Hideaki Itsuno Bangun Studio Baru, Rekrut Veteran Capcom untuk Proyek Misterius
Other

Hideaki Itsuno Bangun Studio Baru, Rekrut Veteran Capcom untuk Proyek Misterius

Aldonov Danoza - Rabu, 27 Agustus 2025
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Hideaki Itsuno, kreator di balik sejumlah game ikonik Capcom seperti Devil May Cry dan Dragon’s Dogma, kini resmi memperkuat Lightspeed Studios Japan dengan membuka kantor baru di Osaka.

Yang membuat langkah ini semakin menarik adalah keputusannya untuk membawa serta “royalti” Capcom—penulis naskah, desainer karakter, hingga ilustrator legendaris yang pernah menggarap Street Fighter, Power Stone, hingga Darkstalkers. Dengan masuknya Toshihiro Nakagawa, Daigo Ikeno, dan Bengus, publik pun langsung berspekulasi: apa sebenarnya yang sedang dipersiapkan Itsuno?

Potensi Arah Kreatif dan Ambisi AAA

Jika melihat sejarah kolaborasi mereka, kombinasi Nakagawa dan Ikeno kerap melahirkan dunia penuh gaya (stylish action) dengan narasi yang memikat. Bengus, di sisi lain, punya gaya ilustrasi yang kuat membentuk identitas visual Street Fighter hingga Darkstalkers.

Kehadiran mereka membuka kemungkinan bahwa proyek Lightspeed Osaka akan tetap berada di ranah action stylish dengan karakter penuh karisma—ciri khas Itsuno. Menariknya, jarang ada studio Jepang yang berani mengembangkan AAA IP orisinal dari titik nol.

Fakta bahwa Tencent mempercayakan investasi besar pada Itsuno menunjukkan harapan lahirnya game yang bisa menyaingi skala global, mungkin bahkan menargetkan pasar barat dengan cita rasa Jepang yang kuat.

Dampak pada Industri dan Pertanyaan yang Belum Terjawab

Jika proyek ini sukses, Lightspeed Osaka bisa jadi contoh baru bahwa talenta veteran Jepang masih punya ruang besar di luar Capcom, Square Enix, atau Bandai Namco. Bisa saja kelak muncul tren “eksodus kreator veteran” yang mencari kebebasan kreatif di luar publisher besar.

Belum ada bocoran resmi soal genre atau platform, tapi pola rekam jejak Itsuno memberi indikasi kuat: action combat, narasi kuat, dan karakter memorable. Pertanyaannya, apakah ia akan tetap mengusung dunia fantasi ala Dragon’s Dogma, atau justru kembali ke arena urban gothic stylish ala Devil May Cry?

Dengan semua nama besar yang terlibat, proyek ini bisa jadi salah satu game paling ditunggu dari Jepang di era konsol saat ini. Spekulasinya: sebuah IP baru dengan DNA Devil May Cry, dikemas dalam skala AAA modern dengan dukungan dana Tencent.

Baca Juga :

Esports Kapolri Cup 2026: Polda Metro Jaya Juara MLBB, Kapolri Dorong Peserta Tahun Depan Naik 10 Kali Lipat

HARGAI 2026: UniPin Dorong Game Lokal Indonesia Tembus Pasar Global

Games of the Future 2026 Resmi Berakhir, Ini Para Juaranya!

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait