Teka-Teki Masa Depan POOM di ONIC, Restu Ibu Jadi Lampu Hijau?
ONIC POOM
Free Fire

Teka-Teki Masa Depan POOM di ONIC, Restu Ibu Jadi Lampu Hijau?

MikeApalah - Minggu, 01 November 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Masa depan Rattapoom “POOM” Sunthalunai bersama ONIC Olympus untuk musim 2027 masih menjadi tanda tanya. Pemain Free Fire asal Thailand tersebut berpotensi harus menjalani wajib militer di negaranya. Meski demikian, peluang POOM untuk melanjutkan karier profesional di Indonesia masih terbuka setelah sang ibu disebut telah memberikan izin.

Kabar tersebut disampaikan Coach Ahmad Masturoh alias Coach AFM dalam wawancara menjelang Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2026. Menurutnya, ada kemungkinan POOM harus mengikuti proses wajib militer Thailand karena faktor usia. Namun, sistem seleksi di negara tersebut menggunakan mekanisme undian sehingga ONIC tidak dapat memastikan hasilnya.

Baca juga:

Profil ONIC Olympus Menuju FFWS Global Finals 2026: Comeback ONIC dan Kekuatan Baru POOM - Adam

FFWS SEA 2026 Fall: Comeback Adam dan Kapten POOM Jadi Simbol Kebangkitan ONIC!

Bukan Sekedar Transfer Gimmick, Ini Statistik Mentereng Debut POOM di FFWS SEA 2026 Fall

Di sisi lain, AFM mengungkapkan bahwa POOM sempat menghubunginya ketika pulang ke Thailand sekitar sebulan sebelumnya. Dalam komunikasi itu, POOM menyampaikan bahwa ibunya mengizinkan dirinya melanjutkan karier di Indonesia apabila tidak harus menjalani wajib militer.

ONIC
Menanti Aksi POOM bersama ONIC di FFWS Global Finals 2026

Baca Juga :

Teka-Teki Masa Depan POOM di ONIC, Restu Ibu Jadi Lampu Hijau?

Lengkap! Inilah Deretan Juara FFWS Global Finals Sepanjang Masa

FFWS Global Finals 2026: Misi Indonesia Rebut Kembali Gelar Juara Dunia Setelah Terakhir pada 2019

Coach AFM Ungkap Kemungkinan POOM Wajib Militer di Thailand

Ketika ditanya mengenai peluang mempertahankan POOM untuk musim depan, Coach AFM menjelaskan bahwa kemungkinan wajib militer pemain tersebut memang sudah menjadi pembicaraan.

“Sebenarnya bocorannya sudah ada kemarin, bahwa ada kemungkinan dia harus mengikuti wajib militer di Thailand untuk usia segitu. Namun, sistemnya di Thailand itu acak. Jadi, kami kembalikan pada kebijakannya,” ujar AFM.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kelanjutan karier POOM di ONIC tidak hanya bergantung pada keputusan tim. Apabila ia masuk dalam daftar peserta seleksi dan mendapatkan hasil yang mengharuskannya menjalani dinas militer, rencana untuk bermain di Indonesia bisa terpengaruh.

Meski begitu, AFM turut membagikan kabar yang memberikan harapan bagi para penggemar ONIC. Sekitar sebulan sebelum wawancara, ketika POOM sedang berada di Thailand, pemain tersebut mengirimkan pesan kepada sang pelatih mengenai izin dari keluarganya.

Menurut AFM, POOM menyampaikan bahwa ibunya mengizinkannya melanjutkan karier di Indonesia apabila tidak terkena wajib militer. Mendengar kabar tersebut, AFM memberikan dukungan agar POOM terus mengembangkan kemampuannya.

AFM bahkan mengingatkan bahwa POOM sudah berusaha mempelajari bahasa Indonesia dan sebaiknya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan karier profesionalnya.

“Ya sudah, baguslah. Kamu sudah capek-capek belajar bahasa Indonesia, kembangkanlah karier di Indonesia,” tutur AFM menirukan balasannya kepada POOM.

POOM Memasuki Usia 21 Tahun pada 2027, Bagaimana Aturan Wajib Militer Thailand?

Faktor usia menjadi salah satu alasan utama munculnya spekulasi mengenai masa depan POOM. Berdasarkan profil kompetitifnya, Rattapoom Sunthalunai lahir pada 9 Mei 2006. Dengan demikian, ia akan genap berusia 21 tahun pada 9 Mei 2027.

Di Thailand, pria yang memasuki kelompok usia 21 tahun wajib mengikuti proses seleksi dinas militer sesuai ketentuan yang berlaku. Proses pemilihan umumnya berlangsung setiap April melalui mekanisme seleksi dan undian bagi peserta yang belum memenuhi kewajiban melalui jalur sukarela.

Dalam sistem undian tersebut, terdapat dua jenis kartu yang menentukan hasil seleksi. Kartu merah berarti peserta harus menjalani dinas militer, sedangkan kartu hitam menandakan peserta tidak terpilih untuk menjalani wajib militer.

Sebagai gambaran, proses seleksi militer Thailand pada 2026 berlangsung pada 1–12 April dan mencakup pria yang memasuki usia 21 tahun pada tahun tersebut. Karena POOM lahir pada 2006, tahun 2027 menjadi periode yang relevan untuk memantau status wajib militernya.

Meski demikian, jadwal seleksi 2027 maupun status individual POOM belum diumumkan secara resmi. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah ia harus mengikuti dinas militer atau memperoleh pengecualian melalui hasil seleksi.

Izin Ibu Membuka Peluang POOM Melanjutkan Karier di Indonesia

Di tengah ketidakpastian tersebut, kabar mengenai izin dari ibu POOM menjadi perkembangan penting. Sebelumnya, masa depan pemain Thailand itu di Indonesia bisa saja terkendala restu keluarga, terutama karena harus melanjutkan karier jauh dari negara asalnya.

Namun, berdasarkan cerita AFM, POOM sudah mendapatkan izin untuk tetap berkarier di Indonesia apabila tidak diwajibkan menjalani dinas militer. Artinya, peluang untuk bertahan bersama ONIC masih terbuka, meskipun keputusan akhirnya belum bisa dipastikan.

AFM juga terlihat mendukung POOM untuk terus berkembang di skena kompetitif Indonesia. Usaha pemain tersebut dalam mempelajari bahasa Indonesia menjadi salah satu hal yang disoroti sang pelatih.

Meski begitu, belum ada pengumuman resmi dari ONIC mengenai kontrak atau komposisi roster Free Fire mereka untuk musim 2027. Keputusan akhir mengenai kelanjutan kariernya pun kemungkinan akan melibatkan POOM sendiri setelah status wajib militernya semakin jelas.

ONIC
ONIC

Apakah FFWS Global Finals 2026 Jadi Turnamen Terakhir POOM Bersama ONIC?

Spekulasi mengenai FFWS Global Finals 2026 sebagai turnamen terakhir POOM bersama ONIC mulai muncul setelah pernyataan Coach AFM. Namun, AFM tidak secara langsung memastikan bahwa kompetisi tersebut akan menjadi penampilan terakhir sang pemain bersama Landak Kuning.

FFWS Global Finals 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6–28 November 2026 di Bangkok, Thailand. Turnamen ini menjadi agenda internasional berikutnya bagi ONIC setelah mereka menyelesaikan perjalanan di FFWS SEA 2026 Fall.

Dengan proses wajib militer yang berpotensi berlangsung pada 2027, Global Finals memang menjadi salah satu kesempatan penting bagi POOM untuk kembali menunjukkan kemampuannya bersama ONIC pada tahun ini. Namun, belum ada kepastian apakah ia akan meninggalkan tim setelah turnamen tersebut berakhir.

Untuk saat ini, fokus POOM dan ONIC masih tertuju pada persaingan di panggung dunia. Kepastian mengenai roster musim depan baru dapat dibicarakan lebih lanjut setelah perkembangan status wajib militer dan keputusan pribadi POOM diketahui.

Perjalanan POOM Bersama ONIC di FFWS SEA 2026 Fall

POOM bergabung dengan ONIC pada 7 Agustus 2026 setelah sebelumnya memperkuat Team Falcons. Kehadirannya menjadi salah satu transfer menarik karena ia tercatat sebagai pemain Thailand pertama yang masuk ke roster kompetitif Free Fire ONIC.

Performa POOM juga memberikan kontribusi penting selama FFWS SEA 2026 Fall. Pada Knockout Stage Phase 1, ia mencatat rata-rata 2.009,67 damage per pertandingan dan mengumpulkan 77 knockdown dari total 24 pertandingan.

Di tengah kompetisi, POOM juga dipercaya mengemban posisi kapten. Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya ONIC untuk memperkuat performa tim selama kompetisi berlangsung.

ONIC akhirnya mengamankan tempat di Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall dan menutup pertandingan dengan finis di posisi keenam, mengumpulkan 150 poin. Hasil tersebut memastikan mereka mendapatkan tiket menuju FFWS Global Finals 2026.

Kini, POOM masih memiliki kesempatan untuk membuktikan kontribusinya bersama ONIC di kejuaraan dunia. Sementara itu, masa depannya untuk musim 2027 masih bergantung pada hasil seleksi wajib militer Thailand serta keputusan yang akan diambil setelahnya.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait