Shuhei Yoshida Kritik Harga Mahal Steam Machine Terbaru Buatan Valve
Mantan bos PlayStation, Shuhei Yoshida, memuji desain ringkas Steam Machine terbaru milik Valve, namun mengkritik keras performa grafis serta banderol harganya yang sangat mahal.
Industry

Shuhei Yoshida Kritik Harga Mahal Steam Machine Terbaru Buatan Valve

Aldonov Danoza - Senin, 06 Juli 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Mantan petinggi legendaris PlayStation, Shuhei Yoshida, membagikan kesan pertamanya setelah berkesempatan menjajal unit Steam Machine generasi terbaru buatan Valve. Meski mengakui perangkat hibrida tersebut mengusung sejumlah fitur menarik, Yoshida menilai harga jualnya saat ini masih terlalu tinggi sehingga sulit direkomendasikan kepada sebagian besar gamer.

Nama Yoshida sendiri bukanlah sosok sembarangan karena ia telah menghabiskan waktu lebih dari tiga dekade di Sony dan pernah menjabat sebagai Presiden Sony Interactive Entertainment Worldwide Studios. Pengalamannya yang sangat panjang dalam pengembangan perangkat keras dan ekosistem konsol membuat opininya terhadap Steam Machine langsung memicu perhatian komunitas global.

Kritik Keras Performa Grafis Era PS4 dan Masalah Waktu Loading Game

Melalui unggahan di media sosial X, Yoshida merangkum pengalamannya setelah menggunakan Steam Machine selama beberapa jam dan menyoroti performa grafis 3D yang dinilai masih biasa saja. Ia bahkan melontarkan candaan dengan bertanya apakah dirinya "kembali ke era PlayStation 4" ketika sistem merekomendasikan resolusi bawaan (default) di angka 1080p.

Selain urusan visual, Yoshida juga mengeluhkan waktu pemuatan (boot time) beberapa judul game yang dianggap memakan waktu terlalu lama. Ia mempertanyakan optimalisasi sistem operasi dari Valve karena proses peluncuran game membutuhkan waktu yang cukup panjang, sebuah aspek krusial yang menurutnya harus segera dibenahi.

Pujian untuk Fleksibilitas Antarmuka SteamOS dan Kenyamanan Desain

Meski melayangkan kritik tajam, penilaian pria asal Jepang ini tidak sepenuhnya negatif karena ia sangat mengapresiasi antarmuka SteamOS yang ramah bagi pengguna baru. Kemampuan menyalakan perangkat secara praktis langsung melalui Steam Controller juga dipuji sebagai salah satu fitur terbaik yang sukses memberikan sensasi layaknya bermain konsol murni.

Dari segi estetika, ukuran sasis Steam Machine yang ringkas dinilai sangat ideal untuk ditempatkan di ruang keluarga tanpa memakan banyak tempat. Tingkat kebisingan kipasnya pun sangat rendah sehingga nyaman digunakan, ditambah adanya konsep panel depan yang dapat dibongkar pasang guna memberikan sentuhan personalisasi visual bagi pemiliknya.

Konversi Kurs Harga Premium dan Koreksi Target Pemasaran Resolusi 4K

Namun, rentetan kelebihan tersebut dirasa belum mampu menutupi kelemahan terbesar Steam Machine, yaitu harganya. Valve memasarkan model dasar berkapasitas 500 GB seharga US$1.049 (setara Rp17,1 juta dengan kurs saat ini), sedangkan model tertinggi berkapasitas 2 TB dibanderol mencapai US$1.349 (setara Rp22 juta), angka yang jauh lebih mahal dari PC gaming kelas menengah.

Pihak Valve sendiri mengakui bahwa tingginya biaya produksi komponen memaksa mereka menjual gawai ini dengan harga premium. Valve bahkan kedapatan merevisi deskripsi pemasaran mereka; dari yang semula mengklaim mampu melibas gameplay 4K 60 FPS stabil, kini diubah lebih realistis menjadi "hingga 4K dengan bantuan teknologi FSR 4.1" setelah melalui berbagai pengujian independen.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Emissary of the Lost Thesis

Berita Terkait