Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Mortdog Buka Suara Terkait Isu Kekakuan Kompetitif di Teamfight Tactics
League of Legends

Mortdog Buka Suara Terkait Isu Kekakuan Kompetitif di Teamfight Tactics

Aldonov Danoza - Rabu, 03 September 2025
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Komunitas Teamfight Tactics (TFT) belakangan ramai membicarakan soal menurunnya fleksibilitas strategi di level kompetitif. Isu ini memunculkan utas populer di Reddit yang ditulis oleh CHRISTOPHO, pemain Challenger yang mengeluhkan TFT tidak lagi menyenangkan untuk dimainkan. Merespons hal itu, Stephen “Mortdog” Mortimer, Gameplay Director TFT di Riot Games, akhirnya buka suara.

Masalah Komitmen Dini dan Kurangnya Fleksibilitas

Mortdog menyoroti salah satu keluhan utama komunitas: pemain dipaksa melakukan komitmen strategi terlalu dini, bahkan sejak stage 2-1. Dampaknya, fleksibilitas jadi hilang dan ruang skill expression di level kompetitif berkurang. Ia juga mengakui bahwa komposisi yang ada sekarang terlalu teroptimalisasi, sehingga mid-game pivot hampir mustahil.

Vertical Traits dan Tantangan Desain

Terkait vertical traits, Mortdog melihat diskusinya lebih kompleks. Ia mencontohkan komposisi Varus/TF/Zyra yang hampir tak mengandalkan trait, serta Malphite Snipers yang lebih menekankan kekuatan unit daripada stacking trait.

Mortdog pesimis ide untuk mengembalikan unit support bisa efektif. Menurutnya, unit support justru akan menambah masalah optimisasi baru, bukan memperbaiki fleksibilitas.

Keseimbangan Antara Aksesibilitas dan Kompetisi

Mortdog menegaskan masalah mendasar TFT ada pada sifat optimisasi itu sendiri. Selama balance tidak benar-benar sempurna, pemain akan selalu melihat ada pilihan optimal yang mengalahkan lainnya.

Pernyataan ini menegaskan tantangan terbesar Riot: menciptakan meta yang tetap kompetitif tanpa mengorbankan fleksibilitas yang menjadi daya tarik utama TFT di masa awal perilisannya.

Harapan Komunitas dan Masa Depan TFT

Walau belum mengumumkan solusi konkret, Mortdog memastikan tim pengembang juga merasakan frustrasi yang sama saat bermain. Ia menegaskan Riot sedang aktif mencari cara untuk meningkatkan pengalaman kompetitif.

TFT kini sudah memasuki tahun keenam dan mendapat dukungan besar untuk ekosistem kompetitif, termasuk TFT Vegas Open dan kejuaraan dunia. Komunitas pun berharap Riot bisa mengembalikan momen-momen pivot dan improvisasi yang dulu jadi ciri khas permainan ini.

Baca Juga :

LEC Summer Finals 2026 Resmi Digelar di Nice, Prancis, Tiga Tiket Worlds Jadi Taruhan

G2 Akhiri Kutukan Tujuh Tahun atas T1 di Panggung MSI 2026

Mortdog Tinggalkan Riot Games Setelah Hampir 10 Tahun Berkarier

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait