MPL ID S18: Kiboy Akui Ada yang Berbeda Main di Playoff Tanpa Kehadiran Sanz
Mobile Legends

MPL ID S18: Kiboy Akui Ada yang Berbeda Main di Playoff Tanpa Kehadiran Sanz

MikeApalah - Rabu, 04 November 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ONIC harus rela melepas ambisinya merebut gelar juara MPL ID S18. Absennya Sanz di Playoff menjadi salah satu penyebab menurunnya tim berjuluk "Raja Langit" tersebut.

Roamer ONIC Esports, Kabuki “Kiboy”, mengakui bahwa bermain di babak playoffs MPL Indonesia Season 18 (MPL ID S18) tanpa kehadiran Gilang “Sanz” terasa berbeda. Menurutnya, perubahan komposisi pemain di tengah musim membuat ONIC harus beradaptasi dalam waktu yang sangat singkat.

Baca juga:

Alter Ego Singkirkan ONIC 3-1, Kairi Cs Jadi Tim Pertama yang Pulang di Playoff MPL ID S18

[EKSKLUSIF] BALOYSKIE JAWAB SIAPA MID LANER ONIC JELANG PLAYOFF MPL ID S18, KILLUA ATAU SANZ?

Kiboy Sebut Royal Derby Kini Sudah Tak Berkesan, Ini Alasannya!

Kiboy mengungkapkan bahwa dirinya sudah terbiasa bermain bersama Sanz selama bertahun-tahun. Karena itu, absennya sang rekan menjadi perubahan yang cukup terasa ketika ONIC harus menghadapi persaingan di babak playoffs.

Pernyataan tersebut disampaikan Kiboy ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai pengalamannya bertanding tanpa Sanz. Ia juga menyoroti proses adaptasi bersama Killua, yang kembali dari masa rehatnya sepanjang musim lalu.

Baca Juga :

MPL ID S18: Kiboy Akui Ada yang Berbeda Main di Playoff Tanpa Kehadiran Sanz

Alter Ego Singkirkan ONIC 3-1, Kairi Cs Jadi Tim Pertama yang Pulang di Playoff MPL ID S18

Ratusan Gamer Padati Playoff MPL ID S18 di Surabaya, Alter Ego dan ONIC Siap Berebut Kemenangan


Kiboy Sebut Bermain Tanpa Sanz Terasa Berbeda

Kiboy tidak menampik bahwa perubahan roster membuat suasana permainan ONIC terasa berbeda. Hubungan dan kebiasaan bermain bersama Sanz yang sudah terbangun dalam waktu lama menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses adaptasi tim.

“Perasaannya pasti berbeda dan benar-benar terasa aneh karena saya sudah terbiasa main bersama Gilang sejak lama. Karena Agung baru saja dipromosikan kembali di pertengahan musim, kita butuh banyak adaptasi dalam waktu yang sangat singkat,” ujar Kiboy.

Menurutnya, waktu adaptasi yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi ONIC. Meski para pemain memiliki kemampuan individu, membangun kembali koordinasi dan chemistry dalam sebuah tim membutuhkan waktu serta komunikasi yang baik.

Kurangnya Waktu Adaptasi Jadi Harga Mahal bagi ONIC

Kembalinya Agung (Killua) dari MDL menjadi salah satu perubahan penting dalam komposisi ONIC pada pertengahan musim MPL ID S18. Perubahan tersebut membuat tim harus menyesuaikan kembali pola permainan dan kerja sama antarpemain menjelang pertandingan-pertandingan penting.

Pernyataan Kiboy memperlihatkan bahwa tantangan ONIC tidak hanya berkaitan dengan performa individu, tetapi juga proses membangun kembali kerja sama tim setelah mengalami perubahan roster.

Meski harus melewati musim yang tidak mudah, Kiboy tetap mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya. Pengalaman tersebut juga menjadi evaluasi penting bagi ONIC untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait