Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Mobile Legends

Analisis MPL ID S17: Peak Viewers Turun, Loyalitas Penonton Kuat

Aldonov Danoza - Senin, 29 Juni 2026 09:56:33

Analisis MPL Indonesia Season 17 yang menunjukkan peningkatan loyalitas penonton lewat metrik average viewers meski peak viewers turun.

MPL Indonesia Season 17 kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu liga esports mobile terbesar di dunia. Meski sempat mendapat sorotan karena penurunan jumlah peak viewers selama Regular Season, data industri justru menunjukkan gambaran yang jauh lebih menarik.

Di balik penurunan angka puncak penonton, kompetisi ini memperlihatkan pertumbuhan pada metrik yang jauh lebih penting bagi penyelenggara maupun sponsor. Penyerapan audiens justru bergeser ke arah peningkatan rata-rata penonton (Average Viewers) dan total jam tayang yang ditonton (Hours Watched).

Peningkatan Konsistensi Penonton dari Minggu ke Minggu

Hasil Analisa yang Diambil dari Esports Charts

Berdasarkan data Esports Charts, MPL Indonesia Season 17 membukukan peak viewers sebanyak 2,28 juta penonton, average viewers mencapai 447 ribu penonton, serta total hours watched menembus lebih dari 83 juta jam. Angka tersebut menempatkan liga domestik ini tetap berada di jajaran teratas panggung kompetisi global.

Meskipun tidak berkumpul masif pada satu pertandingan tertentu seperti musim sebelumnya, penonton kini jauh lebih rutin mengikuti pertandingan dari minggu ke minggu. Bagi para investor dan sponsor, konsistensi retensi penonton harian seperti ini dinilai jauh lebih bernilai tinggi karena memberikan eksposur merek yang stabil.

Daya Tarik Magis RRQ Hoshi dan Lonjakan Komersial Bigetron

Salah satu kejutan terbesar di Season 17 adalah performa buruk RRQ Hoshi yang harus finis di dasar klasemen musim reguler dengan hanya mengemas dua kemenangan. Namun, fakta menarik justru muncul karena sebagian besar pertandingan dengan jumlah penonton tertinggi di musim reguler tetap melibatkan tim legendaris tersebut.

Di sisi lain, Bigetron Esports mulai mencuat sebagai kekuatan komersial baru yang mampu menembus dominasi rivalitas klasik antara ONIC Esports dan RRQ. Laga antara Bigetron melawan RRQ sukses menembus angka dua juta peak viewers, menandakan lahirnya magnet penonton baru yang membuat liga tidak lagi bergantung pada satu tim.

Pergeseran Platform Penyiaran ke TikTok dan Kematangan Industri

Perubahan perilaku penonton juga semakin terlihat jelas dengan meroketnya pertumbuhan platform TikTok Live mengimbangi dominasi YouTube. Fleksibilitas menikmati tayangan lewat perangkat mobile ini membuat ekosistem Mobile Legends memiliki karakteristik audiens yang unik dan lebih luas dibanding esports PC.

Kematangan industri kian terbukti saat babak Grand Final yang tidak dihadiri RRQ justru sukses meraup hingga 2,9 juta peak viewers. Catatan fantastis ini menjadi bukti nyata bahwa fondasi komunitas MPL Indonesia kini sudah sangat dewasa, di mana pencinta esports lebih mengutamakan kualitas duel secara keseluruhan di atas fanatisme kelompok.

Baca Artikel Asli