Coach Xepher Akui Kesulitan Hadapi Aturan Tak Boleh Gunakan Perangkat Elektronik di Asian Games 2026
Mobile Legends

Coach Xepher Akui Kesulitan Hadapi Aturan Tak Boleh Gunakan Perangkat Elektronik di Asian Games 2026

Ferdian Hidayat - Sabtu, 03 Oktober 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Timnas MLBB Indonesia baru saja kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan perjuangannya di Asian Games 2026.

Di balik keberhasilan mereka melaju hingga Grand Final dan membawa pulang medali perak, ada perjuangan berbeda yang harus dihadapi Coach Xepher selama menangani tim di Jepang.

Salah satunya datang dari aturan yang melarang pemain dan staf membawa perangkat elektronik ke dalam ruang tunggu tim.

Bagi tim esports, dalam hal ini MLBB yang terbiasa melakukan evaluasi pertandingan menggunakan berbagai perangkat, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri selama Asian Games 2026.

Bagi para penggemar MLBB yang mengikuti kompetisi seperti MPL ID, situasi ini mungkin terdengar cukup janggal.

Pasalnya, evaluasi setelah pertandingan menjadi bagian penting dalam persiapan sebuah tim, terutama untuk melihat kembali permainan, menemukan kesalahan, hingga menentukan hal yang perlu diperbaiki sebelum game berikutnya.

Dalam wawancara bersama Esports ID, Coach Xepher kemudian mengungkap bagaimana dirinya harus beradaptasi dengan kondisi tersebut dan melakukan evaluasi tanpa bantuan perangkat elektronik.

Baca juga:

Tanpa Faker di Final, Korea Selatan Tetap Pertahankan Emas League of Legends Asian Games 2026

Meski Gagal Dapat Medali, Coach Defiand Puji Perjuangan Tim PUBG Mobile di Asian Games 2026

Coach Xepher Usai Timnas MLBB Kalah 0-4 di Final Asian Games 2026: “Menurutku Pribadi Sangat Memalukan”

Coach Xepher Akui Kesulitan Evaluasi Tanpa Perangkat Elektronik

Via: Esports ID

Aturan tersebut akhirnya membuat pola evaluasi Timnas MLBB Indonesia berubah.

Coach Xepher yang biasanya bisa langsung membuka replay setelah pertandingan harus mencari cara lain untuk mengetahui bagian permainan yang perlu diperbaiki.

Tanpa perangkat elektronik di ruang tunggu tim, evaluasi tidak lagi bisa dilakukan dengan melihat ulang pertandingan secara detail.

Coach Xepher dan para pemain harus mengandalkan ingatan serta pengamatan mereka terhadap jalannya pertandingan.

Jujur, aku sedikit kewalahan. Soalnya kebiasaanku adalah ketika habis selesai game, kalau ada yang kurang atau apa, aku biasa melihat replay.

Kondisi tersebut membuat pembahasan setelah pertandingan lebih banyak berfokus pada gambaran besar permainan.

Detail-detail kecil yang biasanya bisa ditemukan melalui replay menjadi lebih sulit untuk dibahas secara langsung.

Tapi karena kita nggak punya gadget dan perangkat lainnya, akhirnya secara keseluruhan kita cuma ngomongin big picture-nya saja. Jadi untuk membahas detailnya pun jadi lebih sulit menurut aku.

Meski demikian, Coach Xepher tidak ingin menjadikan aturan tersebut sebagai alasan atas hasil yang diraih Indonesia.

Menurutnya, seluruh tim yang tampil di Asian Games 2026 juga menghadapi kondisi yang sama sehingga setiap tim harus mampu beradaptasi.

Tapi itu juga bukan alasan, karena tim-tim lain juga harusnya mengalami hal yang sama. Bagiku, ini lebih kepada pengalaman penting.

Coach Xepher Harus Evaluasi Cepat Tanpa Bantuan Assistant Coach

Via: Esports ID

Tantangan berikutnya datang dari waktu jeda antargame yang sangat singkat.

Setelah satu pertandingan selesai, Coach Xepher hanya memiliki sekitar dua hingga tiga menit untuk mengevaluasi permainan sekaligus mempersiapkan game berikutnya.

Dalam waktu tersebut, berbagai persoalan di dalam game harus segera ditemukan.

Komunikasi tim, kesalahan permainan, hingga kebutuhan untuk melakukan perubahan dalam draft harus dibicarakan sebelum pertandingan berikutnya dimulai.

Jadi kita harus bisa maintain banget. Break-nya itu cuma dua atau tiga menit. Kita harus bisa dalam waktu tiga menit memperbaiki semua problem yang ada di dalam game, dari segi komunikasi dan lainnya, sekaligus mempersiapkan drafting berikutnya.

Situasi tersebut semakin menantang karena assistant coach tidak dapat ikut masuk ke dalam ruang tunggu tim.

Artinya, Coach Xepher harus mengandalkan pandangan dan analisisnya sendiri untuk menentukan hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum pertandingan kembali dimulai.

Soalnya dari segi assistant coach juga nggak bisa ikut masuk. Jadi benar-benar berdasarkan view aku sendiri.

Dengan waktu yang sangat terbatas, Coach Xepher bukan hanya dituntut untuk menemukan solusi dari sisi permainan.

Ia juga harus memastikan para pemain tetap memiliki mental yang siap untuk kembali bertanding.

Dalam waktu dua menit itu aku harus bisa seefektif mungkin, seefisien mungkin, dan kalau bisa juga membangkitkan mental pemain.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pengalaman berbeda yang harus dihadapi Coach Xepher selama mendampingi Timnas MLBB Indonesia di Asian Games 2026.

Tanpa perangkat elektronik dan dengan waktu evaluasi yang sangat singkat, dirinya dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat di tengah tekanan pertandingan.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait