Riot Games resmi mengungkap detail struktur baru VALORANT Champions Tour (VCT) Pacific 2027, termasuk jalur kualifikasi yang membuka lebih banyak kesempatan bagi tim nonpartner untuk bersaing di tingkat internasional. Melalui sistem baru ini, tim dari Indonesia dan berbagai wilayah Asia Pasifik dapat mengejar tempat di turnamen utama melalui Open Qualifier, Play-In, dan Playoff regional.
Perubahan ini menjadi bagian dari upaya Riot Games membangun ekosistem kompetitif yang lebih terbuka dan berbasis prestasi. Jika sebelumnya status kemitraan menjadi salah satu faktor utama dalam akses ke liga, mulai 2027 tim nonpartner bahkan tim yang berasal dari ekosistem Premier memiliki jalur untuk menembus kompetisi VCT.
Baca juga:
Paper Rex Dikabarkan Pertahankan f0rsakeN dan something untuk VCT 2027
Ini Keuntungan yang Didapat 32 Tim Partner Terpilih VCT 2027–2028
Meski Tak Terpilih Jadi Partner VCT 2027, BOOM Esports Tegaskan Komitmen di Skena VALORANT
Riot juga mengubah struktur kompetisi reguler dengan menghadirkan dua turnamen Cups yang menjadi jalur menuju turnamen global, yakni Masters Valencia dan Champions Austin. Sementara itu, Kickoff tetap dipertahankan pada awal musim sebagai ajang kualifikasi menuju Masters Seoul.
Di kawasan Pacific, rangkaian turnamen utama akan digelar di tiga kota berbeda. Kickoff berlangsung di Bangkok, Thailand, Cup 1 di Manila, Filipina, dan Cup 2 di Tokyo, Jepang.

VCT Pacific 2027 Hadirkan Kickoff dan Dua Cups
Struktur baru VCT 2027 mempertahankan Kickoff sebagai turnamen pembuka musim, tetapi mengganti format kompetisi liga reguler Stage 1 dan Stage 2 dengan dua turnamen Cups yang menjadi bagian dari jalur menuju kejuaraan internasional.
Kickoff akan diikuti 12 tim, terdiri dari delapan tim partner dan empat tim yang lolos melalui Open Qualifier. Tiga tim teratas dari turnamen tersebut akan mendapatkan tiket menuju Masters Seoul.
Sementara itu, dua Cups menjadi panggung utama bagi tim-tim Pacific untuk memperjuangkan tiket ke turnamen global berikutnya. Cup 1 di Manila akan menjadi jalur menuju Masters Valencia, sedangkan Cup 2 di Tokyo menjadi bagian dari perjalanan menuju Champions Austin.
Ketiga turnamen utama tersebut akan menggunakan format LAN, sehingga tim terbaik dari Asia Pasifik dapat bersaing secara langsung di arena kompetitif.
Bagi tim nonpartner, perubahan ini memberikan jalur yang lebih jelas untuk mencapai turnamen besar tanpa harus terlebih dahulu terpilih menjadi organisasi partner Riot Games.

Indonesia Mendapat Satu Slot Langsung ke Cups
Salah satu bagian terpenting dari struktur baru adalah pembagian slot untuk enam regional yang mendapatkan jalur langsung menuju Cups. Indonesia termasuk dalam daftar tersebut bersama Korea Selatan, Jepang, Thailand, Vietnam, dan Asia Tenggara.
Berikut pembagian slot yang diumumkan Riot Games untuk VCT Pacific 2027:
| Regional | Slot ke Cups |
|---|---|
| Korea Selatan | 3 |
| Jepang | 3 |
| Thailand | 1 |
| Indonesia | 1 |
| Vietnam | 1 |
| Asia Tenggara | 2 |
| Last Chance Qualifier (LCQ) | 1 |
| Total | 12 |
Indonesia mendapatkan satu slot melalui jalur Playoff regional. Meski jumlahnya terbatas, tim-tim lokal tetap memiliki kesempatan mencoba berkali-kali melalui Open Qualifier sebelum mengamankan tempat di babak berikutnya.
Pembagian tersebut juga dirancang agar tim nonpartner memiliki peluang lolos, bahkan apabila semua tim partner dari regional yang sama berhasil menembus Cups. Dengan demikian, akses ke turnamen utama tidak sepenuhnya ditentukan oleh status kemitraan.
Untuk tim dari Asia Selatan dan Oseania, Riot menyediakan jalur tambahan melalui Pacific Last Chance Qualifier. Sistem ini memberikan kesempatan bagi komunitas yang tidak memiliki slot langsung menuju Cups untuk tetap bersaing memperebutkan tempat di panggung regional.
Open Qualifier Membuka Jalan bagi Tim Nonpartner
Open Qualifier menjadi titik awal bagi sebagian besar tim yang ingin menembus VCT. Riot akan menggelar beberapa kualifikasi terbuka di setiap regional untuk memperebutkan tempat di Playoff regional.
Semua tim yang memenuhi persyaratan dapat mendaftar. Apabila gagal pada kualifikasi pertama, mereka masih diperbolehkan mengikuti Open Qualifier berikutnya di regional yang sama selama memenuhi ketentuan pendaftaran.
Pendekatan ini memberikan kesempatan lebih luas bagi tim amatir, organisasi baru, dan pemain yang ingin membangun karier profesional. Mereka tidak perlu mengandalkan undangan khusus untuk mulai bersaing dalam ekosistem VCT.
Bagi Indonesia, Open Qualifier regional dapat menjadi jalan bagi organisasi lokal untuk menguji kemampuan melawan peserta lain dan membangun rekam jejak kompetitif. Konsistensi menjadi penting karena keberhasilan pada tahap ini akan menentukan kesempatan melaju ke Play-In atau Playoff.
Riot juga telah menyiapkan jalur Open Qualifier Kickoff yang terpisah. Kualifikasi tersebut mencakup Korea, Jepang, Asia Tenggara, serta Last Chance Qualifier untuk menentukan empat tim nonpartner yang berhak tampil di Kickoff.
Riot menyatakan informasi lebih rinci mengenai pendaftaran dan persyaratan Open Qualifier regional akan diumumkan secara bertahap.
Play-In Menjadi Tahap Penting Menuju Playoff Regional
Setelah melewati Open Qualifier, tim dapat berjuang melalui Play-In untuk mendapatkan penempatan di empat besar Playoff regional. Namun, jumlah slot yang diberikan melalui Play-In dapat berubah berdasarkan keterwakilan masing-masing regional pada turnamen global sebelumnya.
Tim yang berhasil lolos ke Masters Seoul atau Masters Valencia akan langsung mendapatkan penempatan di empat besar Playoff regional berikutnya. Dengan demikian, mereka dapat melewati Open Qualifier dan Play-In pada jalur yang berkaitan dengan turnamen Masters tersebut.
Tim yang lolos ke Kickoff atau Cup 1 juga akan memperoleh akses ke Play-In 1 atau Play-In 2 sesuai ketentuan yang berlaku.
Sistem ini memberikan keuntungan kepada tim yang telah menunjukkan performa kuat pada turnamen sebelumnya, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan kesempatan bagi peserta lain. Tim yang gagal melewati Play-In masih dapat mendaftar ke Open Qualifier selanjutnya untuk kembali mencoba mendapatkan tempat di Playoff.
Mekanisme ini membuat satu kegagalan tidak langsung mengakhiri perjalanan tim sepanjang musim. Namun, setiap kesempatan tetap membutuhkan persiapan dan hasil kompetitif yang memadai.
Delapan Tim Berebut Slot Cups di Playoff Regional
Playoff regional menjadi tahap penentu sebelum tim memasuki turnamen Cups. Sebanyak delapan tim terbaik dari setiap regional akan bersaing untuk mendapatkan slot yang tersedia.
Tidak ada organisasi yang otomatis mendapatkan tempat di Cups hanya karena berstatus partner. Semua peserta tetap harus membuktikan kemampuan melalui pertandingan, dengan hasil kompetitif sebagai faktor penentu.
Tim partner yang gagal lolos ke Masters Seoul melalui Kickoff atau ke Masters Valencia melalui Cup 1 akan turun ke Play-In regional. Jika mereka juga tidak meraih hasil yang memadai di tahap tersebut, mereka harus kembali melewati Open Qualifier seperti tim lainnya.
Sebaliknya, tim yang tampil baik di Play-In dapat memperoleh penempatan lebih tinggi di Playoff regional. Tim yang lolos ke Masters Seoul atau Masters Valencia juga memiliki keuntungan berupa penempatan langsung di Playoff berikutnya, sesuai jalur yang berkaitan dengan turnamen tersebut.
Dengan sistem ini, status partner memberikan jaminan slot ke Kickoff, tetapi tidak menjadi tiket otomatis untuk mengikuti seluruh turnamen utama sepanjang musim.

Riot Games Siapkan Hadiah Finansial untuk Tim Nonpartner
Selain membuka jalur kompetitif, Riot Games juga memperkenalkan dukungan finansial bagi tim nonpartner yang berhasil lolos ke turnamen utama.
Setiap tim Open yang lolos ke Kickoff atau Cups akan menerima pembayaran tetap sebesar US$100.000 untuk setiap event. Dukungan tersebut diberikan untuk mengapresiasi performa kompetitif, tanpa membedakan status kemitraan organisasi.
Pembayaran ini menjadi tambahan di luar kesempatan memperoleh bagian dari total hadiah turnamen. Dengan adanya dukungan finansial tersebut, tim nonpartner yang berhasil menembus panggung utama diharapkan memiliki sumber daya lebih baik untuk melanjutkan perjalanan kompetitif mereka.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari pendekatan Riot untuk mengurangi hambatan finansial bagi organisasi yang mampu mencapai level kompetisi lebih tinggi melalui jalur kualifikasi terbuka.
Namun, dukungan tersebut baru tersedia bagi tim yang berhasil lolos ke event terkait. Oleh karena itu, setiap organisasi tetap perlu mempersiapkan sumber daya dan strategi yang memadai untuk melewati rangkaian kualifikasi.
Pacific Last Chance Qualifier Sediakan Slot Terakhir ke Cups
Pacific Last Chance Qualifier (LCQ) disiapkan sebagai jalur tambahan bagi regional yang tidak seluruhnya terakomodasi dalam pembagian slot langsung ke Cups.
Turnamen ini akan diikuti delapan tim, terdiri dari dua wakil Asia Selatan, satu wakil Oseania, peringkat kedua Playoff Vietnam, serta peringkat kedua dan ketiga dari Playoff Thailand dan Indonesia.
Pemenang LCQ akan mengamankan satu slot terakhir menuju Cups. Jalur ini menjadi kesempatan penting bagi tim Indonesia yang berhasil mencapai posisi kedua atau ketiga Playoff regional, tetapi belum mendapatkan tiket langsung.
Selain LCQ utama, Riot juga menyiapkan Kickoff LCQ dengan empat peserta. Komposisinya mencakup dua wakil Asia Selatan, satu wakil Oseania, dan runner-up turnamen Playoff Kickoff Asia Tenggara.
Kedua jalur LCQ tersebut memiliki fungsi berbeda. Kickoff LCQ menentukan satu peserta untuk turnamen pembuka musim, sedangkan Pacific LCQ memperebutkan slot terakhir menuju Cups.
Dengan demikian, tim dari Asia Selatan dan Oseania tetap memiliki jalur kompetitif yang jelas menuju VCT Pacific, meski tidak memiliki alokasi langsung di Cups.
VCT Pacific 2027 Digelar di Bangkok, Manila, dan Tokyo
Selain mengubah format kompetisi, Riot Games juga membawa turnamen utama VCT Pacific ke tiga kota berbeda pada 2027.
Kickoff akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand, sedangkan Cup 1 berlangsung di Manila, Filipina, dan Cup 2 digelar di Tokyo, Jepang.
Pemilihan tiga kota ini memberi kesempatan bagi komunitas di berbagai negara untuk menyaksikan kompetisi secara langsung. Di sisi lain, format LAN tetap menjadi panggung utama bagi tim untuk memperjuangkan tiket menuju Masters dan Champions.
Rangkaian ini akan menghubungkan turnamen regional dengan tiga agenda global, yaitu Masters Seoul, Masters Valencia, dan Champions Austin. Setiap event memiliki jalur kualifikasi yang saling berkaitan, sehingga hasil kompetitif pada satu tahap dapat memengaruhi posisi tim di tahap berikutnya.
Bagi tim Indonesia, perubahan format ini menambah pentingnya persiapan sejak Open Qualifier. Karena hanya satu slot langsung tersedia untuk Indonesia di Cups, setiap organisasi perlu memanfaatkan jalur kualifikasi dan peluang tambahan melalui LCQ untuk menjaga kesempatan tampil di panggung regional.
Format Baru VCT 2027 Tekankan Persaingan Berbasis Prestasi
Struktur baru VCT Pacific 2027 menjadi langkah Riot Games untuk memperluas akses ke ekosistem profesional VALORANT. Melalui Open Qualifier berulang, Play-In, Playoff regional, serta jalur LCQ, tim nonpartner dan organisasi baru memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengejar tempat di kompetisi internasional.
Dukungan finansial sebesar US$100.000 bagi tim Open yang berhasil lolos ke Kickoff atau Cups juga menjadi insentif tambahan bagi organisasi yang mampu menunjukkan performa kompetitif.
Meski demikian, kesempatan yang lebih terbuka tetap diikuti persaingan ketat. Tim harus mampu menjaga konsistensi, mengembangkan strategi, dan memanfaatkan setiap kesempatan kualifikasi agar tidak kehilangan momentum sepanjang musim.
Untuk Indonesia, satu slot langsung menuju Cups menjadi tantangan sekaligus peluang bagi organisasi lokal. Sistem baru ini memberi kesempatan bagi tim yang mampu membuktikan diri melalui hasil pertandingan, tanpa sepenuhnya bergantung pada status kemitraan.
Riot Games selanjutnya akan mengumumkan rincian Open Qualifier Kickoff regional, termasuk informasi pendaftaran dan persyaratan bagi organisasi yang ingin berpartisipasi. Informasi terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi VALORANT Esports.