The International akan Digelar di Copenhagen pada 2024
DOTA 2

The International akan Digelar di Copenhagen pada 2024

Aldonov Danoza - Senin, 11 Maret 2024
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Valve umumkan The International yang menjadi turnamen kelas dunia DOTA 2 akan digelar di Eropa pada September 2024 ini. Secara spesifik, The International ini akan memiliki venue yang sangat megah di Royal Arena Copenhagen, Denmark.

The International 13 atau disebut sebagai TI13 akan kembali ke Eropa dimana Copenhagen pun akan menemukan tim esports kelas dunia pada 2024 ini. Meriahkan TI13, PGL Copenhagen Major serta RLCS Major 1 akan digelar di kota yang sama.

Esports paling bergengsi di dunia ini akan lebih dikembangkan agar bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, dari prize pool dengan pundi hadiah yang lebih banyak dari 3 Juta USD (46,5 Miliar Rupiah) pada 2023 lalu, Valve berencana untuk memberikan konten yang lebih banyak untuk para penontonnya agar dapat menyokong prize pool TI13 menjadi lebih besar.

Selain itu, Midas Mode, mode yang digarap oleh Valve sejak 2017 di bawah naungan kreator Moonduck, akan hadir di event TI13, dimana Gabe Newell selaku CEO dari Valve telah memberikan bocoran terkait Midas Mode di media sosial miliknya.

16 tim akan berkompetisi dari kualifikasi yang akan digelar di tiap regional, maupun via Invitational. Sesi undangan tersebut akan dilakukan sesuai dengan performa dari tim di DreamLeague, ESL One, serta turnamen PGL yang akan dihitung setiap kemenangannya.

TI akan menjadi event yang menarik bukan hanya skena esports, melainkan pemain yang ingin mendapatkan pundi konten menarik di 2024. Battle Pass pun akan kembali pada event ini, dimana bukan hanya menaikkan prize pool, Battle Pass TI13 ini tetap akan memberikan konten serta drop yang lebih banyak dan sesuai dengan ekspektasi dari para pemainnya.

TI13 pun akan menjadi pertandingan yang paling bergengsi mengingat konten terbaru yakni Crownfall, akan rilis sebagai pengenalan hero serta konten yang lebih apik. Ringmaster sebagai hero baru pun akan mendapatkan debut pertamanya di TI13, serta fitur DOTA Labs yang bisa memberikan eksperimen terkait aset yang ada di DOTA 2 untuk diulik sesuai dengan keinginan pemain, agar dapat dirilis sebagai fitur di versi stable.

Baca Juga :

Skena Toxic DOTA 2: Coach Astini Klaim Lebih dari 40 Pemain Terlibat Jaringan Match-Fixing di Peru

Team Spirit Juara The International 2026, Cetak Sejarah dengan Torehan Aegis Ketiga

Belum Berakhir! Topson Buka Peluang Comeback ke Kompetitif Dota 2 Setelah TI 2026

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait