Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Harga Xbox Series X Tembus Rp13 Juta, Lenovo Prediksi Memori Tetap Mahal
Lenovo memproyeksikan harga chip memori DRAM dan NAND akan tetap tinggi hingga 5 tahun ke depan akibat melonjaknya permintaan industri AI.
Industry

Harga Xbox Series X Tembus Rp13 Juta, Lenovo Prediksi Memori Tetap Mahal

Aldonov Danoza - Selasa, 30 Juni 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kenaikan harga konsol game tampaknya belum akan berhenti dalam waktu dekat di pasar global. Setelah Microsoft kembali menaikkan harga jual Xbox Series X hingga menyentuh angka 800 dolar AS (sekitar Rp13 juta menggunakan asumsi kurs terkini), Lenovo mengungkapkan analisis mendalam terkait penyebab tren kenaikan harga ini.

Dalam ajang ISC 2026 di Jerman, pihak Lenovo menegaskan bahwa harga chip memori DRAM dan NAND Flash kemungkinan besar tidak akan pernah kembali ke level murah seperti sedia kala. Tingginya harga komponen semikonduktor ini diproyeksikan akan terus bertahan setidaknya hingga lima tahun ke depan atau bahkan bisa lebih lama.

Sebab Utama Meroketnya Permintaan Chip Memori untuk Sektor AI

Tren Harga DRAM dan NAND

DRAM merupakan komponen vital yang digunakan sebagai RAM pada PC, laptop, hingga konsol, sedangkan NAND Flash merupakan bahan dasar pembuatan media penyimpanan SSD super cepat. Ketika biaya produksi kedua komponen inti tersebut meningkat, maka harga jual konsol game dan gawai elektronik konsumen otomatis ikut terdongkrak naik.

Penyebab utama dari kelangkaan dan mahalnya harga memori ini berasal dari melonjaknya permintaan industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global. Para produsen chip terbesar dunia kini lebih memilih mengalokasikan kapasitas produksi pabrik mereka untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI rahasia yang menawarkan margin keuntungan jauh lebih tinggi.

Kenaikan Biaya Komponen Microsoft yang Membengkak Drastis

Dampak dari pergeseran fokus industri ini dirasakan langsung oleh Microsoft dalam merakit lini konsol Xbox Series X dan Xbox Series S terbarunya. Raksasa teknologi tersebut mengungkapkan bahwa harga komponen memori yang mereka beli saat ini telah membengkak lebih dari 2,5 kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Bahkan jika kondisi pasar semikonduktor tidak kunjung membaik, biaya pengadaan komponen tersebut diperkirakan masih bisa kembali melonjak hingga dua kali lipat sebelum akhir tahun 2027. Selain Microsoft, perusahaan teknologi besar lain seperti Apple juga dilaporkan mulai melakukan penyesuaian harga demi menutupi margin produksi.

Fenomena New Normal Industri Elektronik dan Tantangan Gamer

Beberapa analis industri kini menyebut kondisi ini sebagai era "new normal" bagi pasar perangkat keras dunia. Bagi kamu para gamer, situasi dilematis ini mengindikasikan bahwa harga konsol generasi sekarang maupun biaya merakit PC gaming di masa depan kemungkinan besar tidak akan pernah semurah dulu lagi.

Baca Juga :

Petisi 'Don't Kill the Disc' Tembus 165 Ribu Tanda Tangan

Xbox Game Pass Tambah 11 Game Baru pada Juli 2026

Sony Investasikan US$35 Juta untuk Transformasi Pabrik PlayStation, Siapkan Era Game Digital Mulai 2028

Meskipun saat ini beberapa produsen mulai membangun fasilitas pabrik fabrikasi semikonduktor baru, Lenovo menilai tambahan pasokan tersebut akan langsung terserap habis oleh kebutuhan industri AI. Harapan terbaik bagi konsumen ke depan hanyalah stabilitas harga di level premium, bukan penurunan harga ke tingkat yang murah.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait