UniPin kembali membawa semangat mendukung industri gim Indonesia ke panggung Indonesia Comic Con (ICC) 2026. Melalui UniPin Gaming Pavilion, UniPin memperkenalkan empat gim karya studio lokal sekaligus membuka ruang bagi pengunjung untuk mencoba langsung berbagai pengalaman gaming selama perhelatan ICC 2026.
Indonesia Comic Con 2026 berlangsung pada 3–4 Oktober 2026 di Hall Expo & Arena, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Memasuki penyelenggaraan ke-10, ICC mengusung tema A Decade of Pop Culture Fiesta dan mempertemukan penggemar, komunitas, kreator, serta pelaku industri dari berbagai sektor budaya pop, termasuk gim.
Tahun ini, UniPin Gaming Pavilion hadir bersama RedBull, Rabit, HyperX, dan JBL Quantum, dengan dukungan Tokopedia serta H3RO by Tri.
Namun, perhatian utama UniPin di ICC 2026 tidak hanya tertuju pada berbagai aktivitas gaming. Pavilion tersebut juga menjadi panggung untuk memperkenalkan karya-karya pengembang gim Indonesia melalui kampanye “Bangga Main Lokal”.
Empat Gim Lokal Unjuk Karya di UniPin Gaming Pavilion
Ada empat gim lokal yang diperkenalkan UniPin kepada pengunjung ICC 2026, yaitu 101 Forgotten dari Lentera Nusantara, Khuga Bash dari Khuga Labs, Asbak dari Team Fossil, serta Type Caster dari Yellow Hearts.
Keempat gim tersebut dapat dimainkan langsung oleh pengunjung selama acara berlangsung.
Langkah ini memberikan kesempatan bagi studio lokal untuk mendapatkan eksposur lebih luas sekaligus memungkinkan pengunjung mengenal gim Indonesia secara langsung, bukan hanya melalui materi promosi.
Bagi UniPin, pendekatan tersebut menjadi bagian dari kampanye Bangga Main Lokal, yang mendorong masyarakat untuk mengenal, mencoba, sekaligus mengapresiasi karya pengembang gim Tanah Air.
Kami melihat bahwa industri gim Indonesia terus menghadirkan talenta, kreativitas, dan karya yang semakin beragam. Melalui Indonesia Comic Con 2026, UniPin ingin memberikan ruang bagi studio gim lokal untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus mendekatkannya kepada masyarakat. Ini sejalan dengan semangat Bangga Main Lokal untuk mengajak lebih banyak orang mengenal, mencoba, dan mengapresiasi karya gim Indonesia,
ujar Poeti Fatima, General Manager Business UniPin Global.
Pengunjung Bisa Ikut Stamp Rally dan Berburu Hadiah
Selain mencoba empat gim lokal, pengunjung UniPin Gaming Pavilion juga dapat mengikuti aktivitas Stamp Rally Card.
Aktivitas tersebut dirancang sebagai pengalaman interaktif yang mengajak pengunjung menjelajahi berbagai kegiatan di area pavilion.
Hadiah yang disiapkan pun cukup beragam, mulai dari kursi gaming, Trading Card Game (TCG), hingga UniPin Credits yang dapat digunakan untuk membeli produk digital di UniPin.
Dengan format tersebut, UniPin tidak hanya menampilkan produk atau gim, tetapi menciptakan aktivitas yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan ekosistem gaming yang dibawa ke ICC.
Kehadiran perangkat gaming dari sejumlah mitra juga melengkapi pengalaman pengunjung yang ingin menjajal gim maupun berbagai aktivitas di area pavilion.
UniPin Perluas Dukungan untuk Ekosistem Gim Lokal
Keterlibatan UniPin di ICC 2026 memperlihatkan pendekatan yang lebih luas terhadap dukungan industri gim lokal.
Selain menyediakan platform pembayaran dan produk digital, UniPin juga mencoba mengambil peran sebagai penghubung antara pengembang gim, komunitas, gamer, dan masyarakat umum.
Konsep tersebut sejalan dengan posisi ICC sebagai ruang yang mempertemukan komunitas dan industri kreatif. Penyelenggara ICC sendiri menempatkan gim sebagai salah satu bagian penting dari perayaan budaya pop tahun ini, bersama komik, film, musik, cosplay, dan berbagai bentuk hiburan lainnya.
Dalam konteks tersebut, membawa gim lokal ke tengah acara budaya pop berskala besar memberikan kesempatan bagi judul-judul Indonesia untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
GameHers Ikut Ramaikan Sisi Gaming di ICC 2026
Dukungan UniPin di ICC 2026 juga merambah sisi komunitas melalui GameHers.
GameHers hadir sebagai bagian dari rangkaian Pre-Event GameHers 2026 dengan mengusung tema “We Game, We Grow, We Glow”. Salah satu agenda yang dibawa adalah talkshow bertajuk “Beyond the Screen: Gaming, Creativity & Finding Yourself”.
Program tersebut membahas bagaimana gaming dapat menjadi ruang untuk berkembang, berkreasi, membangun koneksi, sekaligus mengeksplorasi potensi diri.
Kehadiran GameHers memperlihatkan bahwa ruang gaming yang dibangun UniPin tidak hanya ditujukan kepada pemain kompetitif atau penggemar gim, tetapi juga mencakup komunitas yang melihat gaming sebagai bagian dari pengembangan kreativitas dan kehidupan sosial.
Program tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan menuju Main Event GameHers 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember 2026.
Dari Gim Lokal hingga Komunitas, UniPin Perkuat Ekosistem
UniPin Gaming Pavilion di ICC 2026 pada akhirnya membawa lebih dari sekadar aktivitas bermain gim.
Empat judul lokal yang diperkenalkan menjadi wajah dari kampanye Bangga Main Lokal, sementara Stamp Rally menciptakan interaksi langsung dengan pengunjung. Di sisi lain, GameHers membuka pembahasan yang lebih luas mengenai peran gaming dalam kreativitas dan pengembangan diri.
Pendekatan tersebut menjadi penting bagi industri gim Indonesia yang terus membutuhkan ruang untuk memperkenalkan karya kepada audiens yang lebih luas.
Bagi studio kecil maupun pengembang independen, kesempatan menghadirkan gim secara langsung di event besar seperti ICC dapat menjadi jalur untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun hubungan dengan komunitas.
Sementara bagi masyarakat, hadirnya karya-karya tersebut memberikan kesempatan untuk melihat bahwa industri gim Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi jumlah pemain, tetapi juga dari sisi kreativitas dan produksi konten.
Bangga Main Lokal Jadi Pesan Utama UniPin di ICC 2026
Melalui kehadiran di Indonesia Comic Con 2026, UniPin membawa pesan bahwa perkembangan industri gim Indonesia membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Pengembang membutuhkan panggung untuk memperkenalkan karya. Komunitas membutuhkan ruang untuk berkumpul dan bertukar pengalaman. Sementara gamer membutuhkan akses untuk mengenal lebih banyak produk yang lahir dari industri lokal.
Empat gim yang dibawa melalui UniPin Gaming Pavilion menjadi salah satu bentuk nyata dari pendekatan tersebut.
Dengan kampanye Bangga Main Lokal, UniPin ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya melihat gim Indonesia sebagai sebuah produk lokal, tetapi juga sebagai karya yang layak untuk dicoba dan diapresiasi.
Pada akhirnya, kehadiran UniPin di ICC 2026 menunjukkan bahwa dukungan terhadap gim lokal tidak berhenti pada bermain game, tetapi juga membangun ruang agar pengembang, komunitas, kreator, dan gamer bisa tumbuh bersama dalam satu ekosistem.