Pertumbuhan industri sepak bola membutuhkan waktu lebih dari satu abad untuk berkembang dari sekadar hobi akhir pekan menjadi imperium hiburan global. Namun, ekosistem mobile esports berhasil mereplikasi pencapaian skala komersial dan penonton dalam kurun waktu hanya satu dekade.
Berdasarkan data Newzoo, industri mobile gaming kini menjadi segmen terbesar di dunia dengan nilai mencapai US$113,3 miliar dan menjangkau lebih dari 3 miliar pemain—menyumbang sekitar 56% dari total pendapatan industri game global.
Latar belakang ini menjadi pembahasan utama dalam diskusi eksekutif The Global Rise of Mobile Esports yang diselenggarakan oleh MOONTON Games bersama Esports Foundation di sela-sela ajang Esports World Cup (EWC) 2026 di Paris, Prancis.
Tiga Faktor Utama Pendorong Pertumbuhan Mobile Esports
Sesi diskusi yang menghadirkan Ray Ng (Head of Esports Ecosystem MOONTON Games), Morten Holst (Director of Game Partnerships & Activations Esports Foundation), dan Danny Engels (Chief International Officer Team Vitality) mengidentifikasi tiga pilar pendorong utama:
Jangkauan Penonton Setara Event Olahraga Besar: Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) memimpin sebagai game mobile Tier 1. Pada MSC di EWC 2026, MLBB kembali memecahkan rekor sebagai game paling banyak ditonton di luar Tiongkok dengan raihan lebih dari 2,8 juta Peak Concurrent Viewers (PCV).
Ekosistem Regional Menarik Kepercayaan Komersial: Akuisisi tim female Bigetron Era oleh Team Vitality senilai US$550.000 pada 2024 terbukti membuahkan hasil, di mana tim MLBB Women Vitality sukses meraih gelar back-to-back di MWI EWC 2026. Selain itu, studi MOONTON Games dan Shikenso Analytics mencatat turnamen M7 berhasil menghasilkan nilai merek (brand value) sebesar €158,39 juta untuk para mitra sponsor.
Liga Domestik Kunci Standar Kompetisi Global: MOONTON Games menerapkan cetak biru lima wilayah (SEA, EECA, Europe, EMEA, EA, dan AMER) lewat MLBB Championship Tour (MCT) serta menunjuk Turki sebagai tuan rumah M8 World Championship mendatang.
Dominasi Asia Tenggara dan Kejutan Tim EECA
Asia Tenggara masih memegang pangsa pasar mobile gaming terbesar di dunia yakni 47% dengan pertumbuhan tahunan 9,9%. Indonesia dicatat sebagai salah satu ekosistem paling matang lewat keberhasilan franchise liga profesional (MPL Indonesia), operasional lokal, dan kemitraan sektor publik.
Kami selalu percaya bahwa esports global harus dibangun dari bawah. Strategi lima wilayah kami memungkinkan setiap area berkembang sesuai karakternya, sekaligus menciptakan jalur yang jelas menuju kompetisi internasional.
Ray Ng, Head of Esports Ecosystem MOONTON Games

Strategi pemerataan kawasan ini langsung membuahkan hasil nyata pada MSC EWC 2026. Team Spirit dari wilayah Eropa Timur dan Asia Tengah (EECA) mencetak sejarah sebagai tim pertama di luar Asia Tenggara yang berhasil menjuarai turnamen major internasional MLBB, menyusul jejak sejarah juara yang sebelumnya hanya didominasi Indonesia, Filipina, dan Malaysia.