Esports Nations Cup (ENC) 2026 resmi mengumumkan daftar roster League of Legends dari berbagai negara yang akan berlaga pada turnamen perdana berbasis tim nasional tersebut. Pengumuman ini langsung menyita perhatian komunitas esports dunia karena menghadirkan deretan pemain terbaik yang biasanya saling berhadapan di level organisasi profesional, tetapi kini akan bersatu membela negara masing-masing.
Format Kompetisi Unik dan Jadwal Pertandingan di Riyadh
Ajang ini menjadi salah satu kompetisi internasional paling ambisius tahun ini karena menggunakan format tim nasional di mana setiap negara mengirimkan perwakilan terbaiknya. Turnamen League of Legends di Esports Nations Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 29 November 2026 di Riyadh, Arab Saudi.
Sebanyak 32 negara akan berpartisipasi dalam babak utama, dengan 16 negara memperoleh undangan langsung berdasarkan akumulasi poin kekuatan roster sedangkan sisanya diperebutkan melalui babak kualifikasi regional. Kehadiran format tim nasional ini membuat banyak penggemar penasaran dengan kombinasi pemain impian yang selama ini hanya menjadi angan-angan belaka bagi kamu.
Dominasi Kekuatan Skuad Elite Korea Selatan dan China

Sorotan utama tentu saja tertuju kepada Korea Selatan yang kembali diperkuat oleh sederet pemain elite dari kompetisi LCK. Negara tersebut dikenal sebagai kekuatan terbesar dalam sejarah kompetitif League of Legends berkat konsistensi mereka meraih berbagai gelar internasional bergengsi, termasuk World Championship maupun Mid-Season Invitational.
Kubu China juga tampil tidak kalah mengesankan dengan komposisi tim nasional yang diisi oleh para pemain bintang dari liga domestik LPL. Kombinasi pengalaman bertanding, kemampuan mekanik yang tinggi, serta kedalaman strategi yang matang menjadikan China sebagai salah satu favorit terkuat untuk mengangkat trofi juara.
Lahirnya Super Team Eropa dan Sengitnya Babak Play-In
Sementara itu, negara-negara Eropa menghadirkan sejumlah nama populer dari LEC untuk membentuk tim impian nasional yang selama ini hanya menjadi bahan diskusi hangat komunitas. Hal serupa juga terlihat pada regional Amerika Utara yang mengandalkan talenta-talenta terbaik dari kawasan LTA North demi menjaga genggaman dominasi mereka.
Bagi 24 negara yang belum mendapatkan undangan langsung, babak Play-In akan menjadi pintu masuk utama yang harus dilewati dengan format double round robin best-of-one. Konsep ini membawa warna baru bagi ekosistem profesional karena memaksa para pemain yang semula rival di liga lokal untuk bekerja sama demi kebanggaan negara kamu masing-masing.