Dari Juara Dunia hingga Terpuruk, Ini Kronologi Kejatuhan EVOS Divine
EVOS Divine
Free Fire

Dari Juara Dunia hingga Terpuruk, Ini Kronologi Kejatuhan EVOS Divine

MikeApalah - Selasa, 01 September 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Setahun lalu, EVOS Divine berada di puncak dunia. Kini, tim berjuluk Macan Putih tersebut justru menghadapi salah satu periode paling sulit dalam perjalanan kompetitifnya.

Gelar Esports World Cup (EWC) 2025: Free Fire sempat menempatkan EVOS Divine sebagai tim terbaik di planet ini. Mereka mengangkat trofi juara dunia, mengoleksi 170 poin, serta membawa pulang hadiah sekitar Rp4,8 miliar.

EVOS Divine Juara EWC 2026
EVOS Divine Juara EWC 2026

Namun, kejayaan tersebut ternyata tidak menjadi awal dari era dominasi panjang.

Dalam kurun waktu sekitar satu tahun, performa EVOS Divine justru terus menurun. Mereka gagal menjaga konsistensi di level regional, tampil mengecewakan sebagai juara bertahan di turnamen internasional, hingga akhirnya melakukan perubahan roster besar-besaran.

Kini, setelah memasuki FFWS SEA 2026 Fall, EVOS Divine bahkan harus berjuang keras hanya untuk memastikan tempat di Grand Finals.

Berikut perjalanan EVOS Divine dari puncak dunia hingga berada dalam tekanan terbesar.

Puncak Kejayaan EVOS Divine di EWC 2025

Semua bermula dari Esports World Cup 2025.

Baca Juga :

Dari Juara Dunia hingga Terpuruk, Ini Kronologi Kejatuhan EVOS Divine

FFWS SEA 2026 Fall: Comeback Adam dan Kapten POOM Jadi Simbol Kebangkitan ONIC!

ONIC Makin Konsisten di Phase 2 FFWS SEA 2026 Fall, Comeback Adam Langsung Terasa

EVOS Divine tampil gemilang dan berhasil menjadi juara dunia Free Fire setelah mengumpulkan 170 poin. Gelar tersebut membawa mereka bukan hanya meraih hadiah sekitar Rp4,8 miliar, tetapi juga status sebagai tim terbaik dunia.

Kemenangan itu sekaligus meningkatkan ekspektasi publik.

Sebagai juara dunia, EVOS Divine tentu diharapkan mampu mempertahankan dominasi mereka di turnamen berikutnya. Banyak yang memperkirakan periode tersebut akan menjadi awal era kejayaan baru Macan Putih.

Namun, kenyataan justru berjalan sebaliknya.

Sinyal Penurunan Mulai Terlihat di FFWS SEA 2025 Fall

EVOS Divine
EVOS Divine

Tidak lama setelah kesuksesan di EWC 2025, tanda-tanda penurunan performa mulai terlihat.

EVOS Divine tampil di FFWS SEA 2025 Fall, tetapi tidak mampu mempertahankan konsistensi permainan seperti ketika mereka menjuarai EWC.

Di level Asia Tenggara, permainan EVOS mulai mengalami naik-turun dan gagal menunjukkan dominasi yang sebelumnya menjadi ciri khas mereka.

Hasil tersebut menjadi alarm pertama bahwa status juara dunia ternyata tidak otomatis menjamin konsistensi sebuah tim.

EVOS masih memiliki nama besar, tetapi performa mereka mulai memperlihatkan celah.

FFWS Global Finals 2025: Gagal Mempertahankan Mahkota

Masalah tersebut semakin terlihat ketika EVOS Divine kembali tampil di panggung dunia.

Sebagai juara bertahan FFWS Global Finals 2025, mereka seharusnya menjadi salah satu kandidat favorit.

Namun, penampilan EVOS justru jauh dari ekspektasi.

Mereka hanya mampu finis di papan tengah dan gagal mempertahankan status sebagai penguasa dunia.

Hasil tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa penurunan performa EVOS bukan sekadar masalah satu turnamen.

FFWS SEA 2026 Spring: Sempat Jadi Juru Kunci

Memasuki 2026, EVOS Divine kembali mendapatkan kesempatan untuk bangkit.

Sayangnya, situasi belum banyak berubah.

Pada pekan pertama babak Knockout FFWS SEA 2026 Spring, EVOS bahkan harus menempati posisi terakhir klasemen sementara.

Pemain EVOS, Leem, saat itu mengakui bahwa inkonsistensi telah terlihat sejak dua turnamen internasional sebelumnya.

Walaupun akhirnya EVOS mampu memperbaiki posisi dan lolos ke Grand Finals, mereka tetap tidak berhasil kembali ke papan atas.

Sang mantan juara dunia hanya mampu finis di posisi tengah.

FFCM SEA 2026 Spring Kembali Berakhir Mengecewakan

Performa tidak konsisten tersebut berlanjut ke kompetisi berikutnya.

Pada FFCM SEA 2026 Spring, EVOS Divine kembali gagal melangkah jauh.

Mereka tersingkir pada babak lower bracket quarterfinal setelah kalah 0-2 dari P Esports.

Kekalahan tersebut kembali memperlihatkan pola yang sama: EVOS masih kesulitan menemukan performa terbaik secara konsisten.

Dalam beberapa turnamen, mereka mampu memperlihatkan potensi untuk bersaing. Namun, performa tersebut tidak bertahan cukup lama untuk membawa mereka kembali ke level ketika menjadi juara dunia.

EWC 2026 Sempat Berikan Harapan, Namun Kandas

Menariknya, EVOS Divine sempat memberikan alasan untuk kembali percaya kepada mereka pada EWC 2026 di Paris.

Sang Macan Putih menutup fase grup dengan dua Booyah beruntun.

Penampilan tersebut membuat optimisme mulai muncul kembali. Bahkan, caster Bigan Dirgantara menilai permainan EVOS sudah menunjukkan standar yang layak dari seorang juara bertahan.

Harapan untuk mempertahankan gelar pun kembali terbuka.

Namun, fase berikutnya justru menjadi antiklimaks.

Gelar EWC 2026 akhirnya direbut LYON dari Meksiko, sementara EVOS Divine harus puas finis di peringkat ke-10.

Bagi tim yang setahun sebelumnya mengangkat trofi di ajang yang sama, hasil tersebut menjadi pukulan besar.

Rombak Roster Besar-Besaran untuk FFWS SEA 2026 Fall


Rentetan hasil buruk akhirnya mendorong EVOS Divine melakukan perubahan besar.

Menjelang FFWS SEA 2026 Fall, EVOS melepas dua pemain penting, yaitu Rasyah dan Reyy.

Sebagai gantinya, mereka mendatangkan Ikal, yang dipinjam dari Dewa United Horus, serta FaizMKS.

Namun, proses perekrutan tersebut ternyata bukan rencana utama.

Dalam wawancara sebelumnya, pelatih EVOS mengungkap bahwa kedatangan pemain baru tersebut lebih merupakan “backup plan” setelah target utama tim gagal didatangkan karena alasan yang tidak dapat diungkap kepada publik.

Perubahan mendadak tersebut tentu membawa tantangan baru.

EVOS harus kembali membangun chemistry dan menemukan formula permainan baru di tengah persaingan FFWS SEA yang sangat ketat.

Phase 1 FFWS SEA 2026 Fall Kembali Menjadi Masalah

Harapan untuk bangkit belum juga terwujud.

Pada Phase 1 FFWS SEA 2026 Fall, EVOS Divine hanya mampu mengumpulkan 266 poin dan finis di peringkat ke-13.

Posisi tersebut sangat krusial karena EVOS gagal masuk Top 12, yang memberikan jalur lebih mudah menuju fase berikutnya.

Artinya, sang juara dunia harus mengambil jalur yang lebih panjang.

EVOS masih memiliki kesempatan, tetapi tekanan menjadi jauh lebih besar.

Phase 2 Malah Berakhir di Dasar Klasemen

Situasi semakin buruk ketika EVOS memulai perjuangan di Phase 2.

Pada Week 3 Day 2, EVOS Divine tampil sebagai salah satu tim paling mengecewakan. Mereka hanya mampu mengumpulkan 44 poin, tanpa Booyah, dan finis di posisi ke-12 atau juru kunci dari 12 peserta.

Hari berikutnya pun tak kunjung mendapatkan hasil yang baik. Mereka kembali terbenam di peringkat 11 dengan perolehan 48 poin.

Pertanyaannya kini bukan lagi soal apakah EVOS Divine masih bisa menang, melainkan apakah mereka benar-benar mampu beradaptasi, membenahi akar masalah struktural yang telah terakumulasi selama setahun terakhir, dan menemukan kembali identitas permainan yang pernah membawa mereka ke puncak dunia. Jika gagal, status juara dunia EWC 2025 berisiko hanya akan dikenang sebagai kenangan manis yang tak pernah terulang.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait