Mantan Developer Mass Effect dan Dragon Age Dirikan Studio Baru Bernama Studio Reset
Sejumlah veteran pengembang gim BioWare resmi mendirikan Studio Reset di Kanada untuk menggarap proyek perdana bergenre neon-noir supernatural mystery. (Foto Studio Reset)
Industry

Mantan Developer Mass Effect dan Dragon Age Dirikan Studio Baru Bernama Studio Reset

Aldonov Danoza - Senin, 25 Mei 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Industri gim global kembali kedatangan studio independen baru yang dibentuk oleh para veteran berpengalaman di bidangnya. Kali ini, sejumlah mantan developer yang pernah terlibat dalam pengembangan seri besar seperti Mass Effect, Dragon Age, Anthem, hingga The Long Dark secara resmi mengumumkan pendirian studio mandiri bernama Studio Reset yang berbasis di Kanada.

Studio ini dibentuk oleh Kaelin Lavallée, Francis Lacuna, dan Kris Schoneberg. Ketiganya memiliki rekam jejak panjang di BioWare serta beberapa studio lain seperti Inflexion Games dan Timbre Games, serta dikenal luas karena kontribusi mereka dalam melahirkan gim RPG besar dengan fokus kuat pada narasi dan pembangunan dunia (world-building).

Proyek Perdana Misteri Investigatif dengan Sudut Pandang Unik

Veteran developer video game di balik Studio Reset. (Foto Studio Reset)

Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui berbagai media industri gim, Studio Reset saat ini tengah aktif mengerjakan proyek perdana berupa gim bergenre “neon-noir supernatural mystery” yang mengambil latar tempat di sebuah kota fiktif bergaya Kanada. Konsep cerita naratif ini langsung mencuri perhatian komunitas gamer karena terdengar berbeda dibanding tren gim AAA modern yang cenderung mengandalkan skala besar dan elemen live service.

Salah satu aspek yang paling dinantikan dari proyek debut ini adalah pendekatan sistem investigasinya. Kris Schoneberg mengungkapkan bahwa proyek pertama Studio Reset akan menitikberatkan pada mekanisme permainan yang unik:

  • Misteri Investigatif Kreatif: Gim ini dirancang untuk berfokus pada misteri yang membuat pemain benar-benar berpikir keras.

  • Pengaruh Perspektif Karakter: Perspektif karakter akan menjadi bagian penting di dalam gameplay.

  • Latar Belakang & Insting: Setiap investigator akan memiliki latar belakang, insting alami, serta sudut pandang berbeda ketika berusaha memecahkan suatu kasus.

    Baca Juga :

    Xbox Diterpa Ketidakpastian, Ninja Theory, Double Fine, dan Compulsion Games Dikabarkan Terancam Tutup

    Mantan Developer Mass Effect dan Dragon Age Dirikan Studio Baru Bernama Studio Reset

    Dragon Age: The Veilguard Gratis di PlayStation Plus setelah 4 Bulan Rilis

Konsep mendalam tersebut mengingatkan banyak pemain pada elemen naratif khas BioWare era klasik, di mana pilihan dialog, interaksi karakter, dan interpretasi mandiri pemain memegang pengaruh besar terhadap pengalaman bermain.

Membangun Lingkungan Kerja Sehat di Tengah Restrukturisasi Industri

Kehadiran Studio Reset muncul di tengah situasi BioWare yang sedang mengalami perubahan besar. Setelah perilisan Dragon Age: The Veilguard dan fokus pengembangan proyek Mass Effect terbaru, BioWare disebut mengalami restrukturisasi internal serta pengurangan jumlah staf. Kondisi tidak menentu tersebut membuat banyak veteran memilih melanjutkan karier mereka melalui proyek independen yang lebih fleksibel.

Kaelin Lavallée menjelaskan bahwa Studio Reset sengaja dibangun dengan ukuran tim yang lebih kecil agar proses pengembangan tetap fokus dan sehat. Mereka memilih menciptakan lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas kreativitas tim, alih-alih sekadar meniru struktur studio AAA berskala raksasa. Pendekatan seperti ini mulai menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir, di mana banyak veteran industri memilih keluar dari perusahaan besar untuk membangun studio independen dengan visi yang lebih personal.

Meskipun baru seumur jagung, pengalaman para pendiri Studio Reset di industri gim AAA menjadi modal yang sangat besar. Francis Lacuna dikenal memiliki kontribusi kuat dalam sisi visual dan artistic direction, sementara Lavallée dan Schoneberg punya pengalaman mendalam dalam desain naratif serta pengembangan gameplay. Saat ini memang belum ada jadwal rilis maupun cuplikan gameplay resmi yang dibagikan kepada publik di tahun 2026 ini, namun kombinasi tema supernatural dan pendekatan misteri investigatif di dalamnya sudah cukup membuat banyak gamer penasaran.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait