Nana Naik Kelas di MPL ID S17: Dari Pick Diremehkan Jadi Senjata Kontrol, Ini Guide Biar Ikut Jago
Mobile Legends

Nana Naik Kelas di MPL ID S17: Dari Pick Diremehkan Jadi Senjata Kontrol, Ini Guide Biar Ikut Jago

Aldonov Danoza - Senin, 04 Mei 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Keberhasilan Sanz mengangkat Nana di panggung MPL Indonesia Season 17 bukan sekadar kejutan draft semata. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa hero yang selama ini sering dicap sebagai pilihan tingkat rendah bisa memiliki nilai strategis tinggi, asalkan dimainkan dengan pendekatan yang benar. Saat melawan RRQ Hoshi, Nana tampil bukan sebagai pendulang damage utama, melainkan sebagai pengontrol tempo yang membuat ruang gerak lawan terasa sangat sempit dan terbatas.

Performa tersebut membuka ruang untuk membaca ulang cara memainkan Nana di meta saat ini. Bagi para pemain yang ingin meningkatkan kualitas permainan menggunakan Nana, diperlukan pergeseran paradigma dari sekadar gaya bermain ranked biasa menuju gaya bermain kompetitif yang lebih taktis. Nana di tangan pemain yang tepat bukan lagi sekadar hero pelengkap, melainkan alat kontrol yang mampu memporak-porandakan formasi lawan melalui tekanan psikologis dan mekanik yang cerdas.

Ubah Mindset dan Penguasaan Peta

Kesalahan paling umum dari pemain adalah menggunakan Nana hanya untuk mencari jumlah kill atau melakukan snowball secara mandiri. Kekuatan utama Nana sebenarnya terletak pada kemampuannya mengganggu rotasi musuh, memecah formasi saat terjadi teamfight, serta memaksa lawan melakukan kesalahan langkah. Jika seorang pemain terlalu fokus pada statistik KDA, kemungkinan besar ia akan kehilangan dampak terbesar yang bisa diberikan oleh hero ini kepada tim.

Selain itu, pemain harus memahami bahwa midlane bukanlah tempat tinggal permanen, melainkan titik transit untuk melakukan rotasi. Setelah membersihkan gelombang minion (clear wave), seorang pemain Nana yang baik harus segera:

  • Meninjau kondisi di jalur samping (side lane).

  • Membantu jungler dalam mengamankan objektif seperti Turtle atau Lord.

  • Memberikan tekanan di area-area sempit untuk membatasi visi lawan.

    Baca Juga :

    Esports Kapolri Cup 2026: Polda Metro Jaya Juara MLBB, Kapolri Dorong Peserta Tahun Depan Naik 10 Kali Lipat

    HARGAI 2026: UniPin Dorong Game Lokal Indonesia Tembus Pasar Global

    Games of the Future 2026 Resmi Berakhir, Ini Para Juaranya!

Molina sebagai Senjata Teror Psikologis

Kemampuan kedua Nana, Molina Smooch, bukan sekadar jebakan lucu, melainkan senjata utama untuk menciptakan teror psikologis. Penggunaan Molina yang efektif melibatkan penutupan jalur masuk ke area objektif vital serta mengunci area semak (bush) yang strategis. Efeknya bukan hanya soal kerusakan yang dihasilkan, tetapi menciptakan keraguan bagi inisiator lawan untuk melakukan engage. Di level kompetitif tinggi, keraguan sesaat dari lawan adalah komoditas yang sangat mahal dan bisa membalikkan keadaan.

Dalam hal pengembangan komponen (build), fokus pada Cooldown Reduction dan efek slow jauh lebih efektif daripada sekadar mengejar full burst damage. Kekuatan Nana terletak pada tekanan konstan yang diberikan sepanjang pertempuran panjang. Selain itu, posisi berdiri (positioning) menjadi kunci utama karena semakin lama Nana bertahan hidup, semakin besar gangguan yang ia berikan. Prinsip utamanya adalah selalu berada di belakang tank dan menggunakan ultimate untuk kebutuhan zoning guna memecah fokus lawan.

Timing dan Kontrol Permainan

Nana mungkin bukan hero dengan kebutuhan mekanik tangan yang sangat tinggi, namun ia menuntut ketepatan timing yang luar biasa. Kesalahan dalam menentukan momentum dapat mengakibatkan kemampuan terbuang sia-sia atau justru membuat Nana menjadi beban bagi tim. Sebaliknya, penempatan Molina di saat yang tepat dapat menggagalkan inisiasi musuh, sementara penggunaan ultimate di titik sempit (choke point) mampu mengobrak-abrik strategi lawan secara instan.

Apa yang ditunjukkan pada MPL ID S17 mempertegas bahwa Nana memiliki potensi besar yang selama ini sering kali tidak dimaksimalkan. Dengan pendekatan yang benar, hero ini mampu mengganggu ritme permainan lawan dan membuka ruang luas bagi rekan setim untuk mengeksekusi strategi. Singkatnya, untuk menjadi jago menggunakan Nana, pemain harus berhenti memperlakukannya sebagai mage biasa dan mulai memposisikannya sebagai alat kendali permainan yang menentukan hasil akhir pertandingan.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait