Di platform Steam, game dengan harga mahal bukanlah hal yang baru. Namun, jarang ada judul yang sengaja memasang harga fantastis hanya demi sebuah lelucon. Hal itulah yang dilakukan Michael Major, pendiri Stolen Valor Studios, ketika merilis This Game Costs 200 Dollars pada Januari 2026.
Sesuai namanya, game tersebut dibanderol seharga US$200 (setara Rp3,2 juta). Sang pengembang mengaku proyek ini sejak awal dibuat sebagai candaan tanpa berharap ada orang yang benar-benar membelinya.
Ironisnya, konsep nyeleneh tersebut justru viral dan sempat mencatat angka penjualan mendekati US$1,4 juta (setara Rp22,8 miliar) berdasarkan data transaksi yang dibagikan.
Gelombang Refund Masif dan Pembeli dari Tiongkok
Nominal fantastis tersebut sayangnya hanya bertahan sesaat. Laporan menunjukkan bahwa dari 6.717 pemain yang sempat membeli game tersebut, sebanyak 6.707 transaksi akhirnya dibatalkan melalui sistem refund Steam.
Lebih dari 99% pembelian dikembalikan kepada konsumen, membuat uang yang benar-benar diterima pengembang hanya sekitar US$2.000 (setara Rp32,6 juta).
"Saya hampir mati ketika melihat semuanya terjadi." Michael Major, Pendiri Stolen Valor Studios
Major mengaku terkejut karena game iseng miliknya yang dipenuhi aset sederhana dan humor satire bisa menarik begitu banyak pembeli.
Yang membuat situasi semakin aneh, sebagian besar pembelian berasal dari pengguna di Tiongkok, di mana banyak akun langsung mengajukan refund bahkan tanpa sempat menjalankan game tersebut.
Konten Permainan dan Kebijakan Refund Steam
Kendati dibuat sebagai lelucon, This Game Costs 200 Dollars bukanlah aplikasi kosong. Game ini menyajikan RPG bergaya retro dengan sudut pandang top-down, beberapa ruangan untuk dijelajahi, NPC, serta dialog satir yang mengejek harga gamenya sendiri.
Proyek ini merupakan sekuel dari game sebelumnya yang berjudul This Game Costs 10 Dollars.

Kasus ini kembali menyoroti kebijakan refund Valve yang mengizinkan pengembalian dana jika dilakukan dalam kurun 14 hari dan playtime di bawah dua jam.
Meski dirancang untuk melindungi konsumen, kebijakan ini berpotensi membatalkan hampir seluruh transaksi pada game eksperimental atau berdurasi singkat.
Peristiwa This Game Costs 200 Dollars menjadi salah satu fenomena unik di Steam pada tahun 2026.
Kisah Michael Major menjadi pengingat nyata bahwa tingginya angka penjualan sementara di platform digital belum tentu mencerminkan pendapatan bersih yang benar-benar diterima oleh pengembang.