Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Riot Sembunyikan Statistik League Classic demi Kembalikan Sensasi Eksperimen
Riot Games putuskan sembunyikan statistik publik League Classic demi kembalikan sensasi eksplorasi dan eksperimen ala era awal LoL.
League of Legends

Riot Sembunyikan Statistik League Classic demi Kembalikan Sensasi Eksperimen

Aldonov Danoza - Rabu, 29 Juli 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Riot Games mengambil langkah yang tidak biasa menjelang peluncuran League Classic. Berbeda dengan League of Legends modern yang dipenuhi berbagai situs statistik seperti OP.GG, U.GG, hingga Lolalytics, mode klasik ini justru tidak akan menyediakan akses terhadap data publik seperti win rate champion, build terbaik, atau statistik item melalui API resmi.

Keputusan tersebut memicu diskusi di kalangan komunitas. Sebagian pemain mempertanyakan alasan Riot menutup data yang selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dari ekosistem League of Legends, sementara sebagian lainnya menyambut positif langkah tersebut untuk menghidupkan kembali esensi permainan yang kompetitif namun eksploratif.

Statistik Tidak Lagi Menjadi Panduan Utama

Perdebatan bermula setelah seorang pemain berhasil mengumpulkan data sekitar 10.000 pertandingan League Classic melalui Riot API di server PBE.

Data tersebut digunakan untuk menghitung win rate champion, item terbaik, hingga counter pick, sebelum akhirnya akses terhadap data pertandingan tersebut ditutup secara permanen oleh pihak pengembang.

Keputusan tersebut ternyata memang disengaja oleh Riot Games untuk mendorong pemain agar kembali mengandalkan pengalaman bermain, diskusi komunitas, dan proses trial and error dibanding langsung mencari jawaban instan melalui angka statistik.

Tidak akan ada data publik yang dibagikan, seperti win rate dan statistik lainnya. Tujuannya adalah menghadirkan kembali sisi RPG dari game ini, sehingga pemain bisa membangun gaya bermain mereka sendiri dengan lebih sedikit 'panduan'. Kamu diharapkan menemukan sendiri apa yang berhasil dan apa yang tidak melalui pengalaman bermain.

Phreak, Lead Gameplay Designer Riot Games

Riot Ingin Pemain Bereksperimen Lagi

Melalui mode ini, Riot ingin menghidupkan kembali masa ketika pemain mencoba berbagai kombinasi item, rune, mastery, hingga strategi lane tanpa mengetahui mana yang paling optimal secara matematis.

Kreativitas pemain yang selama ini perlahan berkurang akibat mayoritas langsung mengikuti build dengan persentase kemenangan tertinggi diharapkan bisa kembali tumbuh secara organik.

Baca Juga :

Riot Sembunyikan Statistik League Classic demi Kembalikan Sensasi Eksperimen

Patch VALORANT 13.02 Resmi Hadir, Phoenix Kena Nerf dan Mode Retakes Makin Seru

Google Beri Easter Egg Khusus Faker, Pengakuan untuk Sang Unkillable Demon King

Pendekatan ini juga membuat setiap pertandingan terasa lebih penuh kejutan karena pemain belum tentu menggunakan build yang serupa satu sama lain, menjadikan eksplorasi sebagai kunci utama dalam meraih kemenangan.

League Classic Merupakan Kumpulan Greatest Hits

Dalam penjelasan resminya, Riot menegaskan bahwa League Classic bukanlah salinan persis dari satu musim tertentu. Mode ini mengambil berbagai elemen terbaik dari era awal League of Legends, mulai dari champion sebelum mendapatkan rework, Summoner Spell lawas seperti Fortify, item klasik seperti Frozen Mallet dan Atma's Impaler, hingga peta Summoner's Rift bergaya lama.

Kami memulai dari Season 3 sebagai fondasi, tetapi League Classic lebih merupakan kumpulan 'greatest hits' daripada representasi satu titik waktu tertentu.

Riot Yina, Developer Riot Games

Dengan tidak adanya akses API untuk statistik publik, pemain benar-benar harus kembali mengandalkan insting, eksperimen, serta pengalaman pribadi untuk menemukan kombinasi terbaik, persis seperti ketika League of Legends pertama kali populer lebih dari satu dekade lalu.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait