Meski Tak Terpilih Jadi Partner VCT 2027,  BOOM Esports Tegaskan Komitmen di Skena VALORANT
BOOM Esports
Valorant

Meski Tak Terpilih Jadi Partner VCT 2027, BOOM Esports Tegaskan Komitmen di Skena VALORANT

MikeApalah - Jumat, 23 Oktober 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BOOM Esports mengumumkan bahwa mereka tidak terpilih sebagai tim partner VALORANT Champions Tour (VCT) untuk musim 2027. Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi organisasi esports Indonesia yang selama ini berusaha mempertahankan eksistensinya di kompetisi VALORANT tingkat internasional.

Melalui pernyataan resminya, BOOM Esports mengungkapkan bahwa mereka telah menerima konfirmasi dari Riot Games mengenai hasil seleksi program kemitraan VCT 2027. Meski tidak mendapatkan tempat dalam daftar tim partner, organisasi berjuluk Hungry Beast itu menegaskan bahwa ambisi mereka untuk terus bersaing di skena kompetitif VALORANT tidak akan berhenti.

Baca juga:

Global Esports Tinggalkan VALORANT Usai Juara VCT Pacific 2026, Ini Alasannya!

VALORANT Ungkap Hush, Duelist Baru dengan Kekuatan Telekinesis, Rilis 27 Oktober!

BOOM juga menyatakan tetap berkomitmen membangun roster kompetitif, mengevaluasi strategi, dan memanfaatkan peluang yang tersedia pada musim mendatang. Dengan demikian, hasil seleksi ini bukan berarti perjalanan BOOM Esports di kompetisi VALORANT harus berakhir.


BOOM Esports Tak Masuk Daftar 32 Tim Partner VCT 2027

Riot Games secara resmi mengumumkan daftar 32 organisasi yang terpilih menjadi partner VCT pada 22 Oktober 2026. Program kemitraan terbaru tersebut mencakup empat wilayah kompetisi, yaitu Americas, EMEA, Pacific, dan China, dengan masing-masing wilayah memiliki delapan tim partner.

Dalam daftar tersebut, kawasan Pacific diwakili oleh Crazy Raccoon, FULL SENSE, GAM Esports, Gen.G, Paper Rex, Rex Regum Qeon (RRQ), T1, dan ZETA DIVISION. BOOM Esports tidak termasuk dalam delapan organisasi yang terpilih untuk wilayah tersebut.

Proses seleksi kali ini melibatkan lebih dari 100 organisasi dari seluruh dunia yang mengajukan proposal untuk menjadi bagian dari ekosistem VCT. Riot mengevaluasi sejumlah aspek, termasuk kontribusi terhadap komunitas VALORANT, jangkauan penggemar dan konten, keberlanjutan bisnis, kualitas operasional, serta pencapaian kompetitif.

Persaingan tersebut membuat seleksi kemitraan menjadi semakin ketat. Organisasi tidak hanya dinilai berdasarkan performa di dalam pertandingan, tetapi juga berdasarkan kemampuan membangun komunitas dan mendukung perkembangan ekosistem esports dalam jangka panjang.

Bagi BOOM Esports, hasil ini berarti mereka tidak akan menerima keuntungan yang melekat pada status partner VCT untuk siklus 2027–2028. Meski demikian, peluang untuk kembali tampil di turnamen VCT masih terbuka melalui sistem kualifikasi kompetitif.

BOOM Esports Tetap Berkomitmen di Skena VALORANT

Dalam pernyataannya, BOOM Esports mengakui bahwa hasil seleksi tersebut bukanlah sesuatu yang mereka harapkan setelah mencurahkan waktu dan usaha untuk mendapatkan tempat dalam program kemitraan.

Namun, organisasi itu menegaskan bahwa semangat untuk bersaing di level tertinggi tetap tidak berubah. BOOM juga menyampaikan kebanggaannya terhadap perjalanan yang telah ditempuh sebagai salah satu organisasi yang berkompetisi di kawasan Asia Pasifik.

BOOM menilai timnya telah menunjukkan kemampuan untuk bersaing dengan organisasi kuat di kawasan tersebut. Dengan identitas Hungry Beast, mereka ingin terus membangun roster yang mampu memberikan performa kompetitif dan permainan taktis berkualitas.

Meski keputusan Riot tidak berpihak kepada mereka, BOOM menyatakan akan menjadikan hasil seleksi ini sebagai momentum untuk mengevaluasi strategi dan menentukan langkah berikutnya. Organisasi juga menekankan bahwa roster, staf, dan manajemen tetap berfokus pada pencapaian kompetitif dalam berbagai turnamen mendatang.

Jalur Kualifikasi Terbuka Jadi Peluang BOOM pada VCT 2027

Tidak terpilihnya BOOM sebagai tim partner bukan berarti mereka kehilangan seluruh kesempatan untuk tampil di VCT. Riot Games telah menyiapkan sistem kompetisi yang memberikan peluang kepada organisasi nonpartner untuk masuk ke turnamen melalui kualifikasi terbuka.

Pada musim 2027, VCT Pacific Kickoff akan diikuti 12 tim, terdiri dari delapan tim partner dan empat tim yang lolos melalui Open Qualifiers. Riot juga menyatakan bahwa tim nonpartner dapat berjuang melalui jalur kualifikasi untuk mendapatkan kesempatan tampil di Kickoff, Cups, Masters, hingga Champions.

Kualifikasi terbuka untuk wilayah Pacific dijadwalkan mulai bergulir pada November 2026. Riot turut mencantumkan jalur kualifikasi Indonesia dalam rencana awal kompetisi tersebut, meskipun rincian jadwal dan persyaratan lengkap masih menunggu pengumuman lebih lanjut.

Sistem ini membuka peluang bagi BOOM untuk kembali membuktikan kemampuan mereka melalui pertandingan. Berbeda dari program kemitraan yang mempertimbangkan sejumlah aspek organisasi, jalur kompetitif memberikan kesempatan bagi tim untuk meraih tempat berdasarkan hasil di dalam permainan.

Meski demikian, persaingan tetap akan berat. BOOM perlu mempersiapkan roster, menjaga konsistensi performa, serta memastikan kesiapan mengikuti persyaratan kualifikasi agar dapat kembali bersaing di panggung VCT.

BOOM Esports Siapkan Babak Baru Bersama Hungry Beast

BOOM Esports menegaskan bahwa mereka tengah mengevaluasi langkah strategis untuk menghadapi musim kompetisi berikutnya. Fokus organisasi mencakup penyusunan target roster dan persiapan untuk berbagai kesempatan bertanding di tingkat domestik maupun internasional.

Namun, hingga pernyataan tersebut disampaikan, BOOM belum mengumumkan secara terperinci perubahan roster atau rencana kompetitif yang akan dijalankan setelah keputusan kemitraan VCT 2027.

Organisasi juga menyampaikan apresiasi kepada para penggemar, mitra, dan komunitas yang terus memberikan dukungan selama perjalanan mereka. Dukungan tersebut disebut menjadi salah satu sumber motivasi bagi BOOM untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan berikutnya.

Hasil seleksi VCT 2027 memang menutup satu jalur bagi BOOM Esports, tetapi belum mengakhiri peluang mereka untuk berkompetisi di level internasional. Dengan hadirnya sistem kualifikasi terbuka, tantangan berikutnya adalah membangun tim yang mampu kembali mendapatkan tempat melalui performa di dalam pertandingan.

Bagi Hungry Beast, perjalanan di skena VALORANT masih berlanjut. Kini, perhatian tertuju pada persiapan roster dan langkah konkret BOOM untuk menghadapi musim kompetisi 2027.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait