Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
RRQ Hoshi MPL ID S18: Rinz dan Idok Bertahan, Lynchh Datang Membawa Mental Juara
Roster RRQ Hoshi
Mobile Legends

RRQ Hoshi MPL ID S18: Rinz dan Idok Bertahan, Lynchh Datang Membawa Mental Juara

MikeApalah - Selasa, 21 Juli 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Bagi Hajirin "Rinz" Arafat dan Said "Idok" Ridho, MPL ID Season 18 bukan lagi soal mimpi dua pemain muda yang berhasil menembus kasta tertinggi. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka masih layak menjadi fondasi kebangkitan RRQ Hoshi setelah melewati musim terburuk dalam sejarah organisasi.

Musim itu memang sulit untuk dibela. Hasilnya tidak bisa ditutupi oleh statistik pilihan, narasi motivasi, atau video sinematik.

Namun, di tengah sistem yang tidak berjalan semestinya, Rinz dan Idok tetap mampu menunjukkan kualitas individu yang layak dipertahankan. Mereka memang belum berhasil menyelamatkan RRQ, tetapi keduanya memperlihatkan bahwa mereka masih pantas menjadi bagian dari proses kebangkitan tim.

Justru di sinilah ujian terbesar seorang pemain profesional.

Saat tim sedang menang, mempertahankan roster adalah keputusan yang relatif mudah. Sebaliknya, ketika tim mengalami musim terburuknya, setiap pemain akan dievaluasi jauh lebih dalam—mulai dari kemampuan mekanik, komunikasi, adaptasi, hingga mentalitas saat menghadapi tekanan.

Rinz dan Idok berhasil melewati proses tersebut. Mereka bertahan bukan karena masa lalu, melainkan karena organisasi masih melihat keduanya sebagai bagian dari masa depan RRQ Hoshi.

Dari Menumbangkan RRQ Hoshi Hingga Menjadi Fondasi Baru

Perjalanan Rinz dan Idok sebenarnya dimulai jauh sebelum mengenakan seragam RRQ.

Keduanya pernah membela Bossque dan sukses menjuarai MDL Indonesia Season 8 setelah mengalahkan RRQ Sena di partai final. Ironisnya, sebelum menjadi bagian dari RRQ, mereka justru merupakan pemain yang menggagalkan langkah organisasi tersebut.

Baca Juga :

RRQ Hoshi MPL ID S18: Rinz dan Idok Bertahan, Lynchh Datang Membawa Mental Juara

RRQ Hoshi Mulai Umumkan Roster MPL ID Season 18 Lewat Rise Above 2026, Ada Siapa Saja?

MPL ID S17: Senyum RRQ Hanya Bertahan Sehari, ONIC Tumbangkan Sang Raja!

Tak lama berselang, keduanya direkrut RRQ Sena. Bersama Dyrennn, mereka kembali membawa tim melaju hingga Grand Final MDL Indonesia Season 9 sebelum akhirnya kalah tipis 3-4 dari Geek Fam ID Junior.

Performa tersebut membuka jalan menuju promosi ke RRQ Hoshi pada MPL Indonesia Season 14.

Debut mereka langsung menghasilkan pencapaian besar. RRQ Hoshi melaju hingga Grand Final, meski harus mengakui keunggulan Team Liquid ID.

Musim berikutnya, cerita serupa kembali terulang. RRQ kembali mencapai partai puncak, tetapi kali ini ONIC menjadi penghalang terakhir.

Dua Grand Final secara beruntun membuat banyak orang yakin bahwa generasi baru RRQ tinggal selangkah lagi menuju gelar juara.

Sayangnya, kenyataan berkata lain.

Season 16 berakhir dengan kegagalan lolos Playoffs. Kondisi itu semakin memburuk pada Season 17 ketika RRQ mencatatkan hasil terburuk sepanjang sejarah organisasi.

Kini, Season 18 menjadi kesempatan baru bagi Rinz dan Idok untuk membuktikan bahwa dua penampilan di Grand Final bukan sekadar kenangan, melainkan fondasi yang masih bisa dibangun kembali.

Lynchh Datang Membawa Standar Seorang Juara

Berbeda dengan Rinz dan Idok, Joshua "Lynchh" Elshad datang ke RRQ Hoshi dengan cerita yang sama sekali berbeda.

Saat RRQ menjalani musim paling mengecewakan dalam sejarahnya, Lynchh justru sedang menikmati pencapaian terbesar dalam karier profesionalnya.

Bersama Bigetron, ia sukses menjuarai MPL Indonesia Season 17 usai mengalahkan ONIC 4-1 di Grand Final.

Status sebagai pemain muda tentu menarik perhatian, tetapi pengalaman menjadi juara menjadi nilai yang jauh lebih penting bagi RRQ.

Tim ini membutuhkan pemain yang memahami standar untuk memenangkan kompetisi, sementara Lynchh membutuhkan tantangan baru untuk membuktikan bahwa kesuksesannya bukan semata hasil dari sistem yang telah dibangun Bigetron.

Pengalaman Lintas Role Jadi Nilai Tambah

Salah satu keunggulan Lynchh adalah fleksibilitasnya.

Sebelum menetap sebagai EXP Laner, ia sempat bermain sebagai Jungler pada MDL Indonesia Season 9, kemudian beralih menjadi Roamer di Playoffs MDL Season 10 sebelum akhirnya menemukan posisi terbaiknya sebagai EXP Laner sejak Season 11.

Pengalaman tersebut memberinya perspektif yang lebih luas dibanding banyak pemain EXP Lane lainnya.

Ia memahami bagaimana seorang Jungler membangun tempo permainan, mengetahui prioritas seorang Roamer saat membuka map dan menginisiasi pertarungan, lalu menggabungkan seluruh pemahaman tersebut ke dalam permainannya sebagai EXP Laner.

Hal itu membuat keputusan makro yang diambil Lynchh berpotensi menjadi salah satu nilai tambah bagi RRQ Hoshi.

Secara statistik, ia juga pernah mencatatkan rekor sempurna dengan tujuh kemenangan tanpa kekalahan menggunakan Arlott pada MPL Malaysia Season 17.

Meski satu hero tentu tidak cukup untuk mengukur kualitas seorang pemain, catatan tersebut menunjukkan bahwa Lynchh mampu menjadi senjata yang sangat efektif ketika berada dalam komposisi yang tepat.

Roster RRQ Hoshi: Awal Baru yang Belum Lengkap

Empat nama pertama yang diperkenalkan melalui Rise Above 2026 mulai memperlihatkan arah pembangunan RRQ Hoshi untuk Season 18.

Rinz dan Idok menjadi simbol kontinuitas. Mereka memahami budaya organisasi sekaligus tekanan besar yang selalu menyertai seragam RRQ.

Lynchh menghadirkan perspektif baru sebagai pemain muda yang telah merasakan atmosfer menjadi juara.

Sementara Caleb menambah pengalaman di jajaran pelatih setelah melewati berbagai level kompetisi, mulai dari MDL hingga Grand Final MPL.

Meski demikian, puzzle RRQ Hoshi masih belum sepenuhnya tersusun. Masih ada pemain lain, susunan staf kepelatihan lengkap, hingga sistem permainan yang belum diperlihatkan kepada publik.

Perjalanan Kebangkitan Belum Berakhir

Setelah Bali dan Jakarta, rangkaian Rise Above 2026 masih akan berlanjut ke Kuala Lumpur pada 2 Agustus mendatang.

Jika Bali memperkenalkan Caleb dan Jakarta mengungkap Rinz, Idok, serta Lynchh, maka Kuala Lumpur berpotensi menjadi panggung bagi potongan terakhir roster RRQ Hoshi menuju MPL Indonesia Season 18.

Satu hal mulai terlihat jelas. RRQ tidak memilih membangun ulang dari nol.

Organisasi ini mempertahankan pemain yang masih dipercaya, merekrut sosok yang datang dengan mental juara, serta memperkuat staf kepelatihan dengan pengalaman baru.

Apakah kombinasi tersebut cukup untuk mengembalikan RRQ ke papan atas MPL Indonesia masih harus dibuktikan. Namun, proses kebangkitan itu sudah dimulai—bukan ketika Season 18 bergulir, melainkan sejak Rise Above 2026 dimulai dari Bali, berlanjut ke Jakarta, dan segera ditutup di Kuala Lumpur.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait