Pencipta Halo, Marcus Lehto, Kecewa Tak Masuk Credits Battlefield 6
Other

Pencipta Halo, Marcus Lehto, Kecewa Tak Masuk Credits Battlefield 6

Aldonov Danoza - Rabu, 22 Oktober 2025
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Pencipta bersama seri Halo, Marcus Lehto, menyatakan kekecewaannya karena dirinya dan sejumlah mantan kolega di studio Ridgeline Games tak tercantum dalam credits untuk game Battlefield 6. Ia menilai bahwa kontribusi mereka—yang menurutnya membangun fondasi pengembangan game tersebut—tidak mendapat pengakuan yang layak.

Kontribusi Studio dan Penutupan Tragis

Ridgeline Games dibentuk oleh Electronic Arts (EA) pada Oktober 2021 dan dipimpin oleh Lehto dengan fokus pada kampanye single-player untuk seri Battlefield. Selama satu hingga dua setengah tahun, para developer di Ridgeline bekerja keras untuk membangun fondasi ini.

Namun, pada Februari 2024, Lehto memutuskan untuk meninggalkan studio secara mandiri. Tak lama kemudian, EA menutup Ridgeline Games, dan sebagian stafnya dipindahkan ke studio lain, yaitu Ripple Effect Studios.

Pengakuan yang Dikebiri

Ketika Battlefield 6 dirilis, Lehto mengamati bahwa banyak mantan staf Ridgeline hanya dimasukkan dalam bagian “Special Thanks” di bagian akhir credits—atau bahkan sama sekali tidak disebutkan, termasuk dirinya sendiri.

Lehto kemudian mempublikasikan daftar nama dan peran yang menurutnya seharusnya muncul dalam credits resmi sebagai bentuk penghargaan kepada koleganya. Menurutnya, “Pengembangan game adalah kerja tim, dan setiap kontributor berhak mendapatkan pengakuan yang adil.”

Ironisnya, Battlefield 6 sendiri mencetak kesuksesan besar, mencapai lebih dari 7 juta kopi penjualan dalam tiga hari pertama dan menorehkan rekor jumlah pemain bersamaan tertinggi di Steam.

Kejadian ini memicu diskusi dalam industri game tentang bagaimana pengembang “fondasi” sering kali tidak mendapat pengakuan memadai, terutama ketika studio-pendukung ditutup atau dirombak sebelum proyek utama selesai. Bagi legenda kreatif seperti Lehto, transparansi dan pengakuan terhadap semua pihak yang terlibat dalam pengembangan game harus ditegakkan.

Baca Juga :

Esports Kapolri Cup 2026: Polda Metro Jaya Juara MLBB, Kapolri Dorong Peserta Tahun Depan Naik 10 Kali Lipat

HARGAI 2026: UniPin Dorong Game Lokal Indonesia Tembus Pasar Global

Games of the Future 2026 Resmi Berakhir, Ini Para Juaranya!

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait