Leviatán resmi menjadi juara VALORANT Masters London 2026 setelah mengalahkan Paper Rex dengan skor 3-2 pada grand final yang berlangsung sengit. Kemenangan ini mengantarkan tim asal Amerika Selatan tersebut membawa pulang hadiah utama sebesar US$350.000 sekaligus trofi Masters.
Gelar ini menjadi salah satu pencapaian paling mengesankan dalam sejarah kompetitif VALORANT. Setelah tampil dominan pada fase Swiss Stage, Leviatán justru harus turun ke lower bracket sejak awal playoff. Namun alih-alih tersingkir, mereka berhasil menciptakan salah satu lower bracket run terbaik yang pernah terjadi di panggung internasional VALORANT.

Sempat Dikalahkan Paper Rex di Awal Playoff
Perjalanan Leviatán menuju gelar juara dimulai dengan performa solid di Swiss Stage. Mereka sukses mengalahkan Global Esports dan NRG untuk mengamankan tiket ke babak playoff.
Namun langkah mereka sempat terhenti ketika berhadapan dengan Paper Rex pada laga pembuka playoff. Dalam pertandingan tersebut, Leviatán harus mengakui keunggulan wakil Asia Pasifik itu dengan skor 0-2.
Kekalahan tersebut ternyata menjadi satu-satunya noda dalam perjalanan Leviatán sepanjang turnamen.
Menumbangkan Deretan Favorit Juara dari Lower Bracket
Setelah terlempar ke lower bracket, Leviatán menghadapi jalur yang jauh lebih sulit dibandingkan tim lainnya. Mereka harus menghadapi sejumlah kandidat juara secara beruntun.
Tim asal Amerika Selatan itu sukses menyingkirkan juara VCT EMEA, Team Heretics, sebelum melanjutkan momentum dengan mengalahkan XLG Esports. Perjalanan mereka berlanjut dengan kemenangan atas Team Vitality dan juara VCT China, EDward Gaming.
Di atas kertas, Leviatán kerap dianggap sebagai underdog dalam pertandingan-pertandingan tersebut. Namun mereka mampu membuktikan kualitasnya dengan menyingkirkan satu demi satu tim unggulan untuk mengamankan tempat di grand final.

Grand Final Berjalan Dramatis Hingga Map Kelima
Pada laga puncak, Paper Rex sempat terlihat berada di jalur yang tepat untuk meraih gelar juara. Mereka membuka pertandingan dengan kemenangan telak 13-2 pada map pertama.
Leviatán kemudian bangkit dan menyamakan kedudukan setelah memenangkan map kedua. Namun Paper Rex kembali unggul usai mengamankan map ketiga dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengangkat trofi.
Dalam situasi tertekan, Leviatán menunjukkan mental juara. Mereka berhasil memenangkan map keempat yang berlangsung ketat meski beberapa kali Paper Rex terlihat nyaris mengunci kemenangan.
Pertandingan pun berlanjut ke map penentuan. Pada map kelima, Leviatán tampil luar biasa dan mendominasi permainan sejak awal hingga akhir. Mereka menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 13-5 untuk memastikan gelar VALORANT Masters London 2026.
Hasil tersebut mengukuhkan perjalanan luar biasa Leviatán sebagai salah satu comeback terbaik dalam sejarah turnamen VALORANT internasional.
Fokus Beralih ke Esports World Cup 2026
Berakhirnya Masters London menandai dimulainya persiapan menuju Esports World Cup 2026 yang akan berlangsung di Prancis.
Sebagian besar tim peserta Masters London akan langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju turnamen tersebut. Berkat performa impresif sepanjang turnamen, Paper Rex kini diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat juara di Esports World Cup.
Namun berbeda dengan rival-rivalnya, Leviatán tidak berhasil lolos ke ajang tersebut. Artinya, sang juara Masters London harus kembali ke negaranya dan tidak akan melanjutkan momentum kemenangan mereka di panggung EWC 2026.
Situasi tersebut membuka peluang bagi tim-tim besar lain seperti Team Vitality dan EDward Gaming untuk bersaing memperebutkan gelar juara berikutnya.