LOUD resmi keluar sebagai juara VALORANT Champions 2026 Shanghai setelah mengalahkan Team Vitality di partai grand final.
Kemenangan ini mengukuhkan LOUD sebagai organisasi pertama yang berhasil menjuarai turnamen tertinggi VALORANT tersebut sebanyak dua kali, setelah sebelumnya meraih gelar pada 2022.
Keberhasilan ini terasa istimewa bagi LOUD, setelah mengakhiri VCT Americas Kickoff 2026 di posisi terakhir, mereka justru bangkit dan menutup musim dengan mengangkat trofi paling bergengsi di kancah kompetitif VALORANT.
Menariknya, roster LOUD kali ini dihuni empat pemain rookie dan satu pemain yang baru memiliki pengalaman satu tahun di level Tier 1.
Kelima pemain tersebut juga belum pernah tampil di turnamen internasional sebelum Champions 2026, tetapi kini berhasil menyandang status sebagai juara dunia.
Baca juga:
Team Vitality Singkirkan 100 Thieves, Tantang LOUD di Grand Final VALORANT Champions 2026
Bundle VALORANT Champions 2026 Raup Rp1,6 Triliun, Tim Esports Dapat Rp800 Miliar
Comeback LOUD Bawa Mereka Taklukkan Team Vitality

Grand final yang menggunakan format best-of-five mempertemukan dua tim yang sudah saling mengalahkan sepanjang turnamen.
Team Vitality sempat menang dalam pertemuan fase grup, sebelum LOUD membalasnya di final upper bracket playoff.
LOUD membuka seri dengan kemenangan dramatis di peta Summit.
Sempat tertinggal 3-9 pada paruh pertama, wakil Brasil itu berhasil membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan skor 13-11.
Roberto "erde" Lobos menjadi salah satu pemain kunci lewat triple kill yang memastikan kemenangan di peta pembuka.
Team Vitality kemudian menyamakan kedudukan setelah menang 13-8 di Lotus.
Namun, LOUD kembali mengambil alih kendali pada Sunset dan Haven untuk mengamankan kemenangan di grand final.
Enzo "tkzin" Zimiani tampil menonjol sebagai ujung tombak LOUD.
Mengandalkan Neon andalannya, sang Duelist mencatatkan total 77 kill dan menjadi pemain dengan jumlah eliminasi terbanyak sepanjang seri grand final.
Di sisi lain, Team Vitality tetap menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen.
?tefan "Sayonara" Mîtcu memberikan perlawanan yang menjanjikan, tetapi upaya mereka belum cukup untuk menghentikan perjalanan LOUD menuju gelar juara.
erde Raih MVP Champions 2026 di Usia 18 Tahun
when @erdeatovich was announced as the MVP ???? https://t.co/xheSAkWd8L
— VALORANT Champions Tour (@ValorantEsports) October 18, 2026
Selain membawa pulang trofi juara, LOUD juga memiliki pemain yang berhasil mencuri perhatian lewat penghargaan individu.
Roberto "erde" Lobos dinobatkan sebagai MVP VALORANT Champions 2026 pada usia 18 tahun.
Sang in-game leader mencatatkan 66 kill sepanjang seri grand final, menjadikannya pemain dengan jumlah eliminasi terbanyak kedua setelah tkzin.
Kontribusinya tidak hanya terlihat dari statistik, tetapi juga melalui kepemimpinannya dalam mengatur strategi dan jalannya permainan LOUD.
Momen emosional terjadi saat erde menjalani wawancara setelah pertandingan.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui kabar meninggalnya sang ibu beberapa hari sebelum turnamen dimulai.
Penghargaan MVP tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi erde, yang mampu melewati situasi sulit dan mengantarkan timnya menjadi juara dunia.
Gelar ini sekaligus memperkuat dominasi wilayah Americas di panggung internasional VALORANT.
Setelah meraih tiga gelar internasional terakhir, termasuk Esports World Cup, wilayah tersebut kembali menunjukkan kekuatannya melalui keberhasilan LOUD di Shanghai.


Dengan kemenangan ini, LOUD kembali mengukir sejarah sebagai organisasi pertama yang menjuarai VALORANT Champions sebanyak dua kali.
Setelah keberhasilan pada 2022, kini mereka kembali berada di puncak dunia bersama roster yang membuktikan bahwa pengalaman bukan satu-satunya faktor untuk meraih gelar tertinggi.
Selain berita di atas, yuk simak podcast Esports ID “Nongki di Lobby” di bawah ini. Selamat menonton!