Mengenal Ultimate Battle: Penentu Kemenangan yang Menegangkan di Esports Honor of Kings
Honor of Kings

Mengenal Ultimate Battle: Penentu Kemenangan yang Menegangkan di Esports Honor of Kings

Aldonov Danoza - Senin, 02 Juni 2025
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Keseruan pertarungan antara Kagendra dan Dominator Esports di IKL Spring 2025 melahirkan momen bersejarah: Ultimate Battle pertama dalam sejarah Honor of Kings Indonesia. Pertandingan ini memukau penonton dengan fokus pada hero pilihan masing-masing pemain, menghadirkan tantangan besar dalam Blind Pick yang sulit diprediksi antar kedua tim. Format ini benar-benar menguji kemampuan adaptasi dan strategi tim di bawah tekanan.

Aturan Baru: Global Ban dan Best-of-7/9

Sejak diperkenalkan di Honor of Kings Pro League Fall 2018 (KPL), Global Ban menjadi peraturan baru dalam draft pick. Hal ini membuat hero yang dipilih akan sulit untuk dipenuhi di pertandingan best-of-7. Bayangkan seperti peraturan Golden Goal di sepak bola, Ultimate Battle ini diperkenalkan oleh Tencent Games khusus untuk pertandingan terakhir yang menjadi penentu kemenangan, setelah kedua tim mencapai skor imbang. Untuk IKL Spring 2025, formatnya adalah best-of-7 sehingga skornya 3-3, sementara di pertandingan KPL ada best-of-9 yang mengharuskan kedua tim mencapai skor 4-4.

Mekanisme dan Waktu Singkat Ultimate Battle

Ultimate Battle berlangsung ketika kedua tim memiliki skor imbang setelah memecahkan match point tim lawan. Pertandingan ini langsung dimulai dengan interval waktu 3 menit. Semua pemain yang bertanding tidak diberikan waktu istirahat yang panjang dan langsung memulai sesi Blind Pick. Di sesi ini, kedua tim diperkenalkan hero yang siap untuk bertanding, dan diperbolehkan untuk duplikasi hero. Maka dari itu, kamu bisa melihat 2 Mai Shiranui, atau 2 Dharma, seperti yang terjadi di pertandingan Kagendra vs Dominator di IKL Spring 2025.

Tantangan bagi Pelatih dalam Pengambilan Keputusan

Dalam pertandingan KPL, pelatih tim yang kalah hanya memiliki waktu 2 menit untuk berkomunikasi dengan tim, sementara pelatih yang berhasil menahan match point lawan diberikan waktu delapan menit. Ini berarti koordinasi untuk pemilihan hero amat sangat singkat untuk pertandingan penentu kemenangan. Kondisi ini menambah tingkat kesulitan dan menuntut keputusan cepat serta akurat dari para pelatih dan pemain.

Apakah penjelasan mengenai Ultimate Battle ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang mengapa pertandingan esports Honor of Kings bisa begitu mendebarkan?

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait