Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Tencent Tarik Game “Light of Motiram” dari Toko Digital Usai Penyelesaian Gugatan Sony
Other

Tencent Tarik Game “Light of Motiram” dari Toko Digital Usai Penyelesaian Gugatan Sony

Aldonov Danoza - Senin, 22 Desember 2025
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kontroversi besar yang melibatkan dua raksasa industri gim dunia akhirnya menemui titik akhir yang dramatis. Sony Interactive Entertainment (SIE) dan Tencent telah mencapai penyelesaian rahasia atas gugatan hukum terkait gim Light of Motiram yang dituduh sebagai klon dari waralaba populer milik Sony, Horizon.

Sebagai dampak dari kesepakatan tersebut, gim yang dikembangkan oleh Tencent ini resmi ditarik dari platform distribusi digital Steam dan Epic Games Store secara permanen.

Gugatan Pelanggaran Hak Cipta yang Menggemparkan

Perseteruan hukum ini bermula pada Juli 2025 ketika Sony mengajukan gugatan ke pengadilan federal California dengan tuduhan bahwa Light of Motiram memiliki kemiripan yang sangat identik dengan seri Horizon Zero Dawn dan Horizon Forbidden West.

Sony mengklaim bahwa estetika visual, suasana dunia pasca-apokaliptik, hingga detail mekanik karakter dalam gim tersebut merupakan tiruan langsung yang melanggar hak cipta serta merek dagang mereka. Tencent sempat memberikan pembelaan keras dengan menyatakan bahwa klaim tersebut mengejutkan dan menganggap langkah Sony sebagai upaya untuk mendominasi genre tertentu dalam industri hiburan digital.

Penyelesaian Rahasia dan Penghapusan Konten

Pada Desember 2025, dokumen pengadilan menunjukkan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan sengketa ini melalui perjanjian rahasia yang bersifat tetap. Gugatan tersebut ditutup dengan status yang membuat perkara tidak dapat diajukan kembali di masa depan, di mana masing-masing perusahaan akan menanggung biaya hukum mereka sendiri.

Keputusan untuk menghapus Light of Motiram dari toko digital memicu spekulasi luas bahwa Tencent kemungkinan akan melakukan perombakan total terhadap identitas gim tersebut atau bahkan membatalkan proyeknya secara keseluruhan demi menghindari konflik hukum lebih lanjut.

Implikasi Bagi Industri Gim Global

Kasus ini menarik perhatian besar karena membuka perdebatan mengenai batas antara inspirasi kreatif dan penjiplakan karya dalam industri modern. Meskipun genre dunia terbuka dengan elemen mesin mekanis bukan merupakan konsep baru, keberhasilan Sony dalam mempertahankan properti intelektualnya menjadi pembelajaran penting bagi para pengembang gim lainnya.

Baca Juga :

Hasil MSC 2026: FUT Esports dan The HUNS Lolos ke Semifinal Wild Card

HGI Jakarta Domino Tournament 2026 Dapat Dukungan Pemprov DKI, Siap Dorong Sport Tourism

Al-Ahli Resmi Bentuk Divisi Counter-Strike 2, Siap Debut di EWC 2026

Industri kini menantikan langkah Tencent selanjutnya, apakah mereka akan melahirkan kembali Light of Motiram dengan bentuk yang jauh berbeda atau memilih untuk mengakhiri ambisi proyek tersebut demi menjaga hubungan strategis antar kedua perusahaan.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait