RRQ, BTR, ONIC Lolos Top 12 FFWS SEA 2026, EVOS dan MBR Tertahan
Klasemen FFWS SEA 2026 Fall
Free Fire

RRQ, BTR, ONIC Lolos Top 12 FFWS SEA 2026, EVOS dan MBR Tertahan

MikeApalah - Selasa, 25 Agustus 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Wakil Indonesia mulai menunjukkan kebangkitan di pekan kedua FFWS SEA 2026 Fall. Setelah melewati tiga hari pertandingan pada 21–23 Agustus 2026, RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC berhasil mengamankan posisi 12 besar klasemen akhir Phase 1.

Pencapaian tersebut membuat ketiga tim mendapatkan keuntungan untuk langsung tampil pada hari pertama Phase 2 di pekan ketiga dan memiliki kesempatan lebih awal untuk mengamankan tiket menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya.

Sementara itu, EVOS Divine dan MBR Omega harus memulai perjuangan Phase 2 satu hari lebih lambat setelah masing-masing finis di posisi ke-13 dan ke-14. Meski tidak mendapat keuntungan tampil pada Day 1, peluang keduanya untuk lolos ke Grand Finals masih terbuka.

RRQ Kazu
RRQ Kazu

RRQ Kazu Jadi Motor Kebangkitan Indonesia

Kebangkitan wakil Indonesia dipimpin oleh RRQ Kazu.

Setelah tampil kurang meyakinkan pada pekan pertama, Sang Raja langsung memberikan respons pada pekan kedua. Bahkan, pada hari pertama Week 2, tim Indonesia berhasil mengamankan empat Booyah pertama secara beruntun melalui ONIC di Nexterra, MBR Omega di Kalahari, serta RRQ Kazu di Purgatory dan Solara.

RRQ Kazu kemudian menjadi Team of the Day pada hari pertama dengan raihan 111 poin, dua Booyah, dan 73 eliminasi.

Performa tersebut berlanjut hingga hari ketiga. RRQ kembali mendapatkan Booyah di Kalahari dan mengakhiri hari sebagai tim terbaik kedua dengan tambahan 117 poin.

Baca Juga :

RRQ, BTR, ONIC Lolos Top 12 FFWS SEA 2026, EVOS dan MBR Tertahan

Klasemen FFWS SEA 2026 Fall Memanas, RRQ Kazu dan EVOS Divine Mulai Mengejar Thailand

Jadwal FFWS SEA 2026 Fall Week 2 Day 2, Wakil Indonesia Lanjutkan Dominasi?

Hasil konsisten tersebut membawa RRQ Kazu finis di peringkat ketiga klasemen akhir Phase 1 dengan 396 poin dari 24 pertandingan.

RRQ juga mencatatkan:

  • 3 Booyah
  • 267 eliminasi
  • 129 poin placement

Jumlah 267 eliminasi tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh peserta Phase 1. Total 396 poin mereka juga sama dengan perolehan Team Falcons yang berada di posisi kedua.

Coach Adyy
Coach Adyy

Coach Adyy Ungkap Strategi RRQ di Pekan Kedua

Perubahan performa RRQ tidak terjadi secara kebetulan. Pelatih Adi Gustiawan atau Coach Adyy menjelaskan bahwa pekan pertama digunakan tim untuk membaca pola permainan lawan dari berbagai negara.

Setelah memiliki data yang cukup, RRQ kemudian membawa hasil analisis tersebut ke pekan kedua.

Di minggu pertama, fokus RRQ Kazu memang untuk menganalisis pola permainan tim-tim dari setiap negara. Setelah mendapatkan data yang cukup, kami menerapkan strategi di pekan kedua untuk bisa memberikan perlawanan.

Coach Adyy juga melihat perkembangan positif dari wakil Indonesia lainnya.

Saya juga melihat tim-tim Indonesia lainnya berkembang. Mereka terlihat semakin memahami META yang tepat untuk dieksekusi pada pekan kedua ini.

Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil Phase 1. Setelah pekan pertama lebih banyak berada di papan tengah dan bawah, beberapa tim Indonesia mampu melakukan lompatan signifikan.

Biget
Bigetron by Vitality

Bigetron by Vitality Tetap Stabil

Selain RRQ, Bigetron by Vitality berhasil mempertahankan posisi aman di papan atas.

Robot Merah menutup Phase 1 di peringkat keenam dengan 336 poin. Mereka mengumpulkan:

  • 2 Booyah
  • 211 eliminasi
  • 125 poin placement

Pada hari ketiga pekan kedua, Bigetron kembali memberikan performa solid dengan menempati posisi keempat pada perolehan poin harian. Mereka mencatatkan 97 poin sekaligus mengamankan satu Booyah di Solara.

Hasil tersebut membuat BTR cukup nyaman memasuki Phase 2 dan memiliki kesempatan lebih awal untuk mengamankan tiket Grand Finals.

ONIC Amankan Tiket untuk Mulai Lebih Awal

ONIC menjadi wakil Indonesia ketiga yang berhasil menembus Top 12.

Setelah melakukan perubahan roster dengan mendatangkan POOM, ONIC akhirnya menutup Phase 1 di peringkat ke-11 dengan 275 poin.

Mereka juga menjadi salah satu tim Indonesia yang membuka kebangkitan pada Week 2 setelah mengamankan Booyah di Nexterra pada hari pertama.

Meski posisinya relatif dekat dengan batas bawah Top 12, status tersebut tetap memberikan keuntungan penting: ONIC dapat bertanding lebih awal di Phase 2 dan memiliki kesempatan langsung untuk mengunci tiket Grand Finals.

EVOS Divine Nyaris Masuk Top 12

Performa EVOS Divine juga mengalami peningkatan dibandingkan pekan pertama.

Sang juara Esports World Cup: Free Fire 2025 berhasil mendapatkan Booyah perdana mereka di pekan kedua. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk membawa EVOS masuk ke 12 besar.

EVOS mengakhiri Phase 1 di peringkat ke-13 dengan 266 poin, hanya tertinggal satu poin dari Twisted Minds yang berada di posisi ke-12.

Selisih yang begitu tipis menunjukkan bahwa EVOS sebenarnya hanya membutuhkan tambahan kecil untuk mendapatkan keuntungan tampil pada Day 1 Phase 2.

Kini, mereka harus memulai perjuangan pada Day 2 dan kembali mengejar tim-tim yang sudah lebih dulu bertanding.

MBR Omega Harus Berjuang dari Day 2

MBR Omega berada tepat di belakang EVOS pada posisi ke-14 dengan 251 poin.

Sebagai debutan FFWS SEA yang datang sebagai juara FFNS 2026 Fall, hasil tersebut belum bisa dianggap buruk. MBR bahkan mampu mencatatkan dua Booyah sepanjang Phase 1.

Namun, jarak mereka dengan Top 12 membuat tim harus bekerja lebih keras pada Phase 2.

MBR akan memulai perjuangan dari hari kedua pekan ketiga, bersama EVOS Divine.

VAMOS Jadi Kejutan dari Malaysia

Salah satu kejutan lain pada pekan kedua datang dari Team VAMOS.

Tim Malaysia tersebut tampil sangat dominan pada hari kedua dengan mengumpulkan 113 poin, dua Booyah, dan 71 eliminasi.

Performa mereka semakin menarik karena VAMOS memainkan Juan, pemain asal Indonesia, pada pekan tersebut.

Hasil ini memperlihatkan bahwa persaingan FFWS SEA 2026 Fall tidak hanya berpusat pada tim-tim unggulan dari Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Tim-tim lain masih mampu menciptakan kejutan ketika mendapatkan momentum yang tepat.

Bagaimana Sistem Phase 2 FFWS SEA 2026 Fall?

Setelah Phase 1 selesai, persaingan kini memasuki Phase 2 Knockout Stage.

Pada pekan ketiga, tim yang finis di 12 besar Phase 1 akan mendapatkan keuntungan tampil lebih awal pada hari pertama. Artinya, RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC menjadi tiga wakil Indonesia yang akan membuka perjuangan Phase 2.

Setiap matchday memiliki peluang besar untuk menentukan siapa yang berhasil mengamankan tiket ke Grand Finals.

Dalam skenario yang ideal, dua tim teratas dari masing-masing matchday akan mendapatkan tiket langsung ke Grand Finals.

Dengan demikian, tiga wakil Indonesia yang tampil pada Day 1 memiliki kesempatan paling cepat untuk memastikan tempat di Surabaya.

Masih Ada Jalan bagi EVOS dan MBR

Kegagalan EVOS dan MBR masuk Top 12 bukan berarti perjalanan mereka berakhir.

Keduanya masih akan bertanding pada Day 2 Phase 2. Hasil terbaik dalam matchday tersebut tetap dapat membawa mereka langsung ke Grand Finals.

Apabila belum berhasil mengamankan tiket pada Phase 2, masih terdapat pekan keempat sebagai kesempatan terakhir.

Phase 4 akan menjadi jalur terakhir bagi tim-tim yang belum lolos. Pada fase tersebut, enam tim teratas dari klasemen keseluruhan akan melengkapi daftar peserta Grand Finals.

Lima Wakil Indonesia Masih Punya Peluang ke Surabaya

Dengan hasil Phase 1, Indonesia masih memiliki peluang untuk mengirimkan lima wakil sekaligus ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.

RRQ Kazu, Bigetron, dan ONIC memiliki kesempatan pertama pada Day 1 Phase 2. EVOS Divine dan MBR Omega kemudian akan menjalani perjuangan pada Day 2.

Jika seluruhnya mampu tampil maksimal, bukan tidak mungkin kelima wakil Indonesia akan hadir di Grand Finals Surabaya pada 19–20 September 2026.

Pertandingan pekan ketiga FFWS SEA 2026 Fall akan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026.

Setelah fase pertama menghasilkan banyak perubahan klasemen, Phase 2 kini menjadi medan yang jauh lebih menentukan. Bagi RRQ, BTR, dan ONIC, kesempatan berada di Day 1 harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Sementara EVOS dan MBR wajib menjadikan Day 2 sebagai momentum untuk mengejar tiket yang sama.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait