Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Industry

PS5 Mulai Pasang Label Peringatan Soal Akhir Era Disc, Sony Tegaskan Arah ke Game Digital

Aldonov Danoza - Kamis, 06 Agustus 2026 13:47:55

Sony memasang stiker peringatan di boks PS5 yang mengonfirmasi penghentian produksi seluruh game fisik Blu-ray baru mulai Januari 2028.

Sony kembali menegaskan komitmennya untuk membawa ekosistem PlayStation menuju era digital sepenuhnya. Setelah sebelumnya mengumumkan penghentian produksi game fisik mulai Januari 2028, kini sejumlah konsumen mulai menemukan label peringatan baru pada kemasan PlayStation 5 yang menginformasikan perubahan besar tersebut.

Laporan dari berbagai pengguna di media sosial menunjukkan bahwa stiker tersebut mulai ditempel pada boks PS5 di beberapa wilayah.

Isi pesannya menegaskan bahwa mulai Januari 2028, seluruh game baru yang dirilis untuk platform PlayStation hanya akan tersedia dalam format digital melalui PlayStation Store maupun retailer yang menjual kode unduhan. Sementara itu, game fisik yang telah dirilis sebelum batas waktu tersebut masih tetap dapat dimainkan.

Munculnya label tersebut dianggap sebagai langkah Sony untuk meningkatkan transparansi kepada calon pembeli. Langkah ini sekaligus mempertegas keputusan penghentian produksi disc yang pertama kali disampaikan Sony pada Juli 2026 sebagai bentuk respons terhadap pergeseran tren industri hiburan ke distribusi digital.

"Seiring preferensi konsumen dan industri hiburan yang terus bergeser dari media fisik menuju digital, produksi disc fisik untuk seluruh game baru yang dirilis di konsol PlayStation akan dihentikan mulai Januari 2028." Sony Interactive Entertainment

Ubisoft Yakin Era Digital PlayStation Tak Akan Guncang Industri Game

Sisi Bisnis dan Tanggapan para Analis

Keputusan ini memiliki alasan bisnis yang kuat karena mampu memangkas biaya produksi Blu-ray, pencetakan kemasan, distribusi logistik, hingga risiko stok yang tidak terjual. Selain itu, seluruh transaksi digital yang berlangsung melalui PlayStation Store memberikan kendali penuh kepada Sony atas ekosistem penjualan game.

Piers Harding-Rolls, Analis dari Ampere Analysis, menilai langkah ini dapat membantu efisiensi bisnis retail.

"Jika ada cara untuk menyederhanakan bisnis retail game, secara umum saya pikir itu baik bagi industri karena dapat menghilangkan biaya yang sebenarnya tidak lagi diperlukan. Hal ini juga membantu mengurangi tekanan terhadap margin keuntungan yang berasal dari meningkatnya biaya pengembangan dan tenaga kerja." Piers Harding-Rolls, Analis Ampere Analysis

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Daniel Ahmad, Direktur Riset dan Insight Nico Partners, yang melihat strategi ini dari sudut pandang monopoli pasar.

"Keputusan menghentikan produksi disc fisik pada saat ini sepenuhnya merupakan keputusan platform yang dirancang untuk memangkas biaya Sony, menghilangkan pasar jual beli game bekas, serta mengarahkan 100 persen pendapatan melalui PlayStation Store." Daniel Ahmad, Direktur Riset dan Insight Nico Partners

PlayStation Tuai Kritik Usai Putuskan Hentikan Produksi Game Fisik

Dampak Bagi Konsumen dan Retailer

Penghentian disc fisik diperkirakan membawa dampak besar bagi retailer yang harus mengalihkan fokus bisnis mereka ke penjualan aksesori, perangkat keras, maupun voucher digital.

Di sisi lain, para pemain juga berpotensi kehilangan hak jual beli game bekas serta kemudahan meminjamkan keping game kepada sesama kolektor.

Kemunculan label peringatan pada boks PS5 memperlihatkan bahwa Sony tidak memiliki rencana untuk mundur meski menuai kritik dari komunitas.

Bagi para penggemar dan pengoleksi game fisik, kurun waktu sebelum Januari 2028 menjadi masa transisi terakhir untuk menikmati rilis baru dalam bentuk keping Blu-ray sebelum industri PlayStation beralih sepenuhnya ke ekosistem digital.

Sony Investasikan US$35 Juta untuk Transformasi Pabrik PlayStation, Siapkan Era Game Digital Mulai 2028

Baca Artikel Asli