Setelah bertahun-tahun memicu berbagai teori dan perdebatan di kalangan penggemar, Square Enix akhirnya semakin terbuka mengenai arah penutup trilogi Final Fantasy VII Remake. Dalam wawancara terbaru, sutradara seri remake tersebut, Naoki Hamaguchi, mengungkapkan bahwa akhir cerita untuk trilogi ini sebenarnya sudah dipetakan sejak tahap awal pengembangan proyek.
Pernyataan tersebut muncul setelah pengumuman resmi Final Fantasy VII Revelation, game ketiga sekaligus penutup dari trilogi remake yang dimulai melalui Final Fantasy VII Remake pada 2020 dan dilanjutkan dengan Final Fantasy VII Rebirth pada 2024. Revelation dijadwalkan menjadi klimaks dari perjalanan Cloud Strife dan rekan-rekannya dalam menghadapi Sephiroth serta ancaman besar yang membayangi dunia.
Keterlibatan Yoshinori Kitase dan Komitmen Menjaga Fondasi Orisinal
Menurut Hamaguchi, tim pengembang tidak menyusun cerita secara spontan dari satu game ke game berikutnya. Sejak awal proyek dimulai, mereka sudah memiliki gambaran matang mengenai bagaimana kisah ini akan berakhir.
Bahkan produser sekaligus sosok penting di balik Final Fantasy VII original, Yoshinori Kitase, turut memberikan kontribusi besar terhadap konsep akhir cerita tersebut. Meski tidak membocorkan detail mengenai ending yang sedang dipersiapkan, Hamaguchi mengaku sangat percaya diri dengan hasil akhirnya.
Ia menyebut tim pengembang merasa puas dengan bagaimana seluruh benang merah cerita akhirnya terhubung menjelang penutupan trilogi. Pernyataan ini menjadi kabar yang cukup melegakan bagi banyak penggemar di seluruh dunia.
Sejak perilisan Final Fantasy VII Remake, Square Enix memang mengambil pendekatan yang berbeda dibandingkan game original tahun 1997 silam. Kehadiran entitas Whispers, visi masa depan, hingga misteri seputar takdir Zack Fair sempat memunculkan spekulasi bahwa alur cerita remake bisa saja menyimpang jauh dari materi aslinya.
Filosofi Desain yang Berani dan Ekspektasi Besar Menuju Revelation
Namun dalam beberapa kesempatan, Hamaguchi berulang kali menegaskan bahwa tujuan utama timnya tetap menghormati fondasi cerita Final Fantasy VII original. Walaupun terdapat perubahan urutan kejadian, penambahan karakterisasi, dan elemen baru untuk kejutan pemain lama, inti cerita dan tema utama yang membuat FF7 begitu ikonik tetap dipertahankan.
Pendekatan ini sebenarnya sudah terlihat sejak game pertama yang rilis enam tahun lalu. Alih-alih membuat remake satu banding satu, Square Enix memilih memperluas berbagai lokasi, karakter, dan konflik yang sebelumnya hanya mendapatkan porsi singkat di versi PlayStation klasik.
Menariknya, Hamaguchi juga menjelaskan filosofi pengembangannya terkait masukan komunitas. Ia mengaku tidak ingin terlalu bergantung pada opini mayoritas pemain ketika mengambil keputusan desain utama.
Menurutnya, berusaha menyenangkan semua orang justru berisiko menghasilkan game yang kehilangan identitas dan karakter uniknya. Karena itu, tim pengembang tetap berani mempertahankan sejumlah keputusan kreatif besar meskipun sempat menuai kritik dari sebagian pemain.
Salah satunya adalah keberadaan berbagai konten mini-game yang menjadi bagian penting dari pengalaman bermain di Rebirth dan disebut masih akan hadir dalam Revelation. Final Fantasy VII Revelation sendiri akan menjadi penutup ambisius dari proyek remake yang telah berjalan lebih dari setengah dekade.
Selain menyelesaikan konflik utama Cloud dan Sephiroth, game ini juga diharapkan memberikan jawaban atas berbagai misteri yang selama ini menggantung sejak Remake dan Rebirth. Dengan keyakinan tinggi yang ditunjukkan Hamaguchi serta keterlibatan langsung Kitase dalam penyusunan akhir cerita, ekspektasi terhadap Revelation kini semakin besar.