Hideo Kojima Kritik Keras Game AAA Modern, Lebih Tertarik pada Inovasi Game Indie
Other

Hideo Kojima Kritik Keras Game AAA Modern, Lebih Tertarik pada Inovasi Game Indie

Aldonov Danoza - Senin, 04 Agustus 2025
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Hideo Kojima, kreator legendaris di balik Death Stranding dan seri Metal Gear Solid, kembali menyuarakan kritik tajam terhadap industri game modern. Dalam wawancaranya bersama SSENSE, ia menyatakan kekecewaan terhadap arah perkembangan game-game beranggaran besar (AAA) saat ini.

Menurut Kojima, terlalu banyak judul yang hanya menampilkan pertempuran melawan alien atau monster abad pertengahan, tanpa inovasi berarti, dengan visual dan sistem permainan yang nyaris sama semua.

Game Indie Sebagai Harapan Inovasi

Kojima mengakui bahwa dirinya kini jarang memainkan game-game AAA. Ia merasa karya-karya indie saat ini justru menawarkan lebih banyak eksplorasi dan ide segar dibandingkan proyek-proyek besar yang dianggap terlalu "aman dan membosankan."

Pernyataan ini menunjukkan bahwa bagi Kojima, inovasi tidak selalu datang dari anggaran besar, melainkan dari keberanian untuk mencoba hal baru.

Enggan Mainkan Remake dan Kritik Realisme

Ketika ditanya apakah ia akan memainkan Metal Gear Solid 3: Snake Eater Remake yang dikembangkan oleh mantan studionya, Konami, Kojima hanya menjawab singkat, "Tidak, saya tidak akan memainkannya."

Ia juga membagikan cerita saat mengunjungi studio besar untuk memberikan saran, namun mengaku kecewa karena para developer tidak memahami dunia militer secara mendalam. "Mereka mungkin tidak tahu cara membongkar senjata atau menembak," katanya, menunjukkan komitmennya terhadap realisme.

Ambisi Menciptakan Game di Luar Angkasa

Meskipun melontarkan kritik, Kojima tidak kehilangan ambisi besarnya. Justru sebaliknya, ia menyatakan keinginan untuk menjadi pengembang game pertama yang membuat game langsung dari luar angkasa.

"Saya ingin latihan dulu, belajar cara docking, pergi ke International Space Station dan tinggal di sana selama beberapa bulan," ujarnya saat tampil di Sydney Film Festival. "Saya ingin jadi yang pertama," tambahnya, menegaskan ambisi futuristiknya.

Baca Juga :

Esports Kapolri Cup 2026: Polda Metro Jaya Juara MLBB, Kapolri Dorong Peserta Tahun Depan Naik 10 Kali Lipat

HARGAI 2026: UniPin Dorong Game Lokal Indonesia Tembus Pasar Global

Games of the Future 2026 Resmi Berakhir, Ini Para Juaranya!

Kesimpulan: Kritik Membangun dan Visi Masa Depan

Kritik Kojima terhadap game AAA modern dan ketertarikannya pada game indie menunjukkan keresahan akan stagnasi industri. Ia ingin melihat lebih banyak keberanian dari para developer besar untuk mengambil risiko dan menciptakan sesuatu yang benar-benar baru.

Visi Kojima untuk membuat game di luar angkasa membuktikan bahwa imajinasinya tidak terbatas, dan ia terus mendorong batas-batas kemungkinan dalam pengembangan game. Dengan pandangan dan ambisi seperti ini, Kojima terus menginspirasi banyak orang untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga untuk menciptakan tren baru.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman mendalam dalam penyusunan artikel berita industri esports, analisis taktis game, konten informatif, serta optimasi mesin pencari (SEO) untuk audiens media digital. Lulusan Universitas Pelita Harapan (2015–2020) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan analisis mendalam. Memastikan artikel dikembangkan melalui riset data turnamen, analisis strategi gameplay, serta verifikasi informasi guna menyajikan liputan esports yang tajam dan berbobot bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi fokus utama meliputi industri esports (khususnya kompetisi profesional seperti MPL Indonesia), analisis taktis dan meta game mobile, perkembangan industri gaming, teknologi, media digital, hingga dinamika komunitas gamers di Indonesia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait