Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Industry

Tencent dan Kemenekraf Teken MoU, Buka Peluang IP Gim Lokal Tembus Pasar Global

MikeApalah - Kamis, 22 Oktober 2026 14:03:43

MoU Tencent - Ekraf

Tencent dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf/Bekraf) resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif digital Indonesia. Kerja sama ini mencakup pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal, peningkatan kemampuan talenta kreatif, serta perluasan akses pelaku industri ke jaringan bisnis internasional.

Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada 21 Oktober 2026. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, dan perwakilan Tencent untuk kawasan Asia Pasifik, Monrawee Ampolpittayanant. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, turut menyaksikan penandatanganan tersebut.

Baca juga:

Tencent Hadirkan ECS untuk Amankan Kompetisi Esports di Asian Games ke-20

Peringati Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026, Menteri Ekraf Ajak Masyarakat Populerkan Video Game dan Board Game Lokal

Ubisoft Yakin Era Digital PlayStation Tak Akan Guncang Industri Game

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak ingin membuka lebih banyak peluang bagi kreator, pengembang gim, studio lokal, dan pelaku industri media Indonesia untuk mengembangkan karya yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kerja sama juga mencakup pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan komputasi awan (cloud computing), guna memperkuat daya saing industri kreatif nasional.

MoU tersebut berlaku selama tiga tahun. Implementasinya akan dilanjutkan melalui pembahasan mekanisme pelaksanaan dan penentuan prioritas program yang sesuai dengan kebutuhan pelaku industri kreatif Indonesia.

Tencent White Paper
Tencent White Paper

Tiga Fokus Kerja Sama Tencent dan Kemenekraf

Kemitraan Tencent dan Kemenekraf mencakup tiga bidang utama, yakni pengembangan IP lokal, penguatan ekosistem digital untuk industri media dan gim, serta pemanfaatan gim untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan masyarakat digital.

Mengembangkan IP Lokal agar Menjangkau Pasar Internasional

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah membantu kreator Indonesia mengembangkan cerita, karakter, dan IP orisinal menjadi produk kreatif yang memiliki nilai komersial lebih tinggi.

Kekayaan budaya dan cerita lokal Indonesia berpotensi diadaptasi ke berbagai format, mulai dari gim, serial, animasi, hingga produk kreatif lainnya. Melalui jaringan dan ekosistem bisnis Tencent, karya-karya tersebut diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Peluang kolaborasi juga terbuka bagi penulis dan penerbit Indonesia untuk mengembangkan serta mengadaptasi karya mereka ke dalam berbagai format digital. Dengan pendekatan tersebut, IP lokal tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga berpotensi menjadi aset bisnis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Meski demikian, pengembangan dan komersialisasi IP tersebut masih menjadi bagian dari peluang kerja sama yang akan dijajaki lebih lanjut, bukan program yang seluruhnya telah berjalan.

Memperkuat Kemampuan Talenta di Industri Gim dan Media Digital

Bidang kedua berfokus pada peningkatan keterampilan dan kapasitas pelaku industri kreatif melalui pelatihan, lokakarya, master class, serta pendampingan industri.

Materi yang berpotensi dikembangkan mencakup desain gim, strategi monetisasi IP, kecerdasan artifisial, teknologi komputasi awan, dan keamanan siber. Peningkatan kemampuan tersebut diharapkan membantu kreator dan studio lokal meningkatkan kualitas produksi sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital.

Tencent juga membuka peluang pendampingan bagi studio Indonesia serta akses ke jaringan industri global, termasuk kesempatan untuk menerbitkan karya. Dukungan semacam ini dapat menjadi langkah penting bagi studio lokal yang ingin memperluas jangkauan distribusi dan mengembangkan bisnis di luar pasar domestik.

Namun, efektivitas kerja sama nantinya akan bergantung pada program konkret yang disepakati, akses yang benar-benar tersedia, serta kemampuan pelaku industri memanfaatkan peluang tersebut.

Memanfaatkan Gim dan Esports untuk Ekonomi Kreatif

Bidang ketiga mencakup pengembangan talenta gim dan esports, kegiatan pembinaan, serta peluang partisipasi dalam kompetisi. Kerja sama ini juga membuka ruang bagi kreator dan studio Indonesia untuk terhubung dengan jaringan industri internasional melalui kemitraan bisnis dan pendampingan.

Lebih dari sekadar hiburan, gim dapat menjadi medium untuk memperkenalkan cerita, karakter, dan budaya Indonesia kepada audiens lintas negara. Pengembangan gim yang mengangkat identitas lokal berpotensi menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperluas eksposur budaya Indonesia melalui produk digital.

Kolaborasi ini juga menyoroti potensi gim dan esports dalam melatih keterampilan yang relevan untuk masa depan, seperti kreativitas, pemecahan masalah, dan pemikiran strategis. Pengembangannya diharapkan turut mendukung partisipasi digital yang sehat dan inklusif.

Bagi industri gim Indonesia, peluang yang perlu diperhatikan bukan hanya pengembangan produk, tetapi juga pembinaan talenta, akses penerbitan, dan koneksi dengan pasar internasional.

Tencent Siap Menjajaki Kolaborasi dengan Pelaku Kreatif Indonesia

Perwakilan Tencent, Monrawee Ampolpittayanant, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kemenekraf akan diarahkan pada pengembangan keterampilan, pertukaran industri, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung kebutuhan komunitas kreatif lokal.

“Melalui perjanjian ini, Tencent dan Kemenekraf akan menjajaki kerja sama praktis dalam pengembangan keterampilan, pertukaran industri, dan teknologi. Kami berharap dapat bekerja sama dengan mitra lokal untuk menyusun inisiatif yang menjawab kebutuhan komunitas kreatif Indonesia,” ujar Monrawee.

Komitmen tersebut sejalan dengan cakupan bisnis Tencent yang meliputi gim, hiburan digital, penerbitan, komputasi awan, dan kecerdasan artifisial. Ekosistem tersebut berpotensi menjadi jalur bagi pelaku kreatif Indonesia untuk memperoleh pengetahuan, pendampingan, dan koneksi dengan industri global.

Di sisi lain, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya memastikan bahwa kreativitas dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Kolaborasi dengan perusahaan global diharapkan membantu pelaku industri memperkuat keterampilan dan daya saing, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah.

Kebutuhan tersebut menjadi relevan bagi industri kreatif yang memiliki banyak talenta, tetapi masih membutuhkan akses lebih luas terhadap pengembangan produk, komersialisasi, dan jaringan distribusi internasional.

Gim Tencent dan WeTV Hadir di Creative Village WCCE 2026

Partisipasi Tencent dalam WCCE 2026 juga terlihat melalui kehadiran sejumlah judul gim dan layanan hiburan digital WeTV di Creative Village Kemenekraf/Bekraf.

Kehadiran tersebut memperlihatkan bagaimana gim dan konten digital dapat menjadi bagian dari ruang promosi ekonomi kreatif. Melalui platform hiburan interaktif dan audiovisual, karya kreatif memiliki peluang untuk bertemu dengan audiens yang lebih luas serta membuka ruang interaksi dengan komunitas.

Dalam konteks pengembangan IP lokal, ruang seperti Creative Village dapat menjadi titik temu bagi pemerintah, perusahaan teknologi, kreator, dan pelaku usaha untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi. Namun, peluang tersebut perlu ditindaklanjuti melalui program yang terukur agar kehadiran di sebuah acara tidak berhenti pada aktivitas promosi semata.

MoU Tencent dan Kemenekraf Berlaku Tiga Tahun

Penandatanganan MoU menjadi langkah awal bagi Tencent dan Kemenekraf untuk menjajaki kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif digital Indonesia. Selama tiga tahun masa berlaku kesepakatan, kedua pihak akan membahas mekanisme pelaksanaan dan menentukan prioritas program berdasarkan kebutuhan pelaku industri.

Fokus terhadap IP lokal, peningkatan kapasitas talenta, dan pengembangan industri gim membuka peluang bagi kreator serta studio Indonesia untuk memperluas jangkauan karya mereka.

Keberhasilan kemitraan ini nantinya akan ditentukan oleh implementasi program, akses nyata yang tersedia bagi pelaku kreatif, serta kemampuan mengubah potensi kolaborasi menjadi karya dan bisnis yang berkelanjutan.

Bagi industri gim Indonesia, kerja sama ini menjadi salah satu peluang untuk memperkuat hubungan antara kreativitas lokal, teknologi digital, dan pasar global. Langkah berikutnya adalah memastikan semakin banyak talenta dan studio Indonesia yang dapat memanfaatkan peluang tersebut.

Baca Artikel Asli