Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Industry

Data Pembeli Steam Hardware Bocor, Valve Ingatkan Ancaman Phishing

Aldonov Danoza - Selasa, 11 Agustus 2026 14:44:44

Kebocoran data pelanggan Steam Hardware terjadi akibat serangan siber pada mitra logistik CEVA Logistics di Eropa.

Valve mengeluarkan peringatan resmi kepada sejumlah pelanggan Steam di kawasan Eropa setelah serangan siber melanda mitra logistik mereka, CEVA Logistics. Insiden yang berlangsung antara 29 Juli hingga 1 Agustus 2026 ini berpotensi mengekspos informasi pribadi para pembeli perangkat keras seperti Steam Machine dan Steam Controller.

Pihak Valve baru mengonfirmasi adanya kompromi data tersebut pada 7 Agustus 2026 setelah menerima laporan awal.

Informasi yang berada di tangan penyerang tergolong detail karena mencakup nama pelanggan, alamat lengkap, kode pos, kota, negara, nomor telepon, alamat email terhubung, hingga rincian jenis produk yang dipesan beserta nominal harga pembeliannya.

“CEVA masih menyelidiki serangan ini, tetapi seperti yang diketahui Valve pada 7 Agustus, informasi tertentu mengenai pelanggan Steam, termasuk milik Kamu, kemungkinan telah dikompromikan.” Valve, Perusahaan Pengembang Steam

Meepo Kembali Bikin Heboh, Bug Duplikasi Item Paksa Valve Bertindak Cepat

Sistem Akun Utama Steam Dipastikan Aman

Valve memberikan klarifikasi tegas bahwa insiden ini terbatas pada sistem penyimpanan data milik CEVA Logistics dan tidak membobol database utama akun Steam. Pihak logistik dipastikan tidak pernah diberikan akses ke data paling sensitif milik pengguna, seperti kata sandi, metode pembayaran, maupun kode kredensial Steam Guard.

“Informasi tambahan yang berkaitan dengan akun Steam Kamu atau pembelian lainnya tidak terdampak. CEVA tidak memiliki akses ke informasi pembayaran, kata sandi, kode Steam Guard, atau informasi lainnya.” Valve, Perusahaan Pengembang Steam

Kendati akun terlindungi dari potensi peretasan langsung, ancaman terbesar yang mengintai para pengguna terdampak adalah penipuan berbasis social engineering atau phishing.

Pelaku yang memegang riwayat transaksi beserta data diri pelanggan dapat menyusun pesan palsu yang tampak sangat meyakinkan seolah-olah dikirim langsung oleh pihak Steam atau kurir pengiriman.

Update CS2 4 Agustus 2026: Cache Terus Dipoles, Valve Tambah Fitur Besar untuk Kreator Map

Waspada Pesan Palsu Mengatasnamakan Pengiriman

Pemberitahuan Steam kepada pelanggan terkait kebocoran data akibat serangan siber terhadap CEVA Logistics.

Mengingat Valve tengah gencar mengekspansi ekosistem hardware lewat Steam Machine dan Steam Controller, informasi spesifik mengenai paket yang sedang ditunggu pelanggan menjadi modal berharga bagi peretas.

Pelaku dapat menggunakannya untuk menagih biaya rekayasa, seperti biaya bea cukai tambahan atau verifikasi alamat ulang.

“Kamu mungkin menerima pesan palsu melalui email, SMS, atau telepon yang mengaku berasal dari Steam, Valve, atau perusahaan pengiriman. Mereka mungkin menyebutkan alamat Kamu untuk membuat pesan tersebut terlihat asli. Mereka dapat meminta Kamu mengonfirmasi pengiriman, membayar biaya bea cukai atau pengiriman ulang dalam jumlah kecil, atau masuk ke suatu situs untuk ‘memverifikasi’ pesanan. Perlakukan semuanya sebagai penipuan.” Valve, Perusahaan Pengembang Steam

Valve mengimbau seluruh pengguna untuk mengabaikan tautan mencurigakan dari SMS atau email dan hanya mengandalkan saluran resmi Steam Support.

Kebocoran ini menjadi pengingat bahwa keamanan data konsumen juga sangat bergantung pada keandalan rantai pasok pihak ketiga yang bekerja sama dengan platform utama.

Satanic MMR 18.000 Picu Valve Reset MMR Seluruh Pemain Immortal Dota 2 di Patch 7.41e

Baca Artikel Asli