Investigasi Terhadap Game Viral Schedule 1, Diduga Ada Plagiarisme
Schedule 1
Other

Investigasi Terhadap Game Viral Schedule 1, Diduga Ada Plagiarisme

MikeApalah - Selasa, 08 April 2025
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Game Schedule 1, yang baru dirilis dalam early access pada 25 Maret 2025, kini menjadi sorotan setelah Movie Games S.A., studio di balik seri Drug Dealer Simulator, mengklaim adanya pelanggaran hak kekayaan intelektual. Tuduhan ini muncul setelah analisis hukum yang menyimpulkan bahwa Schedule 1 memiliki kemiripan signifikan dengan elemen plot, mekanisme, dan antarmuka pengguna (UI) dari Drug Dealer Simulator.

Kesuksesan Schedule 1 yang Luar Biasa

Dalam waktu hanya dua hari setelah peluncurannya, Schedule 1 berhasil melampaui 130.000 pemain secara bersamaan dan meraih rating “Overwhelmingly Positive” di Steam. Hingga 3 April 2025, game ini telah terjual hampir 3 juta kopi, bahkan melampaui jumlah pemain puncak dari game AAA seperti The Witcher 3.

Tuduhan dari Movie Games S.A.

Menurut laporan dari Polish Press Agency, Movie Games S.A. menyatakan bahwa investigasi awal menunjukkan adanya kemiripan yang mencurigakan antara Schedule 1 dan seri Drug Dealer Simulator. Elemen-elemen yang dipermasalahkan meliputi:

  • Plot: Narasi yang dianggap terlalu mirip.
  • Mekanisme Gameplay: Sistem crafting dan penjualan yang hampir identik.
  • UI (User Interface): Desain antarmuka yang dinilai serupa.

Langkah Selanjutnya

Movie Games S.A. berencana untuk memperdalam investigasi dengan berkonsultasi kepada ahli hukum yang memahami hukum Australia, mengingat pengembang Schedule 1, TVGS, berbasis di negara tersebut. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari TVGS terkait tuduhan ini.

Baca Juga :

Esports Kapolri Cup 2026: Polda Metro Jaya Juara MLBB, Kapolri Dorong Peserta Tahun Depan Naik 10 Kali Lipat

HARGAI 2026: UniPin Dorong Game Lokal Indonesia Tembus Pasar Global

Games of the Future 2026 Resmi Berakhir, Ini Para Juaranya!

Reaksi Komunitas

Sementara investigasi berlangsung, komunitas gamer menunjukkan dukungan besar terhadap Schedule 1, bahkan beberapa di antaranya melakukan review bombing terhadap Drug Dealer Simulator di Steam sebagai bentuk protes. Namun, kasus ini juga memunculkan diskusi tentang batas antara inspirasi dan pelanggaran hak cipta dalam industri game.

Dengan investigasi yang masih berlangsung, masa depan Schedule 1 tetap menjadi tanda tanya. Apakah ini akan berujung pada litigasi atau hanya menjadi perdebatan sengit di komunitas gaming? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

Google
Tambahkan Esports.id Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Ditulis Oleh

MikeApalah

Michael Samuel adalah jurnalis dan editor yang telah berkecimpung di industri game, teknologi, dan esports Indonesia selama lebih dari 17 tahun. Berbekal pendidikan di Fakultas Akuntansi Universitas Nasional, saya menggabungkan kemampuan analisis dengan pengalaman panjang di dunia media digital. Sepanjang kariernya, Michael pernah menangani berbagai peran, mulai dari reporter, editor, marketing, business development, hingga Editor in Chief. Fokus utamanya adalah menghadirkan tulisan yang informatif, mendalam, dan mudah dipahami, khususnya seputar game, esports, teknologi, serta perkembangan industri digital.
Show More
Follow Me

Berita Terkait