Lee "Faker" Sang-hyeok, kembali mendapatkan pengakuan di luar dunia esports. Legenda League of Legends sekaligus ikon T1 tersebut resmi ditunjuk sebagai polisi kehormatan (honorary police officer) oleh Kepolisian Nasional Korea Selatan (KNPA) untuk mendukung kampanye pencegahan judi siber di kalangan remaja.
Penunjukan ini menambah daftar panjang prestasi Faker di luar kompetisi. Setelah masuk dalam daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia Olahraga versi Time 2026, menjadi anggota ESL Esports Hall of Fame, serta League of Legends Hall of Legends milik Riot Games, kini ia dipercaya memanfaatkan pengaruhnya untuk mendukung kampanye sosial.
??? ????? ??, #??? ? ?????!????
— ???? ??? (@polinlove) July 22, 2026
‘?? ?? ???’? ???? ??,
??? #??? ??? #???? ? ????
??? ????? ???? ????? ???? ?????!
?? 5??? ???#???????? ???? ??? ??
???? 800? ??… pic.twitter.com/PwTMR9cpga
Faker Jadi Wajah Kampanye Anti Judi Siber
Sebagai polisi kehormatan, Faker akan bertugas sebagai duta "Youth Cyber Gambling Voluntary Reporting System", program yang mendorong remaja melaporkan secara sukarela apabila telah terlibat dalam aktivitas judi siber.
Perannya mencakup tampil dalam berbagai materi kampanye, mulai dari video edukasi hingga poster yang mengajak generasi muda memahami bahaya perjudian daring sekaligus mencari bantuan sebelum masalah berkembang lebih jauh.
Saya merasa terhormat ditunjuk sebagai polisi kehormatan sekaligus duta kampanye. Saya juga merasakan tanggung jawab yang besar. Saya akan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan untuk menyebarkan bahaya judi siber dan memperkenalkan sistem pelaporan sukarela kepada generasi muda,
ujar Faker.
Program Pelaporan Sukarela Sudah Berjalan Sejak Mei
Program Youth Cyber Gambling Voluntary Reporting System diluncurkan pada Mei 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Hingga pertengahan Juli, program tersebut telah menerima 806 laporan sukarela dari remaja yang mengakui keterlibatan mereka dalam aktivitas judi online.
Peserta yang melapor akan memperoleh:
- Konseling psikologis.
- Asesmen tingkat kecanduan judi.
- Program rehabilitasi atau perawatan lanjutan sesuai kebutuhan.
Kepolisian Korea Selatan juga menyatakan akan memberikan keringanan hukuman semaksimal mungkin bagi pelapor yang bekerja sama, dengan mempertimbangkan besaran aktivitas perjudian, tingkat penyesalan, serta perkembangan selama menjalani rehabilitasi.
Pelaksana Tugas Komisaris Jenderal KNPA, Yoo Jae-sung, mengatakan keterlibatan Faker diharapkan mampu mendorong lebih banyak remaja untuk berani mencari bantuan.
Dalam kasus judi siber pada remaja, yang terpenting adalah mendeteksi masalah sejak dini lalu segera memulai proses konseling dan perawatan. Kami berharap pengaruh positif Faker dapat memberikan keberanian kepada anak-anak muda yang membutuhkan bantuan agar tidak ragu untuk melapor.
Pengaruh Faker Melampaui Dunia Esports
Faker dianggap sebagai salah satu atlet esports paling sukses sepanjang sejarah.
Sejak debut profesional pada 2013 bersama T1, ia telah mengoleksi enam gelar juara dunia League of Legends, terbanyak sepanjang sejarah kompetisi tersebut.
Ketika memperpanjang kontraknya dengan T1 pada 2022, organisasi tersebut kembali menyebutnya sebagai "Unkillable Demon King". Julukan itu semakin terbukti setelah Faker membawa T1 meraih tiga gelar Worlds secara beruntun pada 2023, 2024, dan 2025, sekaligus memperkuat statusnya sebagai ikon terbesar dalam sejarah League of Legends.
Popularitas inilah yang membuat Kepolisian Nasional Korea Selatan memilih Faker sebagai figur publik untuk menjangkau generasi muda dalam kampanye pencegahan judi online.
Judi Online Jadi Perhatian Global
Penunjukan Faker juga hadir di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap dampak perjudian, termasuk perjudian digital.
Menurut World Health Organization (WHO) pada 2024, sekitar 5,5% perempuan dan hampir 12% laki-laki di dunia mengalami dampak negatif akibat aktivitas perjudian.
Di sisi lain, industri esports juga semakin dekat dengan dunia taruhan. Pada 2025, Riot Games mulai membuka peluang sponsor dari perusahaan taruhan olahraga untuk kompetisi Tier 1 League of Legends dan VALORANT di wilayah Amerika serta EMEA.
Kondisi tersebut membuat edukasi mengenai risiko perjudian, khususnya bagi remaja, menjadi semakin penting. Dengan pengaruh yang dimilikinya, Faker diharapkan mampu membantu meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai bahaya judi siber sekaligus mendorong mereka mencari bantuan sebelum terlambat.

