Esports Tak Lagi Dipertandingkan di Asian Games Setelah 2026, OCA Siapkan Ajang Khusus di Kuwait pada 2027
Other

Esports Tak Lagi Dipertandingkan di Asian Games Setelah 2026, OCA Siapkan Ajang Khusus di Kuwait pada 2027

Ferdian Hidayat - Senin, 28 September 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Esports akan menjalani penampilan terakhirnya di Asian Games melalui Aichi-Nagoya 2026 sebelum resmi dipisahkan dari ajang multiolahraga tersebut mulai 2027.

Olympic Council of Asia (OCA) memastikan competitive gaming akan memiliki kompetisi kontinental tersendiri bernama Asian Esports and Mind Sports Games, dengan Kuwait dipercaya menjadi tuan rumah edisi perdana yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.

Keputusan ini diumumkan bertepatan dengan dimulainya Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang dan menjadi bagian dari perubahan struktur kompetisi esports di bawah OCA.

Melalui ajang baru tersebut, esports nantinya tidak hanya berdiri sendiri, tetapi juga akan berjalan bersama sejumlah cabang mind sports seperti catur, go, bridge, dan checkers.

Baca juga:

Asian Games 2026: Pokémon Unite Jadi Cabang Esports Pertama yang Raih Medali Resmi untuk Indonesia

Timnas Esports Indonesia Siap Tempur di Asian Games 2026, eFootball Jadi Andalan Emas

Asian Games 2026: Daftar Tim League of Legends dan Roster Lengkap

Pembentukan kompetisi baru ini membuat Aichi-Nagoya 2026 menjadi akhir dari perjalanan esports sebagai bagian dari program Asian Games.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Jadi Penampilan Terakhir Esports

Asian
Via: NOC

Perjalanan esports di Asian Games sendiri dimulai pada Jakarta-Palembang 2018 ketika competitive gaming hadir sebagai cabang demonstrasi.

Lima tahun kemudian, esports mendapatkan status yang lebih besar dengan masuk sebagai cabang perebutan medali resmi pada Asian Games Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023.

Aichi-Nagoya 2026 menjadi edisi terakhir yang mempertahankan format tersebut. Sebanyak 13 game esports dijadwalkan dipertandingkan dengan melibatkan pemain profesional dari lebih dari 30 negara, sebelum seluruh rangkaian Asian Games ditutup pada 4 Oktober 2026.

Rencana untuk memisahkan esports dari Asian Games sebenarnya telah disiapkan OCA sejak 2024.

Asian Esports and Mind Sports Games 2027 Digelar di Kuwait

Via: OCA
Via: OCA

Setelah Aichi-Nagoya 2026, esports akan memiliki panggung kontinental baru melalui Asian Esports and Mind Sports Games.

Kuwait telah dikonfirmasi sebagai tuan rumah edisi perdana pada 2027 setelah Olympic Council of Asia (OCA) menandatangani Host City Contract (HCC) bersama Kuwait.

Ajang tersebut akan diikuti sekitar 4.000 atlet dan menggabungkan esports dengan sejumlah mind sports.

OCA menyebut program pertandingan untuk edisi perdana akan diumumkan kemudian, sehingga daftar game esports yang akan dimainkan masih belum diketahui.

Presiden OCA, HE Sheikh Joaan bin Hamad Al Thani, mengatakan kehadiran Asian Esports and Mind Sports Games dapat membuka peluang baru bagi atlet Asia untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Kami sangat senang dapat menandatangani kontrak tuan rumah bersama Kuwait untuk menyelenggarakan edisi pertama Asian Esports and Mind Sports Games. Peluncuran ajang ini sepenuhnya sejalan dengan visi Together for Asia, yaitu menyatukan benua kita melalui olahraga untuk mendorong keunggulan, solidaritas, dan kompetisi yang damai.

OCA juga tengah berdiskusi dengan Filipina untuk menjadi tuan rumah edisi kedua pada 2029.

Keputusan mengenai penyelenggaraan tersebut dijadwalkan dibahas dalam OCA General Assembly 2027 di Doha.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait