Riot Games kembali menghadirkan kejutan besar bagi komunitas global melalui pengenalan League of Legends Classic, sebuah mode permainan baru yang membawa pemain kembali ke era awal game MOBA tersebut. Mode ini pertama kali diperkenalkan kepada publik secara resmi melalui ajang League of Legends Classic Showmatch yang digelar menjelang babak Grand Final Mid-Season Invitational (MSI) 2026.
Alih-alih menjadi bagian dari turnamen kompetitif, League of Legends Classic hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang game tersebut sekaligus menjadi ajang reuni bagi sejumlah pemain profesional legendaris yang pernah mewarnai perkembangan skena esports selama lebih dari satu dekade. Setelah pengenalan mode penuh nostalgia tersebut di panggung MSI 2026, perhatian komunitas kemudian langsung beralih ke turnamen internasional League of Legends Esports World Cup (EWC) 2026 yang mempertemukan tim-tim terbaik dunia.
Apa itu League of Legends Classic
League of Legends Classic merupakan mode permainan yang dirancang khusus untuk mengembalikan pengalaman bermain otentik seperti pada masa-masa awal perilisannya sekitar tahun 2009–2011. Riot Games menghadirkan fitur ini sebagai sebuah kapsul waktu yang memungkinkan para pemain merasakan kembali bagaimana game ini dimainkan sebelum berbagai pembaruan besar mengubah wajah permainan secara total.
Mode ini menghadirkan berbagai elemen klasik yang sudah lama dirindukan, mulai dari tampilan peta Summoner's Rift lawas, antarmuka (UI) bergaya lama, hingga pilihan karakter (champion) dan barang (item) yang menggunakan versi awal mereka. Dengan mekanisme permainan (gameplay) yang jauh lebih sederhana dibandingkan versi modern, mode ini menawarkan pengalaman yang penuh nostalgia bagi pemain lama sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi baru untuk melihat evolusi permainan dari waktu ke waktu.
Reuni Para Legenda League of Legends

Untuk memperkenalkan kehadiran mode League of Legends Classic ini secara meriah, Riot Games menggelar sebuah pertandingan hiburan (showmatch) spesial yang mempertemukan sejumlah nama besar dalam sejarah kompetitif dunia. Dua tim elite yang bertanding dalam laga bersejarah ini adalah Team Baron yang diperkuat oleh Zz1tai, Ambition, Scarra, Doublelift, dan WeiXiao, serta Team Dragon yang dihuni oleh sOAZ, Levi, PawN, Cpt Jack, dan YellOwStaR.
Deretan nama tersebut merupakan legenda besar dari berbagai wilayah kompetitif global, di mana Doublelift dikenal sebagai ikon Amerika Utara, Ambition merupakan jungler juara dunia bersama Samsung Galaxy, dan PawN menjadi salah satu mid laner terbaik dari Korea Selatan. Showmatch ini menjadi semakin istimewa karena dimainkan langsung menggunakan mode League of Legends Classic sehingga para pemain kembali menggunakan mekanik serta gaya permainan lama yang pernah mereka kuasai pada era awal karier mereka.
Dari MOBA Baru Menjadi Fenomena Global
Ketika pertama kali dirilis secara resmi pada Oktober 2009, League of Legends merupakan sebuah proyek ambisius dari Riot Games yang terinspired dari modifikasi populer Defense of the Ancients (DotA) di Warcraft III. Berbeda dengan banyak game PC berbayar pada saat itu, Riot mengambil langkah berani dengan mengadopsi model bisnis gratis (free-to-play) sehingga siapa pun dapat memainkannya tanpa biaya, sementara pendapatan utama diperoleh melalui penjualan kosmetik permainan.
Selama lebih dari 15 tahun berjalan, game ini terus berkembang pesat melalui pembaruan rutin, penambahan karakter baru, perubahan mekanik, acara musiman, hingga peningkatan kualitas visual yang signifikan. Bersamaan dengan itu, Riot juga sukses membangun ekosistem esports terbesar di dunia melalui turnamen internasional seperti Worlds, MSI, First Stand, serta liga regional terstruktur seperti LCK, LPL, LEC, LTA, dan LCP.
League of Legends di Esports World Cup 2026

Meski mode jaman dulu tersebut diperkenalkan di panggung MSI 2026, panggung megah berikutnya bagi skena kompetitif global adalah turnamen Esports World Cup 2026 yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi. Turnamen ini menjadi salah satu kompetisi internasional paling bergengsi setelah MSI dengan menghadirkan total 16 tim terbaik dunia yang berhasil lolos melalui jalur kualifikasi regional ketat.
Format turnamen yang digunakan terdiri atas babak penyisihan grup, babak gugur (playoff) sistem eliminasi tunggal, hingga pertandingan puncak Grand Final yang menggunakan format Best-of-5 (Bo5). Selain memperebutkan total hadiah uang tunai hingga jutaan dolar AS, setiap tim yang bertanding juga saling bersaing ketat untuk menyumbangkan poin berharga bagi organisasi mereka dalam ajang EWC Club Championship.
Jadwal League of Legends EWC 2026
Rangkaian kompetisi tertinggi League of Legends di Esports World Cup 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari penuh aksi di Riyadh. Babak penyisihan grup akan digelar pada 15–16 Juli 2026, dilanjutkan dengan babak playoff pada 17 Juli 2026, babak semifinal pada 18 Juli 2026, dan puncaknya adalah babak Grand Final pada 19 Juli 2026.
Turnamen akbar ini dipastikan akan diikuti oleh sejumlah organisasi esports elite dunia dari berbagai belahan wilayah kompetitif, menjadikannya salah satu kalender kejuaraan paling dinantikan oleh seluruh penggemar pada musim kompetitif tahun ini.
Nostalgia dan Kompetisi dalam Satu Musim
Musim kompetitif tahun 2026 sukses menawarkan dua pengalaman yang sangat berbeda namun saling melengkapi bagi para penggemar di seluruh dunia. Di satu sisi, Riot Games mengajak seluruh komunitas untuk bernostalgia secara emosional melalui kehadiran mode khusus yang menghidupkan kembali atmosfer awal Summoner's Rift lewat laga para legenda di panggung MSI 2026.
Di sisi lain, turnamen Esports World Cup 2026 hadir menjadi panggung pembuktian nyata bagi generasi pemain terbaik saat ini untuk menunjukkan kebolehan mereka di level internasional. Perpaduan antara penghormatan besar terhadap sejarah masa lalu dan persaingan modern yang ketat ini menunjukkan bagaimana game ini terus bergerak maju tanpa pernah melupakan akar yang membesarkannya.

