Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Mantan Bos Blizzard Sarankan Pemain untuk Beri Tip kepada Developer setelah Tamatkan Gamenya
Other

Mantan Bos Blizzard Sarankan Pemain untuk Beri Tip kepada Developer setelah Tamatkan Gamenya

Aldonov Danoza - Senin, 15 April 2024
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Mike Ybarra, mantan CEO dari Blizzard memberikan pendapatnya terkait pemain yang menikmati video game. Menurutnya, pengalaman menarik ketika bermain video game tersebut patut diberikan apresiasi kepada studio pengembang game tersebut. Sehingga memberikan tip pun adalah hal yang baik bagi para gamer untuk pengembangan lebih lanjut oleh developer di game selanjutnya.

"Ketika aku menamatkan game, ada hal yang membuat aku terkesima dengan pengalaman bermain game tersebut. Aku berpikir 'aku ingin setidaknya memberikan mereka 10 atau 20 USD (160 Ribu - 321 Ribu Rupiah) karena hal tersebut sangat layak dan lebih dari 70 USD (1,124 Juta Rupiah) dan mereka tidak mencoba untuk meraup receh aku setiap detiknya," jelas Ybarra di akun Twitter miliknya @Qwik.

Ybarra dengan pendapatnya tersebut menurutnya pasti memang ada yang tidak setuju dengannya, namun ia melihat dari sisi lain bahwa skenario terkait tip pascamenamatkan game tersebut bukanlah sebuah todongan dari developer kepada pemainnya.

Game yang Ybarra maksud adalah seperti Horizon: Zero Dawn, God of War, Red Dead Redemption, Baldur's Gate 2, serta Elden Ring yang menjadi pilihan untuk skena tipping yang ia maksud. Game tersebut memiliki skenario yang unik serta plot yang menarik bagi pemain untuk ditamatkan, layaknya menonton sebuah film maupun memasuki dunia baru dalam video game.

Skena tipping dalam sebuah video game pun memang tidaklah banyak, dan bahkan ada di beberapa developer indie yang memang tidak memiliki bujet lebih dalam membangun game tersebut. Contohnya Itch.io, dan beberapa situs developer game indie lainnya. Namun untuk game AAA, masih belum ada yang membuka skena tipping tersebut.

Pada generasi ini, memang beberapa konsol game dan video game tersebut sudah naik harganya hingga mencapai 1 Juta Rupiah, dengan beberapa layanan yang diwajibkan untuk online multiplayer seperti PlayStation Plus, Game Pass, dan sebagainya yang menjadi faktor utama developer agar dapat meraup keuntungan dan mengembangkan game miliknya.

Namun kasus tersebut terbilang sebagai dua mata pisau, dimana ada beberapa developer yang menambahkan microtransaction tambahan di luar dari DLC, yang menuai kontra bagi para gamer yang sudah menghabiskan uang jutaan rupiah untuk membeli gamenya, dan berakhir merogoh kocek lebih dalam untuk membeli Battle Pass, maupun hal lainnya demi menunjang kualitas bermain.

Blizzard adalah publisher dan developer yang terkenal dengan game berbasis berlangganan bulanan seperti World of Warcraft, serta game free-to-play dengan microtransaction seperti Overwatch 2, maupun card pack di game Hearthstone.

Baca Juga :

'Orion' dari YOASOBI Jadi Surat Cinta untuk Kisah Genji, Hanzo, dan Kiriko di Overwatch

Echo Esports Gandeng G2A untuk Partnership Panjang di World of Warcraft

Overwatch 2 Resmi Kolaborasi dengan Persona 5, Hadirkan Skin Ikonik Phantom Thieves

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait