Perjalanan RRQ Hoshi di ajang Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia Season 17 resmi berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Tim yang selama ini dikenal dengan julukan “Raja dari Segala Raja” dipastikan gagal melaju ke babak playoff akibat performa yang tidak konsisten sepanjang Regular Season.
Melansir laman Dunia Games, kepastian tersebut datang setelah Skylar dan kawan-kawan menelan kekalahan telak di pekan ketujuh. Mereka harus menyerah 0-2 dari EVOS Esports dalam laga El Clasico, lalu kembali tunduk dengan skor serupa saat berhadapan dengan Geek Fam. Hasil minor ini mengunci posisi mereka di papan bawah klasemen dan secara matematis menutup peluang menembus zona enam besar.
Titik Terendah Sepanjang Sejarah Organisasi
View this post on Instagram
Musim ini menjadi salah satu catatan terburuk bagi RRQ Hoshi sejak kompetisi franchise dimulai. Dari belasan pertandingan yang telah dijalani, tim ini tercatat hanya mampu mengamankan satu kali kemenangan mutlak, yaitu saat menghadapi Bigetron by Vitality pada pekan keenam. Sisa laga lainnya berakhir dengan kekalahan yang membuat poin mereka merosot tajam.
Kegagalan ini terasa sangat mengejutkan mengingat reputasi besar RRQ Hoshi sebagai salah satu organisasi esports paling konsisten di Indonesia yang hampir selalu menembus babak final dan menjadi perwakilan di turnamen internasional. Namun, penurunan performa yang puncaknya terjadi dalam dua musim terakhir memaksa manajemen untuk menghadapi kenyataan pahit tidak lolos ke fase gugur secara berturut-turut.
Masalah Roster dan Desakan Evaluasi Total
Komunitas dan para penggemar menyoroti beberapa faktor utama yang dianggap menjadi penyebab keterpurukan sang raja musim ini, antara lain:
Perubahan Roster: Kehilangan beberapa pemain pilar yang sebelumnya menjadi tulang punggung tim membuat fondasi permainan menjadi goyah.
Chemistry Belum Padu: Kombinasi antara pemain baru dan senior dinilai belum mampu menghasilkan komunikasi yang solid di Land of Dawn.
Strategi Draft: Pola pemilihan hero dan eksekusi strategi di fase early game hingga late game sering kali terbaca dengan mudah oleh tim lawan.
Di berbagai platform media sosial, ekspresi kekecewaan dari para pendukung fanatik tidak terbendung. Sebagian besar menganggap momen ini sebagai titik nadir bagi RRQ di era modern, namun tetap mendesak adanya revolusi besar-besaran dari pihak manajemen demi menyambut musim depan. Sementara itu, absennya RRQ Hoshi di babak playoff dipastikan akan mengubah atmosfer panggung Jakarta International Velodrome yang biasanya dipadati oleh basis massa kreatif mereka.