Keputusan RRQ Kazu mempromosikan Rafli "Jeek" dari tim akademi di pertengahan musim menjadi salah satu kejutan manis bagi para pendukung Sang Raja. Dipercaya mengisi peran vital sebagai sniper, Jeek kini mengemban misi besar untuk melengkapi puzzle permainan RRQ Kazu di panggung kompetitif Free Fire kasta tertinggi.
Dalam wawancara eksklusif bersama Esports ID, Jeek membagikan kisahnya mengenai proses adaptasi, racikan strategi coach, hingga caranya mengelola tekanan bermain di hadapan ribuan pasang mata Kingdom.
Racikan Data Coach Adii dan Meta Dua Sniper
Keputusan mempromosikan Jeek ke skuad utama RRQ Kazu bukanlah keputusan emosional semata. Menurut Jeek, Coach Adii mengambil langkah tersebut berdasarkan analisis data objektif, terutama untuk merespons meta permainan Free Fire saat ini yang sangat efektif memanfaatkan strategi double sniper.
Sekarang kan meta dua sniper ya. Bang Adii tuh suka sniper dua-duanya, makanya diberi jam terbang dan dia ambil aku dari akademi naik ke Kazu,
ungkap Jeek.
Kehadiran Jeek diproyeksikan untuk membentuk duet sniper yang mematikan bersama Abay. Mengenai hubungan kerja sama di dalam gim, Jeek mengaku chemistry-nya dengan Abay saat ini berada di angka 60% dan masih terus diasah, sementara dengan keseluruhan tim RRQ Kazu sudah menyentuh 70%.
Lepas dari Canggung, Tampil Pede di Kandang Sendiri
Tampil di panggung besar yang disaksikan langsung oleh basis suporter fanatik seperti Kingdom tentu membawa beban tersendiri bagi pemain muda. Jeek tak menampik bahwa pada awal promosinya, perasaan canggung sempat menghinggapi dirinya.
Namun, perlahan tapi pasti, Jeek berhasil mengatasi pressure tersebut dengan fokus pada kualitas permainannya sendiri.
Awal-awal ya agak canggung lah, tapi makin ke sini ngerasain ya udah, main aja gitu. Gua punya gameplay gua sendiri, ya gua tampilin di sini,
tegasnya mantap.
Incar Pertemuan Lawan AGAL
Ketika ditanya mengenai tim yang paling ingin ia hadapi di panggung besar ini, Jeek tanpa ragu menyebut nama AGAL. Meski belum ingin mengumbar Psywar atau pesan tertulis secara terbuka, antusiasme Jeek untuk beradu mekanik dengan tim tersebut menjadi bukti bahwa mental bertandingnya sudah siap diuji.
Proses adaptasi yang terus meningkat dan keberanian Jeek untuk menunjukkan gaya permainannya sendiri menjadi angin segar bagi RRQ Kazu. Kita nantikan bagaimana kiprah Jeek dan duet sniper-nya membawa Sang Raja menguasai panggung Free Fire musim ini!