GAME 1
GAME 2
>Secret kembali mendominasi early game di match 2. Morphling dari Nisha hampir jadi bola salju tak tertahankan dengan farming Ethereal Blade yang cepat. Belum lagi split push menyebalkan dari Lone Druid Matumbaman. Alliance terpaksa main sangat sabar namun perlahan bangkit. Nikobaby kembali perform di match ini dengan Juggernautnya. Salah satu momen terbaiknya saat ia di gank oleh Axe dan Lone Druid, namun malah membunuh sang pawang beruang dengan Omnislash. Niko hampir memenangkan game ini setelah membeli Rapier. Sayangnya, ia tumbang saat mencoba meruntuhkan base dari Secret dan akhirnya Alliance menyerahkan game 2.? ALLIANCE STAY UNDEFEATED! ?
— DreamHack Dota (@DreamHackDota) April 28, 2021
Happy lads @theAllianceGG as they take down @teamsecret 2-1! pic.twitter.com/JFK3ymX4mw
GAME 3
>Menghadapi Faceless Void Nikobaby, Secret membuat draft dengan komposisi 5 hero yang punya stun. Nikobaby memang agak tersiksa tanpa BKB di awal game karena rentetan stun tak ada hentinya ketika diinisiasi tim Secret. Namun perlahan Alliance mengambil alih permainan di mid game. Kehadiran Dragon Knight dan Underlord cukup krusial untuk membantu Void tak jadi sadaran utama. Tak sampai 40 menit, Nikobaby sudah bergaya di marksa Secret dan memenangkan game ketiga sekaligus memperpanjang rekor sempurna Alliance di upper division DPC season 2.>Alliance nyaman di peringkat satu dengan 4 kemenangan tanpa kalah, sementara Secret ada di posisi 4 hasil 2 kali menang dan dua kali kalah. Sepertinya Alliance berpeluang besar lolos ke Major selanjutnya nih.