EA Sports kembali membuktikan bahwa fitur simulasi pertandingan di dalam seri game sepak bola mereka bukan sekadar strategi promosi belaka. Setelah Timnas Spanyol sukses keluar sebagai kampiun Piala Dunia FIFA 2026, prediksi awal yang dirilis EA Sports FC resmi terbukti tepat.
Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor mengagumkan EA yang berhasil menebak juara Piala Dunia putra sebanyak lima edisi berturut-turut sejak 2010. Meski kini tidak lagi memegang lisensi nama FIFA, EA tetap menjalankan tradisi simulasi turnamen menggunakan data atribut pemain serta statistik tim di EA Sports FC 26.
Spanyol Kalahkan Argentina dan Rekor 16 Tahun Simulasi
We called it. You played it. Spain made it a reality.
— EA SPORTS FC (@EASPORTSFC) July 19, 2026
Five predictions in a row, and @SEFutbol lifted the trophy 11M+ times across #FC26 and #FCMobile.
Congratulations on your second star ????#TheWorldsGame pic.twitter.com/F4cMoboKVa
Beberapa hari sebelum turnamen bergulir, EA Sports FC mensimulasikan bahwa Spanyol akan mengangkat trofi setelah mengalahkan Argentina 1-0 via gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Hasil di dunia nyata pun berakhir persis dengan kemenangan Spanyol yang sekaligus menggagalkan impian Lionel Messi meraih gelar keduanya.
Pencapaian ini melengkapi rentetan keakuratan simulasi EA yang sudah bertahan selama 16 tahun. Sebelum edisi ini, simulasi mereka juga sukses menebak Spanyol sebagai juara pada 2010, Jerman pada 2014, Prancis pada 2018, serta Argentina pada edisi 2022 lalu.
Kami sudah memprediksinya. Kamu sudah memainkannya. Spanyol mewujudkannya menjadi kenyataan. Lima prediksi berturut-turut, dan Spanyol mengangkat trofi lebih dari 11 juta kali di EA Sports FC 26 dan EA Sports FC Mobile. Selamat atas bintang kedua kalian.
EA Sports FC - Akun resmi EA Sports FC
Perbandingan Akurasi Simulasi dengan Cabang Olahraga Lain
Uniknya, kecanggihan sistem prediksi ini tidak sepenuhnya menular pada seri game olahraga besutan EA lainnya. Di ajang Super Bowl melalui game Madden NFL, tingkat keberhasilan mereka hanya menyentuh angka 8 dari 15 prediksi terakhir, meski sempat menebak skor presisi 28-24 saat New England Patriots juara.
Sementara itu, simulasi kompetisi hoki es NHL Stanley Cup justru mencatat rekor buruk karena gagal menebak juara selama 14 musim beruntun. Perbedaan akurasi ini disinyalir terjadi karena format turnamen singkat Piala Dunia lebih mudah dipetakan variabelnya dibandingkan kompetisi musim reguler yang panjang.
Pembaruan Konten The World's Game dan Respons Game Resmi FIFA
Memanfaatkan momentum akbar ini, EA menghadirkan pembaruan konten The World's Game di EA Sports FC 26 yang memuat mode International Tournament. Di sisi lain, FIFA meluncurkan game resmi mereka sendiri secara eksklusif lewat Netflix Games, namun respons pasar dinilai belum bisa menandingi kualitas buatan EA.
Rangkaian rekor ini memang tidak menjamin prediksi EA akan selalu sempurna di masa depan mengingat sepak bola nyata penuh dengan dinamika tak terduga. Namun, konsistensi data dan teknologi simulasi mereka selama lima edisi terakhir membuktikan bahwa perpaduan statistik game kini sudah semakin mendekati realitas di lapangan hijau.

