapan tim menghadapi kompetisi mendatang.
Saat disinggung mengenai keberadaan Reizy, Ko Ed memilih untuk tidak mengeluarkan rilis resmi dan menegaskan fokus manajemen saat ini tertuju pada pemain dan pelatih yang tengah berjuang di lapangan. Namun, satu kalimat kunci dari Ko Ed langsung menarik perhatian publik:
Kalau aku ngomong sekarang, jembatannya akan hancur. Jadi bisa dibilang kalian nggak usah harap Reizy lagi main di BTR.
Edwin Chia
Meski kalimat tersebut memberi sinyal kuat terkait absennya Reizy dari skuad utama, Ko Ed buru-buru menegaskan bahwa Reizy tidak bersalah dan masih terikat kontrak resmi bersama BTR tanpa ada negosiasi dengan tim lain.
Rekam Jejak Veteran dan Gestur di Media Sosial
Situasi ini terbilang mengejutkan mengingat rekam jejak Reizy yang sangat mengkilap di skema profesional PUBG Mobile. Sebelum memperkuat BTR sejak awal 2025, Reizy telah mengumpulkan berbagai gelar bergengsi seperti PMSL SEA Spring 2024, PMSL SEA Summer 2024, dan PMPL ID Spring 2023 bersama BOOM Esports, dengan total pendapatan hadiah karier menembus angka US$115.000.

Di tengah kesimpangsiuran statusnya, aktivitas media sosial jajaran tim justru mempertegas jarak yang ada. Unggahan Instagram Story pemain BTR, Axel, yang menekankan kata "team" dalam perjuangan mereka direspons ulang oleh Ko Ed. Sang CEO menyematkan tag lima nama pemain yakni Axel, Federales, Zeta, V3xxy, dan Reyzak, tanpa menyertakan nama Reizy di dalamnya.
Evaluasi Pasca-Runner-up PMPL ID Fall 2026
Momen mencuatnya isu Reizy ini bertepatan dengan hasil yang diraih Bigetron by Vitality pada ajang Grand Finals PMPL ID Fall 2026 di Manado (28-30 Agustus 2026). BTR harus puas mengakhiri kompetisi sebagai runner-up setelah gagal mengamankan gelar juara.
Hasil tersebut disinyalir menjadi pemicu evaluasi menyeluruh di dalam tubuh manajemen. Kehadiran Zeta yang memberi dampak signifikan terhadap chemistry tim, serta performa Reyzak yang kian menyatu dengan skema permainan, diduga menjadi pertimbangan utama manajemen dalam menimbang ulang komposisi line-up utama BTR untuk menghadapi ajang internasional mendatang seperti PMGO SEA.
Hingga saat ini, baik pihak Bigetron by Vitality maupun Reizy belum mengeluarkan pernyataan resmi tertulis untuk memperjelas status kepindahannya. Komunitas esports nasional kini menanti bagaimana akhir dari dinamika internal yang dialami oleh salah satu tim PUBG Mobile terbesar di Indonesia ini.