Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Industry

Babat Habis Pembajakan, Nintendo Hapus 401 Repositori Emulator Switch di GitHub

Aldonov Danoza - Kamis, 27 Agustus 2026 13:09:53

Nintendo kembali memperketat pengawasan hak cipta dengan menghapus 401 repositori terkait emulator Nintendo Switch di platform GitHub.

Nintendo kembali memperketat langkahnya terhadap ekosistem emulator Nintendo Switch. Pada 17 Agustus 2026, perusahaan asal Jepang tersebut mengajukan tujuh pemberitahuan DMCA anti-circumvention kepada GitHub dalam satu kampanye terkoordinasi. Langkah tersebut berujung pada penghapusan 401 repositori yang berkaitan dengan emulator Nintendo Switch.

Jumlah tersebut sekilas terlihat seperti 401 emulator berbeda. Namun, faktanya sebagian besar repositori yang terdampak merupakan fork, mirror, atau salinan dari proyek emulator yang sama. Repositori Suyu menjadi target terbesar dengan 311 repositori dalam satu jaringan fork.

Selain Suyu, Nintendo menargetkan 29 repositori Skyline (emulator Switch untuk Android), 14 repositori dari fork Yuzu, delapan repositori Yuzu versi Android, 21 fork Yuzu Early Access build 4176, 17 repositori terkait MonoNX, serta satu repositori Yuzu individual.

Nintendo Resmi Masuk Indonesia Desember 2026, Bawa Lini Switch ke Tanah Air

Landasan Hukum Klaim Perlindungan Teknologi

Dalam pemberitahuan DMCA yang dikirim kepada GitHub, Nintendo menyatakan bahwa emulator Switch yang menjadi sasaran dapat digunakan untuk melewati teknologi perlindungan yang diterapkan pada game dan konsolnya.

Perusahaan secara khusus menyoroti penggunaan kunci kriptografi yang dikenal sebagai prod.keys untuk melakukan dekripsi terhadap salinan game atau ROM tidak berizin.

"Emulator pada repositori yang dilaporkan menggunakan salinan tidak sah dari kunci kriptografi tersebut untuk mendekripsi salinan game Nintendo Switch atau ROM yang tidak sah." Nintendo

Berdasarkan argumen tersebut, Nintendo menilai distribusi perangkat lunak itu dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap ketentuan anti-circumvention dalam Digital Millennium Copyright Act (DMCA) di Amerika Serikat.

Perlu dicatat bahwa pernyataan tersebut merupakan posisi hukum Nintendo dalam pemberitahuan DMCA, bukan putusan baru pengadilan yang secara khusus menyatakan seluruh emulator Nintendo Switch ilegal.

Nintendo Tegaskan Penjualan Switch Generasi Pertama Masih Berlanjut di Luar Eropa

Jejak Kasus Yuzu, Ryujinx, dan Preseden Hukum

Langkah terbaru Nintendo tidak lepas dari sejarah panjang perselisihan dengan pengembang emulator. Salah satu kasus terbesar terjadi pada 2024 ketika Nintendo menggugat Tropic Haze, pengembang Yuzu, yang berakhir melalui penyelesaian bernilai USD 2,4 juta (sekitar Rp39,1 miliar dengan kurs Rp16.300 per USD) dan penghentian pengembangannya.

Kasus lain yang menjadi preseden adalah gugatan terhadap streamer Jesse Keighin (EveryGameGuru) yang mendapatkan default judgment dari pengadilan Colorado.

Namun, laporan TorrentFreak mencatat bahwa kedua perkara tersebut tidak menghasilkan persidangan yang menguji secara menyeluruh argumen mengenai legalitas teknologi emulator.

Kasus Tropic Haze selesai via kesepakatan damai, sementara perkara Keighin berakhir dengan putusan default tanpa pembelaan terdakwa. Penghentian proyek induk seperti Yuzu, Ryujinx pada Oktober 2024, maupun Skyline secara sukarela pada 2023 tetap menyisakan kode sumber yang terus diduplikasi oleh komunitas.

Nintendo Hentikan Penjualan Switch Generasi Pertama pada 2027

Siklus Pertarungan Komunitas Open Source dan Pemilik Hak Cipta

Penghapusan 401 repositori memperlihatkan pola perseteruan yang terus berulang antara pemegang hak cipta dan proyek open source. GitHub sendiri menyediakan mekanisme DMCA yang memungkinkan pemilik hak melaporkan pelanggaran, sekaligus memberi ruang bagi pemilik repositori untuk mengajukan counter-notice.

Selama kode sumber masih dapat disalin dan didistribusikan kembali secara bebas di internet, Nintendo tampaknya harus terus menghadapi siklus penghapusan dan kemunculan kembali proyek emulator. Peristiwa Agustus 2026 ini menegaskan bahwa tindakan hukum dan teknis terhadap emulator Switch akan terus berlangsung secara konsisten.

Baca Artikel Asli