Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Hideo Kojima Soroti Hak Kepemilikan Digital di Era Baru Sony
Hideo Kojima khawatirkan hilangnya hak kepemilikan digital penuh setelah Sony resmi menghentikan kaset fisik PlayStation pada 2028.
Industry

Hideo Kojima Soroti Hak Kepemilikan Digital di Era Baru Sony

Aldonov Danoza - Selasa, 07 Juli 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Keputusan Sony untuk menghentikan total distribusi game PlayStation dalam format disc fisik mulai tahun 2028 terus memicu perdebatan panas di industri game. Tidak hanya dari kalangan pemain dan kolektor, kreator game legendaris Hideo Kojima juga ikut angkat bicara menyuarakan opininya.

Menurut pencipta seri Metal Gear dan Death Stranding tersebut, hilangnya media fisik bukan sekadar perubahan cara membeli game. Fenomena ini dinilai dapat mengancam konsep kepemilikan digital konsumen secara fundamental di masa depan.

Ancaman Kehilangan Hak Akses Penuh Akibat Ketergantungan Sistem Server

Dalam sebuah acara festival film di Italia, Kojima mengaku merasa sedih melihat PlayStation beralih sepenuhnya ke distribusi digital murni. Namun, hal yang paling mengkhawatirkan baginya adalah kemungkinan pemain suatu saat nanti tidak lagi benar-benar memiliki game yang telah mereka beli.

Menurut Kojima, saat seluruh konten bergantung penuh pada server perusahaan, konsumen pada dasarnya hanya menyewa hak akses dan bukan kepemilikan utuh. Jika suatu hari terjadi perubahan kebijakan korporasi, masalah sengketa lisensi, hingga krisis ekonomi, akses terhadap koleksi digital tersebut berpotensi dicabut sepihak.

Relevansi Kritik Lawas 2021 dan Kasus Penghapusan Konten Digital

Pandangan kritis ini sebenarnya bukan hal baru bagi Kojima karena pada tahun 2021 lalu ia sempat memperingatkan hal serupa lewat media sosial. Kala itu ia mengingatkan bahwa dominasi layanan cloud dan distribusi digital dapat membuat pengguna kehilangan kendali atas koleksi hiburan mereka, baik game, film, maupun musik.

Kekhawatiran Kojima didasari oleh berbagai contoh nyata yang marak terjadi di industri hiburan digital dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah platform kedapatan menghapus film serta game dari pustaka digital akibat berakhirnya kontrak lisensi, yang membuat konsumen yang telah membayar tetap kehilangan akses.

Dilema Validasi Penjualan Digital vs Perlindungan Hak Konsumen Masa Depan

Di sisi lain, Sony memiliki landasan ekonomi kuat di mana mayoritas pengguna PlayStation kini terbukti lebih memilih membeli game secara digital demi kepraktisan. Pergeseran ini juga sejalan dengan arah industri PC yang telah sukses mengadopsi distribusi digital sebagai standar utama lewat platform raksasa seperti Steam.

Baca Juga :

Petisi 'Don't Kill the Disc' Tembus 165 Ribu Tanda Tangan

Sony Investasikan US$35 Juta untuk Transformasi Pabrik PlayStation, Siapkan Era Game Digital Mulai 2028

Nintendo Hentikan Penjualan Switch Generasi Pertama pada 2027

Meski menawarkan kemudahan instan, transisi total menuju era digital ini dinilai mendesak untuk diimbangi dengan regulasi perlindungan hak konsumen yang lebih transparan. Bagi Kojima, persoalan ini jauh melampaui sekadar nostalgia terhadap piringan kaset fisik, melainkan sebuah perjuangan esensial tentang status kepemilikan karya seni digital di masa depan.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait