GTA 6 Online Masih Dirahasiakan, Take-Two Bidik Monetisasi Baru
Rockstar Games masih merahasiakan mode multiplayer GTA 6 di tengah sinyal pimpinan Take-Two mengenai potensi monetisasi game yang lebih besar.
Other

GTA 6 Online Masih Dirahasiakan, Take-Two Bidik Monetisasi Baru

Aldonov Danoza - Selasa, 11 Agustus 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Rockstar Games masih menyimpan rapat-rapat informasi mengenai mode online Grand Theft Auto VI (GTA 6) menjelang peluncuran resminya pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S. Hingga kini, Rockstar belum memberikan kepastian mengenai pengalaman multiplayer, jadwal ketersediaan, maupun sistem monetisasi yang akan diterapkan.

Kondisi tersebut menjadi sorotan setelah Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar, secara terbuka melihat peluang besar untuk memaksimalkan monetisasi di industri video game. Kerahasiaan ini kian menarik mengingat GTA Online generasi sebelumnya menjadi mesin recurring spending utama selama lebih dari satu dekade.

Bos Take-Two: Disc GTA 6 Udah Enggak Masuk Akal untuk Konsumen

Rockstar Tunda Pembahasan Mode Multiplayer

Minimnya rincian online diduga merupakan bagian dari strategi Rockstar untuk berfokus pada mode single-player yang berpusat pada karakter Jason dan Lucia di negara bagian Leonida. Jurnalis Bloomberg, Jason Schreier, melaporkan bahwa Rockstar belum berencana membahas format GTA Online anyar maupun sistem pengeluaran berulangnya dalam waktu dekat.

Mereka tidak berencana membicarakan dalam waktu dekat seperti apa GTA Online yang baru dan seperti apa bentuk pengeluaran berulangnya.

Jason Schreier, Jurnalis Bloomberg

Meski demikian, dukungan untuk GTA Online versi GTA V dipastikan tetap berjalan. Dalam laporan keuangan terbaru Take-Two, belanja konsumen berulang seri GTA tumbuh 27 persen, didorong oleh jumlah pelanggan layanan GTA+ yang naik hampir dua kali lipat dibanding periode tahun sebelumnya.

Trailer Gameplay GTA 6 di Netflix Bisa Ubah Cara Game Dipromosikan

Baca Juga :

GTA 6 Online Masih Dirahasiakan, Take-Two Bidik Monetisasi Baru

Peringati Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026, Menteri Ekraf Ajak Masyarakat Populerkan Video Game dan Board Game Lokal

Bos Take-Two: Disc GTA 6 Udah Enggak Masuk Akal untuk Konsumen

Sinyal Monetisasi Industri dari Pimpinan Take-Two

Di tengah bungkamnya Rockstar, Chairman dan CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, mengisyaratkan bahwa potensi monetisasi dari basis pemain yang ada masih dapat dikembangkan lebih jauh.

Saya pikir kita masih baru menggaruk permukaannya, baik dalam hal ukuran audiens maupun monetisasi dari audiens tersebut.

Strauss Zelnick, Chairman dan CEO Take-Two Interactive

Walau tak merujuk langsung pada GTA 6, insentif finansial untuk mempertahankan model pendapatan berulang sangat besar. Terlebih GTA V telah menembus penjualan 225 juta kopi. Skema peluncuran online secara terpisah seperti yang terjadi pada 2013 lalu juga berpeluang kembali terulang pada rilis GTA 6 nanti.

GTA 6 Akhirnya Pamer Gameplay? Rockstar Konfirmasi "Extended Look" Hadir di Netflix Akhir Agustus

Fokus Pemasaran Utama pada Kampanye Single-Player

Rockstar saat ini memprioritaskan promosi game utama yang dibanderol mulai US$79,99 (setara Rp1,3 juta) untuk edisi standar. Materi promosi besar berikutnya dijadwalkan tayang pada 27 Agustus 2026 lewat tayangan khusus di platform Netflix.

Kamu akan memahaminya ketika melihatnya. Ini akan terasa seperti sebuah acara televisi yang wajib ditonton.

Strauss Zelnick, Chairman dan CEO Take-Two Interactive

Hingga ada pengumuman resmi, rincian mengenai GTA 6 Online tetap menjadi rahasia terbesar Rockstar, sementara GTA Online lama terus beroperasi sebagai penopang bisnis Take-Two.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait