Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Bos Take-Two: Disc GTA 6 Udah Enggak Masuk Akal untuk Konsumen
CEO Take-Two Strauss Zelnick membela keputusan rilis GTA 6 tanpa disc fisik dan menyebut distribusi digital jauh lebih praktis.
Industry

Bos Take-Two: Disc GTA 6 Udah Enggak Masuk Akal untuk Konsumen

Aldonov Danoza - Minggu, 09 Agustus 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Keputusan Rockstar Games untuk tidak menghadirkan Grand Theft Auto 6 (GTA 6) dalam bentuk disc fisik kembali menjadi sorotan. CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, secara terbuka membela langkah tersebut dan menegaskan bahwa format disc sudah tidak lagi masuk akal bagi konsumen, khususnya untuk game berukuran sangat besar.

Dalam sesi tanya jawab investor usai laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027, Zelnick mengungkapkan bahwa portofolio bisnis Take-Two saat ini sudah didominasi oleh transaksi digital.

Bisnis kami lebih dari 90 persen didistribusikan secara digital. Bisnis ini sudah menjadi bisnis digital. Jadi dalam kondisi tertentu, terutama jika gamenya adalah game besar, disc, dan perlu saya tekankan saya mengatakan disc, sebenarnya tidak terlalu masuk akal bagi konsumen.

Strauss Zelnick, CEO Take-Two Interactive

Praktis Secara Digital dan Model Code-in-a-Box

Kemasan fisik game God of War Ragnarök yang menggunakan kode digital sebagai contoh pengganti disc.

Zelnick menambahkan bahwa mayoritas game modern tetap membutuhkan registrasi online dan koneksi internet sebelum dimainkan. Karena itu, mengunduh secara digital dinilai jauh lebih praktis tanpa perbedaan fungsi dengan media kepingan.

Selain itu, dalam kebanyakan kasus, kamu harus melakukan registrasi secara online untuk bermain. Jadi kalau kamu memang sudah terhubung ke internet, siapa yang peduli jika kamu mengunduhnya secara digital? Semuanya sama saja dan jauh lebih nyaman. Jadi menurut kami, ke sanalah dunia bergerak dan saya rasa Sony memahami hal tersebut. Kami tentu juga memahaminya. Bukan berarti kami tidak akan memiliki edisi fisik dari waktu ke waktu. Saya yakin kami akan tetap memilikinya, sama seperti masih adanya vinyl dalam bisnis musik rekaman. Namun dalam kondisi lainnya, itu memang tidak akan masuk akal.

Strauss Zelnick, CEO Take-Two Interactive

Meski tanpa disc, GTA 6 tetap dijual di toko retail melalui skema code-in-a-box, yaitu kemasan fisik yang berisi kode unduhan digital.

Menjelang perilisannya pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S, pembeli edisi kode ini tetap diperbolehkan melakukan pre-load mulai 12 November.

God of War Laufey Dipastikan Rilis dalam Versi Disc, Isyaratkan Jadwal Peluncuran Sebelum 2028

Pandangan Analis Industri dan Masa Depan Game Fisik

Penghematan biaya logistik serta pembatasan pasar game bekas menjadi alasan kuat di balik strategi ini. Analis Circana, Mat Piscatella, menilai skema ini tidak akan menurunkan minat beli pasar karena code-in-a-box sudah lumrah digunakan.

Grand Theft Auto 6 bukanlah game pertama atau satu-satunya yang menggunakan model code-in-a-box di rak toko. Praktik tersebut sudah cukup umum selama beberapa tahun. Ini adalah Grand Theft Auto VI, bagaimanapun juga.

Mat Piscatella, Analis Circana

Langkah Take-Two dan Rockstar ini sejalan dengan tren industri global, termasuk kebijakan Sony yang bersiap menyetop produksi disc game PS5 baru setelah Januari 2028.

Sebagai salah satu rilis terbesar dalam sejarah video game, skema pendistribusian GTA 6 diprediksi akan menjadi cetak biru baru bagi penjualan game AAA di masa depan.

PS5 Mulai Pasang Label Peringatan Soal Akhir Era Disc, Sony Tegaskan Arah ke Game Digital

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait