Nama Ahnaf sempat ramai dikaitkan dengan rumor transfer window RRQ Kazu menjelang FFWS SEA 2026 Fall. Namun, pelatih RRQ Kazu, Adi “Adyy” Gustiawan, menegaskan bahwa rumor tersebut belum relevan untuk diwujudkan dalam waktu dekat.
Menurut Coach Adyy, persoalannya bukan mengenai ketertarikan RRQ Kazu terhadap Ahnaf, melainkan regulasi usia pemain FFWS yang belum memungkinkan talenta muda tersebut tampil di kompetisi level Asia Tenggara.
Regulasi Usia Jadi Penghalang Ahnaf Tampil di FFWS SEA Musim Ini
Coach Adyy menjelaskan bahwa pemain yang ingin tampil di FFWS harus memenuhi batas usia minimum yang ditetapkan kompetisi.
Saat ini, Ahnaf disebut masih berusia sekitar 14 tahun, sehingga belum memenuhi persyaratan tersebut.
Regulasi FFWS minimum usia 16 tahun. Jadi rumor kalau Ahnaf akan langsung kita pakai lewat transfer window sebenarnya kurang relevan karena dia masih sekitar 14 tahun dan belum memenuhi regulasi untuk main di SEA,
jelas Coach Adyy.
Dengan kondisi tersebut, RRQ Kazu belum memiliki alasan untuk memaksakan Ahnaf masuk ke roster utama. Masih terdapat waktu sekitar dua tahun bagi pemain muda tersebut untuk berkembang sebelum mencapai usia yang dipersyaratkan.
Periode tersebut justru dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan mekanik, pengalaman pertandingan, serta pemahaman terhadap permainan kompetitif.
Ahnaf Masih Punya Waktu untuk Berkembang
Bagi RRQ Kazu, perjalanan Ahnaf tidak harus langsung berujung pada debut di level SEA.
Talenta muda seperti Ahnaf masih dapat menjalani proses pengembangan melalui jalur Academy dan kompetisi yang sesuai dengan batasan usia. Dengan begitu, ketika sudah memenuhi persyaratan untuk bermain di FFWS, ia diharapkan memiliki kemampuan yang lebih matang.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan pandangan RRQ terhadap regenerasi pemain.
Alih-alih mencari hasil instan, organisasi dapat mempersiapkan pemain secara bertahap hingga mereka benar-benar siap menghadapi tekanan kompetisi profesional.
RRQ Kazu Siapkan Regenerasi Secara Bertahap
Coach Adyy juga menilai regenerasi merupakan bagian alami dari ekosistem esports. Sebuah tim tidak akan selamanya menggunakan pemain yang sama karena performa, usia, motivasi, dan berbagai faktor lainnya dapat berubah.
Memang pasti ada siklus. Nggak semua pemain akan selamanya stay di atas. Pasti ada yang naik dan ada yang turun. Ekosistem seperti itu yang ingin kita bangun di RRQ.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pemain muda di RRQ Kazu bukan sekadar proyek untuk mencari pengganti satu pemain tertentu.
Sebaliknya, mereka ingin membangun jalur regenerasi berkelanjutan, sehingga talenta dari level Academy memiliki kesempatan untuk berkembang dan pada waktunya naik ke tim utama.
Rumor Ahnaf Bukan Prioritas di FFWS SEA 2026 Fall
Dengan adanya batas usia tersebut, rumor mengenai Ahnaf tampil bersama RRQ Kazu di FFWS SEA 2026 Fall praktis tidak memiliki dasar untuk direalisasikan dalam musim ini.
RRQ kini lebih fokus memaksimalkan roster yang tersedia untuk menghadapi persaingan regional, sementara Ahnaf masih berada dalam fase pengembangan.
Situasi ini juga memperlihatkan bahwa perjalanan menuju tim profesional tidak selalu harus berlangsung cepat. Dalam kasus Ahnaf, waktu justru menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Ketika sudah mencapai usia yang ditentukan dan memiliki pengalaman yang cukup, barulah peluang untuk masuk ke panggung FFWS SEA dapat dibicarakan kembali.
Untuk saat ini, Ahnaf belum akan menjadi bagian dari roster RRQ Kazu di FFWS SEA 2026 Fall. Namun, jika proses pengembangannya berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin nama Ahnaf justru menjadi salah satu talenta yang dipersiapkan RRQ untuk masa depan.