FrosT Buka Suara soal Keluar dari Global Esports: Konflik Internal, PatMen, hingga Alasan Gabung FULL SENSE
FrosT
Valorant

FrosT Buka Suara soal Keluar dari Global Esports: Konflik Internal, PatMen, hingga Alasan Gabung FULL SENSE

MikeApalah - Senin, 06 Juli 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Mantan pelatih Global Esports, FrosT, akhirnya angkat bicara mengenai keputusannya meninggalkan organisasi tersebut usai VALORANT Masters London 2026. Dalam podcast Spike Talk, ia membeberkan kronologi konflik internal yang telah berlangsung sejak sebelum turnamen dimulai, pandangannya mengenai peran PatMen, filosofi kepelatihannya, hingga alasan menerima pinangan FULL SENSE.

Menurut FrosT, permasalahan di dalam tim bukan muncul secara tiba-tiba setelah Masters London berakhir. Bibit konflik justru sudah terlihat sejak tim masih menjalani persiapan di Ho Chi Minh City, Vietnam.


Konflik Sudah Terjadi Sebelum Masters London

FrosT mengungkapkan bahwa ia telah merasakan adanya masalah internal bahkan sebelum Global Esports berangkat ke London. Meski menyadari situasi tersebut, ia memilih untuk tidak membicarakannya kepada publik selama masih menjadi bagian dari organisasi.

Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak terbiasa membicarakan orang lain di belakang mereka. Jika memiliki masalah, ia lebih memilih menyampaikannya secara langsung kepada pihak yang bersangkutan.

Pelatih asal Amerika Serikat itu juga mengaku sudah memperkirakan situasi tersebut akan berujung pada masalah yang lebih besar. Namun, saat itu fokus utamanya tetap membawa tim meraih hasil terbaik di turnamen.

PatMen Bukan Satu-satunya Pihak yang Bertanggung Jawab

Salah satu topik yang paling banyak dibahas dalam podcast tersebut adalah keterlibatan PatMen.

FrosT mengakui bahwa PatMen memang menjadi sosok yang paling vokal dalam konflik internal. Meski begitu, ia menilai publik keliru apabila seluruh kesalahan hanya diarahkan kepada satu orang.

Menurutnya, ada sosok lain yang memiliki tanggung jawab yang sama besar, tetapi memilih untuk tidak mengambil langkah yang bisa meredam situasi sejak awal. Meski mengetahui identitas orang tersebut, FrosT menolak mengungkap namanya karena merasa kondisi yang terjadi sudah cukup sulit tanpa harus menyeret lebih banyak pihak ke ruang publik.

Kecewa Karena Tidak Pernah Ada Diskusi Terbuka

Hal yang paling mengecewakan bagi FrosT bukanlah adanya kritik dari pemain, melainkan proses komunikasi yang menurutnya tidak pernah benar-benar terjadi.

Ia mengatakan bahwa tidak pernah ada diskusi langsung mengenai berbagai keluhan yang akhirnya berujung pada keputusan organisasi. Bahkan, menurut pengakuannya, beberapa pemain yang disebut memiliki masalah dengannya juga mengklaim tidak pernah secara langsung menyampaikan keluhan tersebut kepada manajemen.

Bagi FrosT, kondisi tersebut sangat berbeda dibanding pengalaman-pengalamannya di tim lain. Ia terbiasa menghadapi konflik melalui percakapan langsung, meski diskusi tersebut berlangsung keras sekalipun.

Soroti Mentalitas Tim Setelah Kekalahan

FrosT juga mengulas performa Global Esports di VALORANT Masters London 2026.

Menurutnya, yang paling membuatnya frustrasi bukan sekadar kekalahan, melainkan cara tim kehilangan pertandingan setelah sempat memegang keunggulan di beberapa map.

Ia merasa menjadi satu-satunya orang yang benar-benar marah atas hasil tersebut. FrosT membedakan antara rasa sedih dan marah setelah kalah. Baginya, rasa marah lahir dari keinginan untuk memperbaiki kesalahan dan menjadi bahan bakar agar tim berkembang, sedangkan rasa sedih saja tidak cukup untuk membangun mental juara.

Ia menegaskan bahwa kalah dari lawan yang memang lebih baik masih bisa diterima, tetapi kehilangan pertandingan karena gagal mempertahankan keunggulan merupakan hal yang tidak boleh dianggap wajar.

Filosofi Kepelatihan: Menang Adalah Prioritas

Dalam podcast tersebut, FrosT juga menanggapi reputasinya sebagai salah satu pelatih yang paling keras di skena VALORANT.

Ia mengakui bahwa dirinya memang sulit diajak bekerja sama apabila standar yang diinginkannya tidak dipenuhi. Namun, menurutnya, hal itu lahir dari ambisi untuk menang, bukan karena persoalan pribadi.

FrosT menegaskan bahwa ia tidak datang untuk menjadi teman para pemain. Fokus utamanya sebagai pelatih adalah membawa tim meraih kemenangan.

Ia juga menjelaskan bahwa sikap keras tersebut hanya muncul ketika berada dalam lingkungan kompetitif. Di luar pertandingan, ia mengaku memiliki kepribadian yang jauh lebih santai dan mudah bergaul.

Crws dan Primmie Jadi Alasan Gabung FULL SENSE

FrosT kemudian menjelaskan bagaimana proses kepindahannya ke FULL SENSE terjadi.

Menurutnya, Crws dan primmie menjadi faktor terbesar yang membuatnya menerima tawaran tersebut. Ia mengungkapkan bahwa FULL SENSE sebenarnya sempat ragu merekrutnya karena dinamika yang terjadi pada bursa transfer sebelumnya.

Ketika konflik di Global Esports semakin memanas dan organisasi memintanya memperbaiki hubungan dengan sejumlah pihak, FrosT langsung menghubungi Crws untuk memastikan apakah tawaran bergabung masih tersedia.

Setelah mendapat jawaban positif, ia memutuskan untuk menyampaikan kepada Global Esports bahwa dirinya lebih memilih meninggalkan organisasi dibanding melanjutkan situasi yang menurutnya sudah tidak sehat.

FrosT mengakui keputusan tersebut membuatnya kehilangan sebagian pemasukan. Namun, ia merasa jauh lebih lega setelah resmi berpisah dengan Global Esports dan kembali bekerja bersama pemain-pemain yang sudah dikenalnya.

FrosT Akhirnya Ungkap Versinya

Podcast Spike Talk menjadi kesempatan pertama bagi FrosT untuk menjelaskan secara rinci sudut pandangnya mengenai perpisahan dengan Global Esports.

Ia menggambarkan bagaimana konflik internal telah berlangsung sejak sebelum VALORANT Masters London 2026, mengkritik minimnya komunikasi langsung di dalam organisasi, serta menjelaskan bahwa keputusannya bergabung dengan FULL SENSE dilandasi keinginan untuk kembali membangun proyek kompetitif bersama orang-orang yang telah memiliki visi yang sama.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Berita Terkait