Jika nenek moyang kita harus berburu untuk mendapatkan makanan dan bertahan hidup, pada generasi saat ini, kita hanya perlu membeli stok makanan sehari-hari di supermarket atau pasar. Dengan jumlah waktu senggang yang kita miliki saat ini, maka dibuatlah beragam olahraga tradisional yang kita kenal saat ini.
Olahraga tradisional mayoritas memerlukan kemampuan fisik yang kuat untuk dapat berparitisipasi dalam perlombaannya. Athleticism, kemampuan fisik yang mendefinisikan karakteristik dari seorang atlet yakni seperti tenaga, stamina, serta kecepatan. Kemampuan atletis tersebut berguna untuk membantu dalam memberikan performa terbaik dalam olahraga yang mereka tekuni.
Seperti olahraga panah yang memerlukan fokus dan akurasi untuk dapat menembak target, marathon yang memerlukan stamina dan kecepatan untuk dapat tetap menjaga momentum. Bagaimana dengan eSports? Bagaimana mendefinisikan makna atletis untuk para gamer yang berkompetisi pada olahraga digital?

Berkembangnya game dan unsur kompetisi
Pada awal mula masa video games, hal yang paling penting adalah menunjukkan kemampuan bermain game di mesin arcade dan menantang pemain lainnya di sana. Hal yang diperlombakan adalah siapa yang mampu mendapatkan skor tertinggi digame tersebut. Masa kejayaan mesin arcade adalah ketika Space Invaders, Pac-Man, dan Donkey Kong berhasil membuat banyak pemain rela menghabiskan uang dan waktu mereka untuk menjadi yang teratas di scoreboard.
Namun dengan berkurangnya popularitas arcade pada pertengahan tahun 80, arcade game mengalami masa kegelapan pada awal tahun 90an. Kali ini akibat kedatangan fighting game seperti Street Fighter dan Mortal Combat. Hal yang ditawarkan oleh fighting game berbeda kontras dengan game arcade lainnya pada masa jayanya.

Jika arcade game sebelumnya memberikan pertandingan player versus enemy (PVE), fighting game menawarkan pertandingan antara 2 individu player. Pertandingan antar individu ini tidak perlu waktu lama untuk menjadi populer dan pemainnya harus belajar lebih banyak hal, tidak hanya mempelajari mekanisme game tersebut, player harus membuat taktik-taktik dan mempelajari gaya permainan lawannya.