Kreator NieR: Automata Sebut AI Musnahkan Karier Game Developer dalam 50 Tahun
Other

Kreator NieR: Automata Sebut AI Musnahkan Karier Game Developer dalam 50 Tahun

Aldonov Danoza - Senin, 28 April 2025
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Yoko Taro, kreator di balik suksesnya NieR: Automata maupun seri NieR lainnya yang populer, baru-baru ini klaim mengenai potensi dampak AI terhadap industri game. Pada wawancara untuk promosikan game terbarunya, yakni Hundred Line, Taro klaim keyakinannya bahwa AI berpotensi membuat semua game developer kehilangan pekerjaannya dalam kurun waktu 50 tahun mendatang. Ia bahkan membandingkan nasib para game developer di masa depan dengan para penyair zaman dahulu.

Taro yang terkenal dengan game NieR: Automata, berpendapat bahwa dalam waktu dekat, perkembangan AI akan memungkinkan kamu utnuk beralih dari meniru gaya kreator favorit mereka menjadi memiliki skenario game yang dihasilkan sepenuhnya oleh AI.

Menurutnya, AI akan mampu menentukan preferensi pengguna dan dengan mahir menghasilkan alur cerita bercabang yang sesuai dengan keinginan, kemampuan rekomendasi AI akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Pandangan Taro ini berbeda dengan tokoh industri game lainnya, Daniel Vavra selaku sutradara dari Kingdom Come: Deliverance 2 berharap AI dapat mempercepat proses penggarapan game, karena ia memiliki lebih banyak ide bila dibandingkan dengan waktu kerjanya. Di lain hal, CEO Take-Two, Strauss Zelnick percaya bahwa AI tidak akan menyebabkan hilangnya pekerjaan, bahkan berpotensi meningkatkan lapangan kerja.

Josef Fares, sutradara dari Split Fiction dan It Takes Two memiliki pandangan yang lebih netral. Ia menyarankan bahwa para game developer bisa elaborasi dengan AI dibandingkan menentangnya. Menyebut teknologi ini sebagai sesuatu yang "menakutkan sekaligus menarik."

Perdebatan mengenai peran dan dampak AI dalam industri kreatif, termasuk game terus menjadi topik hangat dengan berbagai kekhawatiran mengenai potensi hilangnya pekerjaan, serta kasus plagiarisme.

Potensi Yoko Taro yang cukup ekstrim ini memicu diskusi lebih lanjut mengenai masa depan industri game, serta peran orang yang ada di dalamnya. Meski pandangannya mungkin tampak suram bagi para pengembang, perkembangan AI di industri game masih dalam tahap awal, dan dampaknya pun masih belum bisa diketahui sepenuhnya.

Baca Juga :

Debut Global HoK: ACE di gamescom 2026, Bareng HoK World dan AoV! Sudah Siap?

Esports Kapolri Cup 2026: Polda Metro Jaya Juara MLBB, Kapolri Dorong Peserta Tahun Depan Naik 10 Kali Lipat

HARGAI 2026: UniPin Dorong Game Lokal Indonesia Tembus Pasar Global

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait